Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Alasan Pengendara Yamaha RX-King Suka Blayer di Jalanan, Bukan Sekadar Iseng

Budi oleh Budi
9 Oktober 2024
A A
Pembelaan Penegndara Yamaha RX-King: Kami Blayer-blayer Itu Ada Alasannya, Tidak Cuma Iseng Mojok.co

Pembelaan Penegndara Yamaha RX-King: Kami Blayer-blayer Itu Ada Alasannya, Tidak Cuma Iseng (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya akui Yamaha RX-King memang motor yang kencang. Kapasitas mesin di atas kertas yang hanya 135 cc tak serta merta menyurutkan performa mesin di jalanan. Tak ayal, selain disebut sebagai motor jambret, Yamaha RX-King juga mendapat julukan Jet Darat: cepat, beringas, dan suaranya mengganggu betul. Saking cepatnya, di era 90-an motor ini banyak digunakan para bandit untuk melancarkan aksi jambret. 

Itu semua dulu, kini citra kriminal pada Yamaha RX-King perlahan luntur. Walau begitu, motor ini tidak serta merta lepas dari stereotipe negatif. Sampai sekarang RX-King masih amat lekat sama sebutan motor arogan, motor begajulan, motor bleyeran yang seringkali bikin bising seantero jalanan. Motor jalan ugal-ugalan main blayer sana sini, kan gateli (baca: menyebalkan). 

Terlepas dari semua stereotipe buruk, opara pengendara Yamaha RX-King punya pembelaannya sendiri. Mereka memang tak menampik soal berbagai fakta yang ada di jalanan, tapi itu semua ada alasannya. Sebelum membahasnya lebih jauh, saya jelaskan dulu arti kata blayer. Blayer adalah melakukan menginjak grip gas hingga rpm tinggi, biasanya hal ini dilakukan berulang kali hingga menciptakan suara yang mengganggu telinga. 

Alasan kenapa pengendara Yamaha RX-King suka blayer

Saya ketemu seseorang yang enggan untuk disebut namanya, dia punya dua Yamaha RX-King. Dua kendaraan kesayangannya itu berasal dari tahun 90-an. Teman saya ini mengakui sudah sangat mencintai motor kencang ini sejak SMP. Dulu (katanya) waktu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, dia melihat banyak orang menggunakan Yamaha RX-King. Saking sering melihat orang-orang mengendarai motor RX-King dan terlihat maskulin, dia lantas menjadikan RX-King sebagai salah satu tujuan yang harus dipunyai. 

Terlepas dari rasa cintanya terhadap motor ini, dia tak menampik memang ada arogansi dan perasaan “ninggi” saat naik RX-King. Namun, dia punya alasan sendiri sebagai pembelaan. Menurutnya, orang-orang yang naik RX-King sebenarnya tidak punya karakter buruk seperti arogan atau sombong. Hanya saja, knalpot racing yang terpasang di kendaraan  mau tidak mau menciptakan kesan itu. 

“Sebenarnya, bagi yang naik 2-tak pasti sudah mafhum kalau mengendarai jenis motor satu ini beda sama motor sekarang (4-tak). Butuh teknis khusus,” begitu pembelaan dia. 

Katanya, ada cara khusus biar mesinnya awet dan nggak gampang jebol. Misalnya saja pas nurunin gas itu nggak boleh langsung lepas gas gitu aja. Sebab, kalau kayak begitu, mesin rawan jebol karena suplai oli samping kurang “rich”. Maka dari itu, pas nurunin gas kudu pelan-pelan serta perlu sedikit digeber-geber agar oli samping yang keluar tetap stabil. Oli samping selain melumasi ruang bakar juga penting untuk menjaga suhu mesin supaya tidak  overheated. 

Semua yang disampaikan oleh kawan saya itu benar-benar berbeda dengan pengetahuan saya selama ini. Saya, kira mengendarai Yamaha RX-King layaknya motor lain, tinggal gas, rem, tekan kopling, masukin persneling. 

