Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Pertanyaan yang Membuat Orang Jogja Kesal

Kenia Intan oleh Kenia Intan
1 November 2024
A A
5 Pertanyaan yang Membuat Orang Jogja Kesal Mojok.co

5 Pertanyaan yang Membuat Orang Jogja Kesal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja (baca: Yogyakarta) bukan daerah yang asing bagi sebagian besar orang Indonesia. Daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan lokal, bahkan mancanegara. Popularitas Jogja jelas memudahkan saya sebagai warga asli sana. Ketika berkenalan dengan orang baru, mereka dapat dengan mudah mengenali daerah asal saya. 

Persoalannya datang setelah itu. Ketika mengetahui saya berasal dari Jogja, mereka biasanya mengajukan berbagai macam pertanyaan. Nah, pertanyaan-pertanyaan inilah yang kadang membuat saya sebagai warga Jogja gemas. Mungkin mereka bermaksud basa-basi, hanya saja, lama-lama lelah juga menanggapi basa-basi yang sama. 

#1 “Rumahnya dekat Malioboro?”

Sebenarnya saya bisa memahami akar pertanyaan semacam ini bisa muncul. Kebanyakan orang yang saya temui datang ke Jogja untuk berwisata selama beberapa hari saja. Tentu tidak semua tempat bisa dikunjungi dalam waktu yang singkat. Itu mengapa, tempat wisata ikonik seperti Jalan Malioboro, Kawasan Merapi, hingga Pantai Parangtritis yang menjadi destinasi utama. 

Sayangnya, tempat-tempat itulah yang selalu menjadi acuan mereka ketika menanyakan tempat tinggal saya. Padahal, Jogja itu luas dan tidak semua warganya tinggal berdekatan dengan kawasan-kawasan wisata ikonik itu. 

Beruntungnya, tempat tinggal saya cukup mudah untuk dijelaskan. Ketika mendapat pertanyaan “Rumahnya sebelah mana Malioboro?” Saya yang tinggal di Jalan Kaliurang dapat dengan mudah menjelaskan bahwa rumah saya jauh dari Malioboro dan lebih dekat ke Gunung Merapi. Saya yakin mereka tidak tahu persis tempat tinggal saya, tapi biasanya mereka cukup puas dengan jawaban itu dan hanya manggut-manggut.  

#2 “Setiap hari makan gudeg ya?”

Gudeg memang makanan khas dari Jogja, tapi itu bukan berarti warganya setiap hari makan panganan yang satu ini. Terlebih, di Jogja ada banyak sekali pilihan makanan yang tidak kalah nikmat dari gudeg. Mungkin, pertanyaan tersebut hanya basa-basi saja, tapi alangkah lebih baik mulai cari alternatif basa-basi lainnya ya. 

#3 “Kuliah di UGM ya?”  

Pertanyaan ini berkali-kali saya dapat ketika pertama kali merantau ke Jakarta untuk bekerja. Ketika memperkenalkan diri berasal dari Jogja, orang lain akan bertanya asal kampus saya. Tidak sedikit yang langsung nembak, “Dulu dari UGM ya?”

Memang tidak ada yang salah dari pertanyaan itu. Toh, kenyataannya, Universitas Gadjah Mada alias UGM memang universitas negeri yang populer dan jadi idaman banyak orang dari luar Jogja.  Hanya saja, saya ingin mengingatkan, Jogja memiliki banyak sekali universitas negeri dan swasta berkualitas selain UGM. Jumlah mahasiswanya tidak kalah banyak dari mereka yang menempuh pendidikan tinggi di UGM.  Itu mengapa, tidak semua yang berasal atau kuliah di Jogja selalu dari UGM, bisa juga dari universitas lain. 

Baca Juga:

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

#4 “Makanan Jogja murah-murah ya?”

