Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Tak Ada Solusi, Guru Honorer Tanpa Sertifikasi Dipaksa Sakit Hati Lagi

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
1 Desember 2024
A A
Nasib Guru Honorer Menjelang Idulfitri: THR Nggak Turun, Upah Bulan Lalu Nanti Dulu orang tua guru korea

Nasib Guru Honorer Menjelang Idulfitri: THR Nggak Turun, Upah Bulan Lalu Nanti Dulu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Guru honorer yang belum memiliki sertifikasi seakan dipaksa untuk terus menelan getirnya pengabdian. Hal ini lantaran kebijakan pemerintah yang hanya fokus pada peningkatan gaji bagi guru ASN dan non-ASN dengan sertifikasi. Perlu digarisbawahi, harus sudah memiliki sertifikasi. Jika tidak memilikinya dapat dipastikan tidak ada jaminan dan upah layak sesuai dengan beban kerja yang dilakukan.

Kebijakan timpang tersebut ironisnya dilontarkan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2024. Tentu hal ini memantik kecemburuan khususnya bagi para guru yang belum kebagian memeroleh sertifikasi. Gimana mau kebagian, ketersediaan kuota sertifikasi oleh pemerintah masih cenderung sangat minim. Belum lagi himpitan yang datang karena terkendala biaya atau karena aturan yang ketat dari pihak sekolah, yang pada akhirnya memaksa mereka harus lapang dada menerima kenyataan pahit untuk tidak mendapatkan sertifikasi.

Guru dan jaminan hidup layak

Posisi seorang guru semestinya jadi prioritas untuk diberikan kehidupan yang layak. Tak ada pengecualian bahkan bagi guru honorer yang tidak bersertifikasi. Karena mereka adalah aktor utama yang membentuk kualitas pendidikan. Tanpa adanya jaminan hidup yang layak jangan berharap kualitas pendidikan akan meningkat.

Sebab, bagaimana bisa seorang guru yang merupakan manusia biasa dapat memberikan yang terbaik jika mereka sendiri terhambat oleh kekhawatiran ekonomi, ketidakpastian pekerjaan, dan beban kerja yang tidak proporsional? Stres yang timbul akibat masalah-masalah ini tentu saja akan mengurangi kualitas mereka, sebab mereka harus membagi waktu dan energi untuk hal-hal di luar jam mengajar. Hingga pada akhirnya akan berpengaruh pada hasil belajar siswa yang tidak maksimal.

Beban yang dipikul guru honorer tak sebanding dengan upah yang diterima

Salah satu beban terberat bagi guru honorer adalah ketidakpastian upah yang layak. Gaji yang diterima sering kali sangat rendah dan tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukan sebanyak 74,3% responden guru honorer atau kontrak memiliki penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan. Dari kelompok tersebut, 20,5% di antaranya masih digaji dibawah Rp500 ribu per bulan. Kelewat miris upah yang diterima guru honorer sangat jauh di bawah standar upah minimum regional (UMR).

Padahal beban kerja guru honorer sering kali tak jauh berbeda dibandingkan dengan guru dengan status ASN. Bahkan guru honorer dapat mengajar lebih dari satu mata pelajaran atau bahkan mengajar di beberapa sekolah sekaligus. Dengan jam mengajar yang bisa mencapai 20-30 jam per minggu, mereka juga dituntut untuk mempersiapkan materi ajar, menilai tugas, dan mengevaluasi kemampuan siswa. Bayangkan betapa nelangsanya jadi guru honorer, sudah dapat upah tak layak tapi tetap harus menanggung beban seabrek.

Pemerintah wajib mensejahterakan guru tanpa memandang kasta

Amanat konstitusi adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang mendukung kesejahteraan semua tenaga pengajar. Oleh sebab itu, pemerintah wajib memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru, tanpa melihat kasta mereka dari status ASN, non-ASN, atau honorer.

Penting untuk dipahami, bahwa guru baik yang berstatus ASN, Non-ASN maupun honorer, memiliki peran yang sama penting dalam dunia pendidikan. Semua guru, tanpa memandang perbedaan kastanya, memiliki mimpi dan tujuan yang sama: mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan.

Baca Juga:

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

Oleh karena itu, kesejahteraan guru seharusnya tidak dibedakan berdasarkan status kepegawaian. Apalagi hanya berpatokan dari kepemilikan sertifikasi. Memangnya selama ini sistem pendidikan di lembaga perguruan tinggi yang mencetak para guru belum cukup? Lantas, apa gunanya belajar di pendidikan tinggi dengan kompetensi yang memadai untuk menjadi guru, jika pada akhirnya masih dipaksa untuk mendapatkan pengakuan secara administratif belaka.

Apabila hal ini terus dilanjutkan tanpa solusi yang adil, impian untuk menciptakan pendidikan berkualitas di Indonesia hanya akan menjadi utopia yang sulit diwujudkan. Serta memaksa guru honorer untuk terus menelan sakit hati akibat kebijakan yang tak berpihak kepadanya adalah sebuah kebiadaban.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2024 oleh

Tags: asnGuru HonorerPPGsertifikasi
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Guru SD Cuma Manusia Biasa tapi Dituntut Serba Bisa. Jangan Menaruh Ekspektasi Berlebihan pada Kami

Kalau Mau Cari Uang Jangan Jadi Guru, Terus Mereka Mau Makan Apa? Tenaga Dalam?

7 September 2025
Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah Mojok.co

Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah

24 September 2025
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Kata Siapa Gaji Guru Swasta itu Bercanda? Gaji Kami Gede kok (Syarat dan Ketentuan Berlaku)!

Andai Gaji Guru Naik, Berapa Persentase Kenaikan yang Ideal? Apakah Bisa Sebanyak Tukin Kementerian?

25 September 2024
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

13 April 2026
Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Nadiem Makarim Kaget Ada Orang Indonesia Nggak Punya Listrik, Plis Jangan Kasih Tahu Beliau Gaji Guru Honorer Berapa

6 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula Mojok.co

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

29 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.