Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal Ciamik di Tuban yang Membuat Orang Lamongan Seperti Saya Iri Dengki

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
23 Oktober 2025
A A
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan

Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma (David Kristianto via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

sebagai warga Lamongan, saya cuma bisa mengakui: Tuban memang lebih ciamik. Mulai dari jalan, ruang publik, wisata, sampai transportasi, semuanya terlihat direncanakan dengan kepala dingin, bukan sekadar pencitraan.

Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan Dimas Junian Fadillah di Mojok tentang “4 Keistimewaan Bojonegoro di Mata Orang Blora yang Memantik Rasa Iri”. Dan begitu baca itu, saya langsung manggut-manggut. Sebab, saya paham banget rasanya.

Sebagai warga Lamongan, saya juga sering iri. Tentu bukan sama Bojonegoro, tapi sama Tuban. Kota tetangga yang cuma sepelemparan sandal dari rumah, tapi entah kenapa rasanya jauh lebih beres hidupnya.

Infrastruktur jalan Tuban sangat layak

Mari mulai dari hal paling nyata: jalan. Kalau kamu pernah lewat jalur Lamongan–Tuban, kamu pasti tahu kapan ban kendaraanmu berpindah dari tanah Lamongan ke tanah Tuban. Nggak perlu lihat plang perbatasan, cukup rasakan: yang satu getarannya kayak jalan di medan perang, yang satu memang begitulah seharusnya jalan itu.

Serius, jalan Tuban itu enak banget dilewati. Aspalnya mulus, lampu jalannya nyala, bahkan marka jalannya masih kelihatan. Sementara Lamongan? Ya, begitulah. Kadang bolong, kadang tambalan, kadang kombinasi keduanya.

Punya program yang nggak cuma gimik

Satu hal lain yang bikin iri adalah program publik Tuban yang beneran bisa dirasain rakyatnya. Lihat aja revitalisasi alun-alunnya: rapi, bersih, dan hidup. Ada Hutan Kota, ada Abhirama, semua dibuat dan dirawat dengan serius.

Kesan yang muncul jelas: ini kota yang niat bikin warganya betah keluar rumah. Coba bandingkan dengan Lamongan. Alun-alun kami ya gitu-gitu aja dari dulu. Terasa amat panas dan memang cukup mungil. Hutan kota ada sih, tapi kayak cuma formalitas biar bisa disebut “ada”. Nggak dirawat, nggak dikembangkan.

Kadang saya mikir, program unggulan Bupati Lamongan itu sebenarnya apa, sih? Soalnya kalau lihat tetangga sebelah, mereka sibuk bikin ruang publik. Sementara di sini, kita masih sibuk berharap ada perubahan.

Baca Juga:

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

Wisata alam Tuban yang dirawat dan hidup

Nah, kalau ngomongin pariwisata, Tuban lagi-lagi bikin iri. Bayangin, mereka punya laut, pantai, gunung, goa, museum, sampai wisata ziarah wali. Dan semuanya dirawat.

Bahkan pantai yang menurut saya biasa saja, di Tuban bisa ramai karena dikelola dengan serius. Sementara di Lamongan, potensi itu ada, tapi ya begitu. Banyak tempat bagus, tapi kalau dikelola pemerintah ya ujung-ujungnya tidak maksimal.

Kami, warga Lamongan, justru lebih percaya tempat wisata bakal hidup kalau dikelola swasta.

Lihat saja Tugu Van der Wijck. Monumen sejarah yang seharusnya bisa jadi kebanggaan malah berdebu, usang, dan sepi pengunjung. Sedangkan WBL (Wisata Bahari Lamongan), yang dikelola swasta masih bisa survive hingga saat ini.

Bus Sekolah Si Mas Ganteng

Saya berkali-kali mengatakan kalau nama bus ini memang alay, tapi manfaatnya luar biasa. Bus Si Mas Ganteng ini program transportasi gratis khusus anak sekolah yang dijalankan Pemkab Tuban.

Bayangin, anak-anak di Tuban bisa berangkat sekolah dengan bus yang aman, nyaman, dan gratis pula. Sementara di Lamongan? Kami harus nunggu “pertolongan” Gubernur dengan mengadakan Trans Jatim. Iya, sekali lagi, ini program dari Gubernur, bukan Bupati. Artinya, kalau nggak ada inisiatif dari provinsi, mungkin kami tak pernah punya transportasi publik yang bisa diakses semua orang, termasuk anak sekolah yang menghubungkan.

Terakhir, sebagai warga Lamongan, saya cuma bisa mengakui: Tuban memang lebih ciamik. Mulai dari jalan, ruang publik, wisata, sampai transportasi, semuanya terlihat direncanakan dengan kepala dingin, bukan sekadar pencitraan. Sementara Lamongan, entah kenapa tetap begini saja. Saya pun tak tahu sampai kapan ini terjadi, tapi ya sudahlah. Menjadi warga Lamongan memang sekuat-kuatnya orang.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tuban Memang Makin Metropolitan tapi Tetap Tak Bisa Dibanggakan, Gara-Gara Jalan Rusak, Lapangan Kerja Sulit dan Nggak Punya Kampus Elite

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2025 oleh

Tags: lamonganTubanwisata lamonganwisata tuban
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Nasi Boran, Kasta Tertinggi Kuliner Khas Lamongan. Melebihi Pecel dan Soto Mojok.co

Nasi Boran, Kasta Tertinggi Kuliner Khas Lamongan. Melebihi Pecel dan Soto

26 November 2023
Kamus dialek Tuban mojok

Kamus Dialek Tuban: Mengenal Imbuhan Nem, Seruan Leh, dan Kosakata Khas Tuban

5 Oktober 2021
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Lele Terbang Krispi Varian Menu Terbaik dari Warung Pecel Lele Terminal Mojok

Lele Terbang Krispi: Alternatif Menu Terbaik dari Warung Pecel Lele

7 November 2022
Meski Jalan Rusaknya Abadi, Lamongan Punya WBL dan Mazola yang Jauh Lebih Bagus ketimbang Seluruh Wisata di Surabaya

Meski Jalan Rusaknya Abadi, Lamongan Punya WBL dan Mazola yang Jauh Lebih Bagus ketimbang Seluruh Wisata di Surabaya

23 Desember 2024
4 Alasan Paciran Jadi Kecamatan Paling Sempurna di Kabupaten Lamongan

4 Alasan Paciran Jadi Kecamatan Paling Sempurna di Kabupaten Lamongan

6 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.