Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

Budi oleh Budi
13 Januari 2026
A A
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya saya cuma niat mengantar teman yang mau ngecat ulang mobilnya. Cat lamanya sudah kusam, ada bekas baret panjang di pintu, dan warnanya mulai beda antara panel depan dan belakang. Bengkelnya berada dipinggir kota. Bengkel cat mobil yang sudah lama hidup dari mulut ke mulut. 

Sambil nunggu estimasi biaya, saya duduk di bangku plastik, ngopi, dan akhirnya ngobrol dengan tukang catnya. Obrolan ngalor-ngidul, sampai akhirnya dia curhat soal satu hal yang ternyata cukup sensitif buat tukang cat mobil: warna.

“Mas, ada warna-warna mobil yang kalau datang ke sini, saya udah setengah males duluan garapnya,” katanya sambil ketawa kecil. Dari situ, cerita panjang soal warna-warna mobil yang bikin tukang cat pusing pun mengalir.

#1 Warna putih yang punya berbagai varian termasuk menyebalkan

Banyak orang mengira warna putih adalah warna paling gampang dicat. Nyatanya, menurut tukang bengkel cat mobil tadi, putih termasuk warna yang paling menyebalkan. Contohnya, Toyota Avanza putih, Daihatsu Xenia putih, sampai Honda Brio putih. 

Masalahnya, warna putih punya banyak varian. Ada putih solid, putih mutiara, putih dengan efek kebiruan, bahkan putih yang kalau kena matahari baru kelihatan beda.

“Putih Toyota sama putih Honda aja beda. Salah dikit, satu panel kelihatan mati,” katanya.

Kalau ngecat satu panel saja risiko belangnya besar. Panel baru bakal kelihatan lebih terang atau malah lebih kusam dibanding bodi lainnya. Kalau sudah begitu, mau tidak mau harus blending ke panel sebelah. Waktu tambah, biaya pun juga, dan tukang cat yang kena semprot kalau hasilnya dianggap nggak rapi.

Baca juga: 5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

Baca Juga:

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

#2 Tukang bengkel cat mobil harus hari-hati pada warna silver yang sensitif

Warna silver juga masuk daftar warna yang bikin tukang cat pusing. Contohnya Toyota Innova Silver Metallic, Suzuki Ertiga Silver, atau Honda Jazz Silver.

Silver itu punya karakter metalik yang sangat sensitif. Salah sudut semprot saja, arah serbuk metaliknya bisa beda. Akibatnya, meski warnanya sama, pantulan cahayanya bisa berbeda.

“Kalau kena lampu bengkel kelihatan sama, keluar bengkel kena matahari, langsung ketahuan belangnya,” ujar si tukang cat. Itu mengapa, silver sering bikin tukang cat harus ekstra teliti soal tekanan angin, jarak semprot, dan urutan layer. Tidak bisa asal.

#3 Abu-Abu warna yang diminati yang bikin pusing tukang bengkel cat mobil

Beberapa tahun terakhir, warna abu-abu jadi tren yang diminati. Bukan abu-abu tua polos, tapi abu-abu dengan efek khusus. Contohnya, Toyota Rush GR Grey, Honda HR-V Modern Steel Metallic, atau Mitsubishi Xpander Graphite Grey.

Masalahnya, warna abu-abu modern ini sering punya efek warna ganda. Dilihat dari sudut tertentu bisa tampak keabu-abuan, dari sudut lain agak kehijauan atau kebiruan.
“Ini yang bikin kepala cenat-cenut. Salah komposisi clear coat dikit, efek warnanya langsung beda,” katanya.

Belum lagi kalau mobilnya sudah berumur, cat aslinya sudah kena matahari bertahun-tahun. Menyamakan warna baru dengan warna lama jadi pekerjaan ekstra.

Baca juga: 5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi 

#4 Warna merah

Merah juga termasuk warna yang sering bikin tukang cat ogah-ogahan, terutama merah solid dan merah metalik. Contohnya, Honda Civic merah, Mazda2 Soul Red, atau Toyota Agya merah.

Merah dikenal cepat pudar. Cat lama yang sudah kena panas dan hujan biasanya sudah berubah tone. Ketika dicat ulang sebagian, warna baru terlihat terlalu “hidup”.

