Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tinggal di Depok Itu Memang Nyaman, tapi 10 Tahun yang Lalu

Jarot Sabarudin oleh Jarot Sabarudin
18 Februari 2025
A A
Tinggal di Depok Itu Memang Nyaman, tapi 10 Tahun yang lalu (Pexels)

Tinggal di Depok Itu Memang Nyaman, tapi 10 Tahun yang lalu (Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini mungkin akan jadi hari yang menyenangkan untuk kamu. Bisa jadi ini hari yang biasa saja. Mungkin juga akan jadi hari yang melelahkan. Tapi, selama saya tinggal di Depok, Jawa Barat, semuanya terasa seperti yang “biasa-biasa” saja. 

Nggak tahu kenapa, buat saya pribadi, Depok bisa senyaman itu. Tapi 10 tahun yang lalu. Nyaman untuk di beberapa wilayah saja, karena selebihnya sih nggak, ya.

Depok punya lokasi yang sangat strategis untuk bermukim. Misalnya, dekat sama Jakarta. Saya sebagai pekerja merasakan keuntungan itu. Tapi, makin lama, ada satu pikiran yang rada ganggu saya. Saya merasa kota ini nggak cocok untuk tinggal sampai tua. Nanti saya jelaskan.

Dari Depok, akses ke mana saja itu dekat

Sekitar tahun 2010 yang lalu, saya kembali ke Depok, tepatnya ke Cinere, setelah menyelesaikan kuliah. Saat itu, penduduk kota ini sudah sangat padat. Beberapa jalanan juga sudah macet. Tapi, buat orang baru, saya masih bisa menerima kondisi ini. 

Bagi saya, akses ke mana saja dari sini masih menjadi keuntungan. Sesuatu yang nggak bisa kamu rasakan kalau tinggal di kota penyangga lainnya. Ke Jakarta jelas dekat. Kalau mau ke Puncak buat liburan, ya nggak jauh banget dibandingkan daerah lain.

Yap, daerah ini punya keunggulan diapit 2 daerah penting, yaitu Jakarta dan Bogor. Soal jarak, mengunjungi kedua daerah tadi nggak terlalu jauh. Tapi soal waktu tempuh, apalagi sekarang, jangan tanya, deh. Omongan orang soal “tua di jalan” itu nyata adanya.

Makin sesak dan kemacetan di sini bikin bikin overthinking

Selagi masih muda, saya nggak ambil pusing soal kemacetan jalan kalau berangkat dan pulang kerja. Yang penting saya kerja, bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin, menabung, dan liburan. Aman sudah. Soal tua di jalan, ah, pikir nanti. Pikiran saya dulu, begitu.

Makin hari, makin bertambah usia, pikiran saya makin nggak sesimple dulu. Depok sudah penuh sesak orang, baik yang singgah maupun menetap. 

Baca Juga:

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

Iya, memang, daerah ini punya semuanya. Mau apa saja tinggal berangkat. Tapi, hari ini, saya harus punya strategi jitu biar nggak terjebak macet. Harus saya akui, tubuh saya ternyata sudah nggak secuek dulu. Saya harus berangkat kerja lebih awal biar nggak kena macet berkepanjangan.

Saat berkendara saja saya harus multitasking, sambil betot gas, saya harus mikir cari jalan alternatif juga kalau-kalau di depan ada kemacetan panjang. Gimana nggak rontok ini badan, sambil naik motor sambil overthinking haha.

Menua di Depok? Coba pikir lagi, deh

Mau menikmati masa tua nanti seperti apa, tentu setiap orang punya skema hidup masing-masing. Nggak ada yang ideal. Ada orang yang ingin masa tuanya tinggal di kota, yang masih bisa ke mall. Ada juga orang yang ingin tinggal di desa menikmati keindahan alam. 

Bebas saja, sih. Tapi saya yakin, setiap orang ingin masa tuanya tenang. Punya ketenangan hidup.

Nah, saya pun sudah membayangkan dengan cara bagaimana saya menikmati masa tua. Intinya sih ingin tenang. Tapi, kalau ingin menua di Depok dengan tenang, rasanya itu jauh dari bayangan. 

Sekarang saja, sekitar tempat saya tinggal sudah sangat padat penduduk, yang akibatnya akan sering terjadi kegaduhan. Entah itu anak muda tawuran, atau maling di siang bolong. Bahkan, kedua aksi tersebut bisa terjadi di waktu yang bersamaan.

Sudah begitu, ingin jalan kaki pagi hari ke luar rumah pun rasanya menakutkan. Jalan-jalan di Depok sangat tidak ramah lansia. 

Banyak bocah cilik naik motor bonceng 3, motor Vario kenalpot brong kebut-kebutan, ah, kacau pokoknya. Untuk kalian yang ingin menua di Depok, sebaiknya pikir lagi, deh.

Sampai saat ini, saya memutuskan untuk nggak menua di Depok. Ke mana ya enaknya? Apakah harus ke Magelang, Mba Intan Ekapratiwi? Atau ke Wonogiri kah, gimana Mas Rizky? Yang pasti sih saya harus kaya dulu, ya, haha.

Penulis: Jarot Sabarudin

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Depok Semakin Berantakan, Tanda Pembangunan Salah Arah?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2025 oleh

Tags: bogordaerah penyangga jakartadepokJakartaJawa Baratkota pensiunPuncak Bogor
Jarot Sabarudin

Jarot Sabarudin

Seorang multitasker yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di hadapan piksel dan cahaya layar. Menekuni berbagai peran dari pagi hingga sore, mengubah tatapan kosong ke monitor menjadi deretan karya dan solusi

ArtikelTerkait

Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Dikelola

Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Kelola

18 April 2025
Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah terminal mojok.co

Sebelum Nuntut Cowok Harus Punya Rumah Sebelum Nikah, Sebaiknya Kalian Cek Harga Rumah Dulu

24 Agustus 2021
Jakarta Japanese School (JJS), TK Jepang ala Shinchan di Jakarta: Kegiatannya Unik, Fasilitasnya Nomor Wahid

Jakarta Japanese School (JJS), TK Jepang ala Shinchan di Jakarta: Kegiatannya Unik, Fasilitasnya Nomor Wahid

23 Februari 2024
CFD Depok Belum Ideal, tapi Saya Tetap Semangat Menikmati (Unsplash)

CFD Depok Belum Ideal, bahkan Muncul Pungli, tapi Saya Tetap Semangat Menikmati

5 Mei 2025
Hotel terdekat dari tempat wisata di Kota Bogor

4 Rekomendasi Hotel Terdekat dari Tempat Wisata Ikonik di Bogor

9 April 2022
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.