Baca Juga:

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

Pengendara yang arogan itu oknum

Di lain waktu, teman saya sendiri menyangkal soal RX-King yang ugal-ugalan. “Positif thinking aja mungkin lagi dikejar masa, eh, maksudnya udah ditungguin pacarnya kali.” Menurut dia, nggak semua pengendara RX-King begajulan. Pengendara yang begitu biasanya oknum (oknum tapi kok hampir semuanya begitu? hehehe). 

“Lihat saja bagaimana aku pas pakai motor dari Yamaha ini? Santai dan santun, kan?” Kata teman saya melanjutkan pernyataannya. Padahal saya ingat betul dia pernah hampir nyungsep di sawah bersama kendaraan kesayangannya itu. 

Dia mengelak, waktu itu dia masih muda, jiwa coba-cobanya masih membuncah. Selain itu dia menekankan, naik motor 2-tak seperti Yamaha RX King memang harus pandai-pandai menjaga putaran mesin biar enak. Kalau main asal lepas gas, selain bisa bikin mesin riskan jebol, bisa membuat proses selanjutnya nggak nyaman. Berat tarikannya. 

Mobil plat hitam pakai strobo lebih arogan

Menurut teman saya, dibanding Yamaha RX King ada pengguna jalan  lain yang lebih arogan, yakni mobil-mobil hitam yang pakai lampu strobo. Kendaraan ini kerap kali meminta didahulukan di jalanan, tidak peduli jalan sedang macet-macetnya. Benar-benar nggak bisa membaca situasi. 

“Kalau yang naik RX-King tuh masih santai, kalau macet yang nggak songong minta jalan. Pokoknya lebih santun deh dari mobil-mobil pakai strobo atau rombongan MOGE yang kebut-kebut itu.” begitu pembelaannya. 

Saya tidak menjawab omongan dia. Namun dalam hati saya cuman mbatin, begitulah manusia. Selalu nggak ngerasa salah dan malah memberikan contoh hal yang dianggap lebih salah biar nggak disalahin. Padahal sama-sama salah, terutama RX-King menggunakan knalpot racing.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Motor Bebek Jauh Lebih Bakoh dan Bisa Diandalkan daripada Motor Matic

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2024 oleh

Tags: knalpotRX kingyamahayamaha rx king
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Yamaha Mio 3 Kebiasaan Buruk Pemilik Matik yang Gampang Kambuh. (Unsplash.com) tiara 120 s mio soul karbu

Yamaha Mio: 3 Kebiasaan Buruk Pemilik Matik yang Gampang Kambuh

22 Juli 2022
Knalpot Purbalingga: Berawal dari Dandang, Berakhir Jadi Legenda

Knalpot Purbalingga: Berawal dari Dandang, Berakhir Jadi Legenda

30 November 2022
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Beli Motor Suzuki di Masa Kini Masih Worth It Nggak, ya?  

7 Desember 2024
Aerox 155, Motor Yamaha Biasa yang Dibikin Luar Biasa oleh Sosial Media

Aerox 155, Motor Yamaha Biasa yang Dibikin Luar Biasa oleh Media Sosial

27 Agustus 2025
Honda BeAt Adalah Motor Matic yang Knalpot-nya Paling Sering Dibikin 'Mberrr' terminal mojok.co

Honda BeAt Adalah Motor Matic yang Knalpot-nya Paling Sering Dibikin ‘Mberrr’

30 September 2020
4 Ide Modifikasi Motor yang Norak, Sebaiknya Jangan Ditiru Mojok.co

4 Ide Modifikasi Motor yang Norak, Sebaiknya Jangan Ditiru

4 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

22 Mei 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

Nasib Guru PNS Muda di Sekolah Boomer: Dianggap Dewa Teknologi, Berakhir Jadi Kurikulum Abadi

24 Mei 2026
3 Alasan Mengapa Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

3 Alasan Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

26 Mei 2026
Ketika Jogja Menampar Orang Makassar yang Sedang Merantau (Unsplash)

Culture Shock Orang Makassar ketika Merantau ke Jogja: Ketika Sopan Santun Orang Jogja Lebih Misterius ketimbang Rumus Fisika Kuantum

27 Mei 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar”

28 Mei 2026
Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita Mojok.co

Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita

23 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.