Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis

Fitrotin Nisak oleh Fitrotin Nisak
21 Februari 2024
A A
Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis Mojok.co

Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya orang Jombang yang merantau ke Magelang. Saat awal merantau, saya melihat banyak sekali penjual kupat tahu Magelang di pinggir jalan. Namun, pada saat itu saya belum tertarik mencicipi kuliner khas Kota Sejuta Bunga itu. Dalam benak saya, mungkin bentuk dan rasanya tidak jauh berbeda dengan tahu campur atau tahu tek Surabaya. 

Setelah kira-kira 2 tahun menetap, saya baru tertarik mencicipi Kupat Tahu Magelang. Iya, saya tahu sangat terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? Ternyata bayangan saya akan kupat tahu seperti tahu campur atau tahu tek salah total. Kuliner khas Magelang ini terlalu unik hingga tidak cocok di lidah Jombang saya yang gemar rasa pedas. 

ADVERTISEMENT

Rasa kupat tahu Magelang dominan manis

Rasa kupat tahu Magelang cenderung manis sekalipun saya sudah memesan tingkat kepedasan yang paling tinggi. Memang ada pedas-pedasnya sih, tapi terasa hanya menggelitik di mulut saja. Sebenarnya rasa manis kupat tahu tidak begitu mengejutkan saya, mengingat kuliner Magelang lain juga lebih dominan rasa manis. Hanya saja, rasa manis pada makanan ini begitu unik dan nggak cocok di lidah saya yang gemar pedas. 

Saya justru lebih terkejut pada bumbu kacangnya yang dicampur dengan jahe. Rasa yang benar-benar baru untuk lidah Jombang saya. Berkali-kali saya mencicipinya dengan seksama, barangkali saya terlewat sisi nikmatnya. Sebab, kata teman-teman saya, justru rasa kacang dan jahe itulah yang menambah kenikmatan kupat tahu Magelang. Namun, hingga saat ini, lidah Jombang ini tidak kunjung menemukan sisi nikmatnya. 

Tekstur bumbu kacang yang encer

Selain bumbu kacang yang dicampur dengan jahe, tekstur bumbu kacang di kupat tahu Magelang juga membuat saya terkejut. Baru kali ini saya melihat bumbu kacang sangat encer. Bumbu kacang yang biasa saya lihat bertekstur kental soalnya, seperti di bumbu gado-gado dan ketoprak. 

Keseringan menjajal bumbu kacang bertekstur kental membuat bumbu kacang di kuliner satu ini terasa aneh. Kalau menurut lidah saya, kupat tahu akan lebih terasa nikmatnya kalau bumbunya dibuat kental. Membayangkan kupat, tahu, dan sayur-mayur dicampur dengan bumbu yang kental benar-benar menggoda. Eh, ini menurut lidah saya aja lho. 

Di atas pengalaman saya sebagai orang Jombang dengan lidah yang terbiasa dengan rasa pedas mencicipi kupat tahu Magelang. Di lidah saya memang nggak begitu cocok karena terlalu manis dan bumbunya terlalu encer. Tapi, ini bukan berarti panganan ini nggak layak dicoba lho. Saya sarankan kepada kalian untuk mencicipinya ketika mampir ke Kota Sejuta Bunga ini. Sangat mudah kok untuk menemukannya karena banyak dijajakan di pinggir jalan. 

Penulis: Fitrotin Nisak
Editor: Kenia Intan 

Baca Juga:

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

BACA JUGA Jalan Nasional Jombang yang Nggak Keurus Jadi Mimpi Buruk Pengendara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: bumbu kacangJombangkuliner khas magelangkupat tahukupat tahu magelangmagelangorang jombang
Fitrotin Nisak

Fitrotin Nisak

Menjalani peran sebagai anak perempuan pertama dengan segala dinamikanya. Mengimbangi tanggung jawab harian dengan hobi berkelana dari satu kedai ke kedai lain, sambil mencari ketenangan dalam secangkir kopi dan kebahagiaan kecil

ArtikelTerkait

Kecamatan Pagu Kediri, Jalur Penghubung Kediri-Jombang yang Bikin Pengendara Mengingat Kematian

Kecamatan Pagu Kediri, Jalur Penghubung Kediri-Jombang yang Bikin Pengendara Mengingat Kematian

2 Februari 2024
3 Hal yang Tak Bisa Dilakukan di Magelang Terminal Mojok

3 Hal yang Tak Bisa Dilakukan di Magelang

29 Mei 2022
lotek jogja kuliner inovasi kebablasan mojok

Lotek Jogja, Kuliner yang Terlampau Inovatif

5 Agustus 2021
7 Alasan Jombang Layak Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Timur Mojok.co lamongan

Jombang dan Lamongan, Saudara Senasib Sependeritaan: Sama-sama Dihimpit Tetangga yang Maju, Sama-sama Punya Infrastruktur Remuk

15 November 2025
Sumber Gambar Blendrang: YouTube Magelang Food Hunter

Blendrang, Bubur Tulang dengan Rasa Unik Khas Gunungpring, Magelang

16 Oktober 2021
Purwokerto Aneh: Ada Soto, Bakso, hingga Opor Ayam Campur Kacang di Sini

Purwokerto Aneh: Ada Soto, Bakso, hingga Opor Ayam Campur Kacang di Sini

11 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.