Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Hal Unik yang Hanya Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk di Jogja, Pasti Bikin Kalian Geleng-geleng

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
8 Januari 2026
A A
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, warga Jogja itu unik. Keunikan ini berhulu dari beragamnya latar belakang warganya. Keunikan dan keberagaman ini kemudian seperti dua mata pisau, ada yang berdampak baik dan tentu ada yang buruknya.

Sebagai warga Jogja yang dari mbrojol sampai dewasa hidup di salah satu kampung padat penduduk di Kota Jogja, wabil khusus bantaran Sungai Code, bikin saya melihat banyak perilaku unik warga perkampungan padat penduduk Kota Jogja yang nggak kita lihat di sisi lain Kota Jogja.

Mungkin perilaku semacam ini hampir mirip sama perkampungan padat penduduk di kota-kota lain. Tapi saya ingin menunjukkan sisi lain Kota Jogja, yang tertutup dan terjebak di antara gemerlap lampu kota dan masifnya pariwisata Jogja. Mulai dari “keunikan” yang masih dapat dimaklumi sampai kelewat unik.

Tempat umum serasa milik sendiri

Namanya juga pemukiman padat penduduk, sudah pasti lahannya sangat terbatas. Ini yang bikin setiap rumah tangga sangat memanfaatkan lahan yang ada untuk segala keperluan mereka. Bisa jadi itu adalah sarana umum seperti lapangan badminton, tapi kalau pribadi butuh untuk parkir kendaraan atau jemur pakaian, label sarana umum jadi berasa milik pribadi.

Makanya nggak heran saat Jembatan Kewek ditutup, kemudian dipakai untuk main bola anak-anak. Ya, karena mereka nggak punya lahan lagi untuk bermain. Jalan umum pun jadi milik warga untuk melakukan berbagai hal termasuk main bola.

BACA JUGA: Jogja, Kota yang Keburukannya (Entah Kenapa) Selalu Dimaafkan

Selain itu, kadang halaman rumah orang lain juga dipakai untuk keperluan bersama. Mengganggu nggak? Tentu ganggu banget, tapi ya mau gimana lagi. Kamar mandi masjid juga dianggap milik bersama karena realitasnya masih ada rumah tangga di Kota Jogja yang nggak punya MCK sendiri di rumahnya. Tapi perilaku ini kadang nggak dibarengi dengan perilaku bersih.

Jalan kampung Kota Jogja adalah teras rumah

Masih berhubungan sama tempat umum serasa milik pribadi, jalan kampung pun adalah fasilitas umum yang juga jadi teras rumah warga. Lagi-lagi masalah keterbatasan lahan bikin kebanyakan rumah nggak punya teras apalagi halaman. Buka pintu ya langsung jalan kampung. Dan jangan dipikir jalannya itu lebar. Kalau ada dua motor berpapasan, salah satu harus ngalah.

Baca Juga:

Ironi Remaja Kota Jogja: Fasih Misuh dengan Bahasa Jawa, tapi Sulit Bicara Pakai Bahasa Jawa Krama

Pengalaman Pahit Menjadi Mahasiswa Rantau di Jogja ketika Motor Scoopy Saya Disangka Motornya Pelaku Klitih

Sudah lumrah dan dianggap wajar kalau jalan kampung yang jadi “teras” ini dipasangi bangku-bangku untuk cangkrukan warga bahkan untuk kegiatan-kegiatan lainnya, mulai dari menerima tamu, gitaran sampai tengah malam, bahkan metani alias kegiatan mencari kutu rambut. Ada-ada saja kegiatan dan gebrakannya.

Masih sempat memelihara ayam dan merpati

Nggak ada yang salah sama memelihara ayam dan merpati. Tapi kalau nggak punya lahan kok masih sempet-sempetnya melihara itu yang bikin agak kesel. Di saat jarak antar rumah sangat berdempetan dan parkir motor saja di lahan orang lain, ada saja warga yang masih sempat berbagi ruang rumahnya yang sempit dengan ayam. Alhasil tetangganya juga yang kebagian baunya.

BACA JUGA: 4 Hal yang Bisa Kita Pakai buat Memaknai Ulang “Kesakralan” Kota Jogja

Tanaman cuma bisa hidup satu bulan di kampung Kota Jogja

Mungkin kesannya seperti berlebihan tapi kadang begitu realitasnya. Ini bukan karena tanahnya beracun atau gimana, tapi lagi-lagi karena keterbatasan lahan. Bukan nggak bisa hidup tapi lebih ke peluang hidupnya kecil karena dapat berbagai ancaman di lingkungan yang padat ini. Tanaman bisa bertahan hidup satu bulan saja sudah syukur.

Misalnya, baru kemarin menanam tanaman baru di pot, hari ini kemungkinan sudah rusak. Entah karena keserempet sama motor tetangga atau kena hantam tendang anak-anak kampung yang main bola. Belum lagi dirusak tikus, atau kucing dan ayam tetangga, nggak sampai satu bulan sudah ludes. Kalau kata Bernadya, “belum ada satu bulan…”

Ya begitulah hidup di tengah perkampungan padat penduduk di Kota Jogja. Suka dan dukanya harus selalu disyukuri. Kalau mau panjang umur dan tetap waras, segala rupa problemnya harus disikapi dengan lapang dada dan riang gembira. Gimana nggak, lha wong tingkah warganya saja lucu bin unik bin kocak gini kok.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Penderitaan Warga Jeron Beteng Jogja yang Rumahnya Digusur dan Terpaksa Pindah ke Bantul. Ongkos Semakin Mahal dan Fasilitas Kesehatan Terasa Kurang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: diyJogjakartakampung padat penduduk di JogjaKota Jogja
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

Derita Mahasiswa Manado yang Tersiksa Kuliah di Kota Jogja (Unsplash)

Derita Mahasiswa Manado Penghuni Kosan Tanpa AC di Tengah Panasnya Kota Jogja yang Menusuk Sampai Lapisan Kulit Paling Dalam

20 April 2024
9 Rekomendasi Ayam Goreng Enak di Jogja terminal mojok

9 Rekomendasi Ayam Goreng Enak di Jogja

27 Desember 2021
City Branding dan Istilah Jogja Lantai Dua Patut Dipertanyakan

City Branding dan Istilah Jogja Lantai Dua yang Patut Dipertanyakan

16 Februari 2020
Fakta Buruknya Kondisi Jalanan di Jogja dan Surabaya (Unsplash)

Jalanan Jogja Semakin Parah. Sama Parahnya seperti Kota Surabaya yang Menjadi Kota Paling Macet di Indonesia

11 Januari 2024
5 Privilese Tinggal di Sleman Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul Mojok.co

5 Privilese Tinggal di Sleman Sisi Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul

8 September 2024
7 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jogja yang Sayang Dilewatkan  

7 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jogja yang Sayang Dilewatkan  

7 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.