Saya memahami mayoritas makanan di Jogja lebih murah daripada kota-kota besar lain, Jakarta misal. Itu mengapa ketika wisatawan dari kota besar datang ke Jogja, mereka selalu kaget dengan harga makanan dan minuman yang begitu murah. Apalagi makan dan minuman yang dijual tidak di kawasan wisata. 

Hanya saja, saya ingin meluruskan, tidak semua harga makanan dan minuman Jogja murah. Ada juga tempat makan dengan harga seperti di kota-kota besar. Terkadang saya sampai terheran-heran, bisa-bisanya mematok harga sebegitu tinggi di kota dengan UMR tiarap ini. Lebih herannya lagi, tempat makan seperti itu masih ramai pembeli lagi.  

Itu mengapa, ketika saya menerima pertanyaan itu, saya selalu merespon dengan “Tergantung makan di mana sih.” 

#5 “Jogja ke mana-mana deket ya?”

Saya selalu kebingungan merespon pertanyaan “Jogja ke mana-mana deket ya?” Pertama, saya tidak tahu “ke mana-mana” yang dimaksud. Apakah lokasi antar destinasi wisata yang ada di kota? Kedua, suatu jarak terasa terasa dekat atau jauh itu sangat subjektif. Mungkin saja suatu jarak yang terasa dekat bagi saya, tapi terasa jauh bagi orang lain. Belum lagi mempertimbangkan transportasi yang dipilih dalam menempuh perjalanan. Intinya, pertanyaan itu tidak bisa di jawab. 

Itu mengapa, ketika menerima pertanyaan tersebut, saya selalu memastikan ulang lokasi yang dimaksud. Mengingat para penanya ini sebagian besar  mampir ke Jogja sebagai wisatawan, saya tidak heran kalau “ke mana-mana” yang dimaksud adalah destinasi wisata dalam kota. Kalau itu mah, saya bisa dengan mantap menjawab, “Iya dekat dan bisa naik berbagai macam moda transportasi.”

Di atas beberapa pertanyaan yang berkali-kali saya terima sebagai warga Jogja. Sebenarnya saya tidak masalah meladeni rasa penasaran tersebut, hanya saja kadang agak bosan menerima pertanyaan yang sama berkali-kali. Rasa bosan yang bisa menjelma jadi rasa kesal kalau mood saya sedang buruk. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Hal yang Wajar di Wonosobo, tapi Nggak Lumrah di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2024 oleh

Tags: JogjaOrang Jogjapariwisatawisata jogja
Kenia Intan

Kenia Intan

ArtikelTerkait

Lampu Merah Pasar Demangan Jogja, Lampu Merah yang Bikin Kalian Kehilangan Kewarasan lampu lalu lintas, lampu sein

Lampu Merah Pasar Demangan Jogja, Lampu Merah yang Bikin Kalian Kehilangan Kewarasan

1 Agustus 2024
Harapan untuk 'Gubernur Baru' Jogja yang Akan Dilantik pemilihan gubernur jogja

Harapan untuk ‘Gubernur Baru’ Jogja yang Akan Dilantik

22 Mei 2022
Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Setelah Merasakan Tinggal di Jogja, Ternyata Jogja Tidak Semurah yang Digembar-gemborkan

22 Januari 2026
Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan terminal mojok.co

Perbedaan Mendasar Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Yogya, dan Jogja

30 Januari 2021
Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg hingga Sering ke Sarkem! Mojok.co

Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg dan Sering ke Sarkem!

9 November 2023
Orang yang Bikin Viral Kasus Parkir Bis di Jogja Memang Pantas Dilaporkan

Orang yang Bikin Viral Kasus Parkir Bis di Jogja Memang Pantas Dilaporkan

22 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Tidak Sekadar Mengajar, Guru Les Online Wajib Menghibur agar Tidak Ditinggal Murid-muridnya Main Game Terminal

Tidak Sekadar Mengajar, Guru Les Online Wajib Menghibur agar Tidak Ditinggal Murid-muridnya Main Game

20 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.