Mazda Soul Red malah jadi cerita sendiri. Warna ini punya lapisan dan teknik khusus.

“Kalau Mazda Soul Red itu, bengkel abal-abal mending jangan pegang. Salah dikit, warnanya jadi aneh,” katanya sambil geleng-geleng. Tidak heran biaya cat panel Mazda Soul Red biasanya lebih mahal.

#5 Hitam yang tidak semudah kelihatannya

Hitam sering dianggap warna yang aman. Tapi, menurut tukang cat, hitam justru menuntut kerapian ekstra. Contohnya, Toyota Fortuner hitam, Mitsubishi Pajero Sport hitam, atau Honda CR-V hitam.

Hitam itu memperlihatkan semua “kesalahan”. Gelombang tipis, bekas amplas halus, sampai debu sekecil apa pun bakal kelihatan.
“Hitam itu bukan semata soal warna, tapi soal permukaan halus juga. Kalau nggak rata, habis,” katanya.

Makanya, mobil hitam butuh proses dempul dan pengamplasan yang lebih telaten. Capek terasa di awal, tapi hasilnya baru kelihatan kalau benar-benar rapi.

#6 Biru tua dan hijau gelap

Beberapa warna biru tua dan hijau gelap juga masuk daftar bikin pusing. Contohnya, Nissan Livina biru tua atau Toyota Corolla Altis hijau gelap generasi lama. Masalahnya, warna-warna ini jarang. Referensi catnya tidak selalu ready. Kadang harus racik manual, dan itu butuh pengalaman.

“Kalau warnanya jarang, salah racik dikit, ya ulang lagi. Cat kebuang, waktu kebuang,” katanya jujur.

Itulah warna-warna yang “dibenci” tukang cat bengkel mobil. Bukan berarti nggak profesional. Tapi, beberapa warna memang menuntut tenaga, waktu, dan risiko komplain yang lebih besar. Kalau hasil sedikit beda saja, pelanggan sering bilang, 

“Mas, kok warnanya nggak sama ya?” Padahal secara teknis sudah mendekati sempurna dari step awal.
“Kadang capeknya bukan di ngecat doang, tapi di jelasin ke orang,” tutupnya sambil tertawa.

Dari obrolan sederhana di bengkel cat itu, saya jadi paham memilih warna mobil bukan cuma soal selera, tapi juga soal konsekuensi. Ada warna yang cantik dilihat, tapi ribet dirawat dan mahal kalau harus dicat ulang.

Buat pemilik mobil, memahami karakter warna bisa bikin lebih bijak saat memilih atau saat datang ke bengkel. Dan, buat tukang cat bengkel mobil,  warna mobil bukan sekadar ngecat, tapi soal pengalaman, kesabaran, dan kejujuran pada hasil akhir. Kadang, warna yang terlihat sederhana justru menyimpan cerita paling rumit di balik semprotan catnya.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bengkel Motor Jogja bikin Kaget Orang Surabaya Gara-gara Servis Motor Berujung “Pemorotan”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2026 oleh

Tags: bengel catbengkelbengkel cat mobilcatcat mobilmobil
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos! terminal mojok.co

Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos!

9 April 2021
4 Mobil yang Paling Cocok dan Nyaman untuk Jadi Taksi Online, Penumpang Bongsor Nggak akan Kerepotan Mojok.co

4 Mobil yang Paling Cocok dan Nyaman untuk Jadi Taksi Online, Penumpang Bongsor Dijamin Nggak akan Kerepotan

21 Juli 2024
Anggapan 'yang Besar yang Salah' dalam Kecelakaan Itu Bodoh

Anggapan ‘yang Besar yang Salah’ dalam Kecelakaan Itu Bodoh

27 April 2022
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
Hyundai Ioniq Memang Keren, tapi Nggak Keren-Keren Amat

Hyundai Ioniq Memang Keren, tapi Nggak Keren-Keren Amat

29 Januari 2020
Nissan X-Trail T31: Mobil Bongsor dengan Tingkat Kenyamanan yang Paripurna terminal mojok.co

Nissan X-Trail T31: Mobil Bongsor dengan Tingkat Kenyamanan yang Paripurna

7 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.