Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
14 Oktober 2025
A A
3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga

3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum menulis artikel ini, saya pernah membahas berbagai privilese yang dimiliki warga Blora. Keunggulan yang terus terang tak mudah ditemukan di daerah lain. Tulisan tersebut bukan berniat membanding-bandingkan secara negatif, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi lokal yang memang layak untuk dibanggakan. Namun di balik segala keistimewaan tersebut, harus diakui kalau nama Blora masih belum terlalu menonjol.

Jika disandingkan dengan kabupaten tetangga seperti Bojonegoro, Rembang, atau Grobogan, Blora sering kali masih tampak satu langkah tertinggal. Oleh sebab itu saya akan mengulas beberapa faktor utama yang membuat pamor Blora tidak semoncer tetangganya.

Kurang arah dalam membangun citra daerah

Sebuah daerah akan jauh lebih mudah dikenali jika punya identitas yang kuat dan konsisten. Layaknya produk, yang memiliki merek jelas pasti lebih menempel di benak orang ketimbang yang tampil seadanya. Namun Blora tampaknya belum benar-benar serius membangun citra semacam ini.

Alih-alih mengeksplorasi potensi lokal yang khas, yang ditonjolkan justru gimik sesaat. Misalnya kaos bertuliskan “Duta Sego Pecel”. Bukannya memperjelas identitas, hal seperti ini malah menimbulkan kebingungan. Ini Blora mau dikenal sebagai apa sebenarnya?

Soalnya begini, kalau bicara soal pecel, nama Madiun jelas sudah melekat kuat sejak lama. Mereka tak sekadar menjadikan pecel sebagai makanan khas, tetapi juga menjadikannya bagian dari promosi wisata, festival tahunan, hingga identitas kota yang terpola dengan baik. Sementara di Blora baru muncul di kaos dan media sosial, tanpa jejak narasi yang utuh atau langkah konkret jangka panjang. Seolah-olah membangun branding cukup dengan konten lucu dan viral sesaat, habis itu ya selesai.

Padahal Blora masih punya modal luar biasa untuk membentuk citra daerah yang kuat dan autentik. Ada warisan budaya Samin, sosok Pramoedya Ananta Toer, kekayaan migas di Cepu, hingga identitas hutan jati terluas se-Jawa Tengah yang kini malah lebih banyak ditanami jagung. Sayangnya semua potensi yang ada itu justru belum digarap secara serius.

Tidak dilewati tol dan jalan Pantura

Untuk alasan kedua ini, sebenarnya Blora hanya kurang beruntung dari segi letak geografis. Kabupaten ini tidak dilalui oleh jalan tol maupun jalur utama Pantura, sehingga posisinya agak “terselip” di antara kabupaten lain yang akses transportasinya sudah lebih maju dan mudah dijangkau.

Akan tetapi bukan berarti Blora harus pasrah dengan kondisi ini. Banyak juga daerah lain yang tidak dilewati tol tapi tetap bisa tumbuh. Daerah-daerah tersebut pintar mengelola jalur-jalur lokal, memperbaiki koneksi antarwilayah, serta membangun daya tarik yang membuat orang-orang mau berkunjung meski jalannya tidak mulus.

Baca Juga:

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

3 Sisi Lain Grobogan yang Nggak Banyak Orang Tahu

Nah, karena itulah saya pikir Blora perlu lebih serius menyediakan kemudahan transportasi lokal dan meningkatkan promosi. Harapannya agar orang-orang penasaran dan tetap tertarik datang ke sini walaupun harus melewati hutan jati yang luas.

Lahan industri di Blora masih minim

Semakin banyak kawasan industri berkembang, semakin tinggi pula peluang perputaran ekonomi yang tercipta. Dari serapan tenaga kerja, masuknya investasi, hingga tumbuhnya usaha kecil pendukung di sekitar kawasan tersebut. Sayangnya, Blora masih belum memiliki infrastruktur industri yang signifikan.

Bukan berarti Blora kekurangan potensi. Ada sektor migas di Cepu, lahan pertanian yang luas, dan sumber daya alam yang melimpah. Tapi semua itu belum ditunjang oleh perencanaan kawasan industri yang matang. Belum ada wilayah yang secara serius disiapkan sebagai zona industri terpadu. Akibatnya, banyak pelaku usaha tumbuh secara sporadis, dan investor enggan datang karena tidak ada kepastian lokasi, akses, atau dukungan infrastruktur jangka panjang.

Sementara itu, Grobogan—yang berbatasan langsung dengan Blora—kini punya Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Sugihmanik di Kecamatan Tanggungharjo. Kawasan ini jadi pusat industri yang terorganisir, lengkap dengan dukungan kebijakan dari pemerintah daerahnya. Langkah ini tentu bukan hanya membuka peluang kerja bagi warga, tapi juga mendorong Grobogan lebih dikenal sebagai daerah ramah investasi.

Sebenarnya Blora bisa melakukan hal serupa. Hanya butuh kemauan untuk menyusun strategi yang lebih konkret dan memfasilitasi pertumbuhan industri dengan arah yang jelas tanpa grasa-grusu.

Itulah 3 alasan kenapa Blora masih kalah pamor dibanding kabupaten tetangga. Jangan salah sangka, ini bukan karena Blora jelek atau kurang potensial. Justru ia punya segudang potensi yang sayangnya belum dikelola dengan visi yang benar-benar jauh ke depan.

Kalau Blora cuma main di gimik dan tren sesaat, pamornya itu-itu saja. Yang dibutuhkan sekarang adalah arah yang jelas, langkah yang konsisten, dan tekad kuat. Potensi Blora harus jadi kenyataan yang bisa dirasakan semua warga, bukan cuma jadi wacana.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Blora, Tempat Tinggal Terbaik untuk Orang Bergaji Pas-pasan yang Mendambakan Slow Living.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2025 oleh

Tags: arah pembangunan blorabloracepu bloragroboganhutan blorakabupaten blorapotensi kabupaten blora
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Di Grobogan, Paving Block Lebih Direkomendasikan Jadi Lantai Rumah ketimbang Keramik

Di Grobogan, Paving Block Lebih Direkomendasikan Jadi Lantai Rumah ketimbang Keramik

26 Februari 2024
Jalan Raya Purwodadi-Blora Bikin Resah Pejalan Kaki dan Pengendara

Jalan Raya Purwodadi-Blora Bikin Resah Pejalan Kaki dan Pengendara

12 September 2023
Bukan Purwodadi, Tempat Tinggal Terbaik di Grobogan Adalah Kecamatan Wirosari

Bukan Purwodadi, Tempat Tinggal Terbaik di Grobogan Adalah Kecamatan Wirosari

13 Februari 2024
4 Hal yang Biasa di Semarang tapi Nggak Lumrah di Blora

4 Hal yang Biasa di Semarang tapi Nggak Lumrah di Blora

12 November 2025
Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang   cepu

Blora Bukan Cuma Cepu, Sudah Sewajarnya Kecamatan Lain Diperhatikan agar Tak Merasa Jadi Anak Tiri!

14 Mei 2025
3 Tempat Wisata Blora yang Tidak Boleh Dilewatkan Mojok.co

3 Tempat Wisata Blora yang Tidak Boleh Dilewatkan

31 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.