Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Magelang Tempat Pensiun Terbaik di Jawa Tengah Mengalahkan Wonosobo

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
8 Agustus 2024
A A
Magelang Tempat Pensiun Terbaik di Jawa Tengah Mengalahkan Wonosobo

Magelang Tempat Pensiun Terbaik di Jawa Tengah Mengalahkan Wonosobo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dilihat dari berbagai aspek, Magelang memang lebih unggul dibandingkan Wonosobo.

Pembahasan soal tempat pensiun terbaik akan selalu memicu perdebatan. Mengingat sejatinya tiap daerah di Indonesia punya plus dan minusnya masing-masing, pasti akan ada orang yang pro dan kontra. Ditambah lagi tiap daerah juga punya wilayah yang luas sehingga nggak bisa dipukul rata bahwa setiap jengkal daerahnya layak ditinggali sebagai tempat pensiun.

Maka nggak heran kalau banyak orang yang punya pendapat berbeda-beda tentang tempat menghabiskan masa tua terbaik di Indonesia. Misalnya, ada pendapat bahwa di Provinsi Jawa Tengah terdapat dua kandidat kabupaten yang cocok dijadikan tempat pensiun. Mereka adalah Wonosobo dan Magelang. Kedua kabupaten ini sudah pasti dikenal oleh masyarakat lah ya, kecuali mereka yang bolos pelajaran IPS dan Geografi.

Wonosobo dan Magelang kebetulan terkenal akan ikon-ikon wisatanya. Yang satu populer karena Candi Borobudur, satunya lagi karena Dieng. Itu cuma salah satu  karena semua pun tahu bahwa Wonosobo dan Magelang punya banyak sekali tempat wisata. Orang-orang yang melancong ke dua kabupaten tersebut jadi berpikiran untuk menikmati masa pensiun di sana karena keduanya tampak damai dan jauh dari ingar bingar perkotaan.

Selain karena wisatanya, keduanya pun punya karakteristik yang mirip sebagai daerah rural. Buat yang mau pensiun di sini, sudah tahu kan kalau tinggal di pedesaan itu modal dan biaya sosialnya tinggi? Pensiunan dari kota harus siap dong dengan konsekuensi srawung dan nyumbang yang rutin dilakukan. Kedua kegiatan ini mungkin nggak pernah masuk rencana pengeluaran selama masih bekerja di kota.

Membandingkan Wonosobo dan Magelang untuk menentukan tempat pensiun terbaik hanya sah dengan membedah fasilitas umum yang berkaitan sama masa tua. Dan berikut ini analisisnya.

Aksesibilitas Wonosobo dan Magelang

Semakin tua, badan nggak akan seprima dulu. Saat masih muda, pulang larut dan kena angin tiap malam pun badan masih tahan banting. Tapi begitu usia makin bertambah senja, duduk di motor dua jam saja sudah bisa bikin kaki dan pinggang pegal seharian.

Calon pensiunan yang memang niatnya hanya menghabiskan waktu di rumah dan sekitarnya tanpa pergi jalan-jalan atau liburan akan lebih cocok tinggal di Wonosobo. Kondisi jalan di Wonosobo cenderung lebih banyak rusaknya. Jalan berlubang, ditambah dengan kontur yang naik-turun pasti jadi tantangan buat para pensiunan. Belum lagi kendaraan dari kota, yang terbiasa dengan medan landai, harus rutin diservis begitu masuk ke Wonosobo.

Baca Juga:

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

Tapi kalau calon pensiunan masih pengin main dan cari angin di Semarang atau Jogja yang ramai, Magelang akan lebih masuk di akal. Jalanan di Magelang relatif lebih landai. Letaknya pun ada di jalur penghubung Jogja, Temanggung, Semarang, bahkan Jakarta sehingga mudah untuk mendapatkan kendaraan umum. Pakai kendaraan pribadi pun masih lumayan nyaman.

Soal fasilitas kesehatan, Magelang lebih unggul dibandingkan Wonosobo

Nggak bisa dimungkiri bahwa tubuh akan semakin renta seiring bertambahnya usia. Frekuensi kontrol dan periksa mungkin akan lebih banyak dilakukan ketimbang saat muda dulu.

Untuk urusan ini, Magelang lebih unggul dibandingkan Wonosobo. Fasilitas kesehatan di Magelang lebih mudah diakses. Magelang punya setidaknya ada empat buah rumah sakit umum daerah (satu di Kota Magelang). Letak tiap RSUD pun tersebar di beberapa kecamatan.

Sementara itu, fasilitas kesehatan di Wonosobo masih terpusat di ibu kota kabupaten. Calon pensiunan yang memilih tinggal di daerah yang agak pelosok mungkin akan lebih effort untuk mengakses fasilitas kesehatan.

Kedamaian tempat tinggal

Saya yakin calon pensiunan yang mempertimbangkan Wonosobo dan Magelang pasti mau menepi dari kebisingan. Setelah lelah puluhan tahun menjalani rutinitas yang nggak jauh-jauh dari bolak-balik rumah dan kantor dengan tanggung jawab berupa pekerjaan yang menumpuk, rasanya pengin membersihkan otak dan jiwa dari hiruk pikuk perkotaan.

Kalau memang benar-benar pengin hidup dengan kebisingan seminimal mungkin, akan lebih baik jika calon pensiunan memilih Wonosobo. Sebagian besar wilayah di Wonosobo berupa dataran tinggi yang asri. Letaknya ini membuat Wonosobo senantiasa diselimuti hawa dingin yang membuat warganya agak mager untuk pergi jauh-jauh. Orang Wonosobo pun harus effort kalau mau keluar rumah karena kondisi jalan jelek, ditambah dengan elevasi yang tinggi.

Sementara itu sebagian wilayah Magelang masuk kategori suburban. Secara administratif termasuk pedesaan tapi sifat daerahnya sudah mirip perkotaan. Kalau malas dengan kendaraan lalu lalang dan mulai menjamurnya kafe kekinian yang digandrungi anak muda, mending pilih Wonosobo saja.

Gaya hidup

Kalau ini sih balik ke preferensi tiap orang, ya. Jenis hiburan, kegiatan, hingga makanan yang mau dicari tergantung pada kesukaan si calon pensiunan itu sendiri.

Wonosobo dan Magelang sama-sama punya banyak tempat healing yang asri. Tapi kalau masih pengin main ke mall, nonton bioskop, atau makan fancy di restoran, Magelang akan jadi pilihan yang lebih tepat. Cari kegiatan atau komunitas hobi pun relatif lebih gampang di Magelang.

Soal biaya hidup, keduanya nggak beda jauh. Pengeluaran per bulan tiap orang tetap tergantung gaya hidup juga kan.

Membandingkan Wonosobo dan Magelang untuk menentukan tempat pensiun terbaik memang sulit. Soalnya keputusan mana yang lebih unggul kembali lagi ke preferensi tiap orang. Mau tinggal di daerah yang benar-benar sunyi atau masih pengin bisa nyicip rasa kota sedikit-sedikit? Kalau saya sendiri, sih, lebih memilih Magelang, yaaa.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2024 oleh

Tags: jawa tengahmagelangtempat pensiunwonosobo
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Wonogiri Menyimpan “Tempat Terpencil” yang Ideal untuk KKN (Unsplash)

Kecamatan Paranggupito, Tempat “Terpencil” di Wonogiri yang Bakal Memanjakan Mahasiswa KKN

18 Desember 2023
Banjarnegara Masuk Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Masih Punya Desa Merden yang Bisa Dibanggakan

Banjarnegara Masuk Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Masih Punya Desa Merden yang Bisa Dibanggakan

9 Agustus 2024
Soreang, Tempat Pensiun Paling Ideal di Kabupaten Bandung

Soreang, Tempat Pensiun Paling Ideal di Kabupaten Bandung

16 Maret 2024
4 Oleh-Oleh Magelang yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Pantas Jadi Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Magelang yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Pantas Jadi Buah Tangan

7 Juni 2025
Logat Khas Pati yang Malah Jarang Dipahami Orang Pati Sendiri

Logat Khas Pati yang Malah Jarang Dipahami Orang Pati Sendiri

11 Februari 2024
Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya!

Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya

23 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.