Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Perihal 8 Tuntutan BCS: Apa Perlu Rekrut Kojiro Hyuga Dulu Baru Diperhatikan?

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
4 Maret 2020
A A
Perihal 8 Tuntutan BCS: Apa Perlu Rekrut Kojiro Hyuga Dulu Baru Diperhatikan?
Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang disampaikan oleh BCS (Brigata Curva Sud) sebenarnya merupakan apa yang diinginkan oleh seluruh tim di dunia, tanpa terkecuali. Yang tidak ingin, barangkali tim tersebut tidak ingin masuk ke ranah profesional dan maju. Sebagai gambaran umum, 8 tuntutan merupakan surat cinta BCS kepada pihak PT. Putra Sleman Sembada (PT. PSS). Isinya menitik beratkan bahwa sepak bola tidak hanya berkutat pada 90 menit pertandingan saja, lebih dari itu sepak bola merupakan badan organis yang mengharuskan semua pihak terlibat di dalamnya.

Delapan tuntutan sangatlah logis dan penting untuk sepak bola ke arah yang lebih profesional. Di mana hal tersebut merupakan syarat wajib dalam membentuk tim yang lebih profesional. Beberapa poin dapat menyelamatkan PS Sleman jika musim ini dapat masuk zona Asia, dengan mudah mereka akan lolos kualifikasi jika memenuhi delapan tuntutan tersebut dengan baik.

Delapan tuntutan ini sebenarnya bisa dilaksanakan asalkan runtut. Satu per satu dan berkala. Nah, sebagai bahan rujukan kepada PT. PSS, saya hendak memberi masukan dengan cara yang berbeda. Yakni membayangkan jika saja PSS merekrut mega bintang sepakbola Jepang, Kojiro Hyuga temannya Tsubasa Ozora. Dengan merekrut si pemilik tendangan macan, maka PT. PSS bisa mengerti mengapa kami-kami ini begitu gemes untuk menuntut 8 tuntutan.

Tidak semua saya bahas, tapi cukuplah menghimpun mengapa 8 tuntutan sangat krusial untuk segera dicanangkan oleh PT. PSS. Mari, lurr.

Satu: Lapangan Untuk Berlatih

Kojiro Hyuga ini pemain bar-bar dan dilatih secara bar-bar pula oleh pelatihnya, Coach Kira. Porsi latihan Hyuga ini sangat mengerikan, menembus badai, menendang bola yang terbuat dari batu hingga mengalahkan ombak di Pantai Okinawa yang terkenal ganas walau tidak seganas Pantai Selatan. Tiap menendang bola, macan akan keluar dari belakang. Belum lagi jika Hyuga mengeluarkan final raiju shoot yang bisa bikin lapangan rempal dan retak-retak.

Sedangkan latihan perdana PSS untuk menyambut musim 2020 ini bertempat di Lapangan Lapangan Sepak Bola Yogyakarta Independen School. Lapangan ini berada di Dusun Jombor Lor, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman. Bukan mengeluh perihal kualitas karena lapangan ini sangat cocok untuk berlatih. Namun, apa Mas Hyuga merasa nyaman latihan di sini?

Mungkin jika Hyuga berlatih di sini, biaya sewa bukan apa-apa ketimbang biaya nomboki kerusakan lapangan kepada pihak Yogyakarta Independen School. Ketika diwawancarai, Hyuga pasti mlengos, “Ya, mau gimana lagi, Mas. Saya bermain untuk PS. Sleman kan dibayar, jadi merupakan sebuah kewajiban saya untuk melatih tendangan macan saya. Ya begini risikonya, lapangan menjadi rusak. Kecuali PT. PSS membuat lapangan berlatih sendiri untuk tim, maka saya jamin tendangan saya akan semakin terasah dengan baik.”

Wartawan pun terkejut, “Jadi kerusakan akibat tendangan Mas Hyuga tadi belum ada apa-apa?” Kojiro Hyuga tidak menjawab pertanyaan wartawan tersebut dan hanya tertawa sembari membenarkan kacamatanya. Rambut berombak warna hitam super keren yang menyaingi Super Saiyan itulah yang menjawab pertanyaan dari wartawan.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Dua: Mes untuk PSS Sleman

Hyuga juga merupakan seorang anak yang lahir dalam keluarga kurang beruntung. Menjadi tulang punggung untuk ketiga adiknya yang masih belia, dijadikan hal itu tambahan semangat untuk melampiaskan kepada sepak bola. Tak ayal bahwa berbekal porsi latihan dan latar belakang keluarga menjadikan Hyuga sebagai striker bar-bar yang selalu berteriak ketika menendang bola. Tidak ada kiper yang bisa membendung amarahnya, barangkali hanya Bom Bom dari PS. Bojong, rekan seperjuangan Ronaldowati, yang bisa menggagalkannya.

Seganas-ganasnya tendangan Hyuga, pasti memiliki sisi melankoli tersendiri dalam benaknya. Pendidikan adik-adiknya adalah prioritas utama bagi Hyuga. Dan berbekal transfernya dari Juventus ke PS. Sleman, Hyuga tentu mempertimbangkan hidupnya selama di Sleman. Gaji tidak masalah lantaran dirinya sempat dipinjamkan ke Reggina Calcio. Tentu hinggar bingar Serie C berbeda dengan Liga Satu. Hyuga hanya ingin memastikan dirinya diurus dengan baik dan diberikan tempat tinggal yang layak.

“Tidak harus mahal atau mewah,” kata Hyuga dalam wawancara bersama Portal Halu. “Tidak mungkin ibu dan adik-adik saya di Jepang tidur di tempat sederhana dan saya meminta fasilitas mewah kepada PS. Sleman. Yang saya inginkan hanyalah mes untuk diri saya dan kehidupan sehari-hari. Mes di sini sangat berguna untuk adaptasi saya dari Italia. Juga, mes atlit sangat membantu saya untuk mengenal karakter rekan-rekan di PS. Sleman.”

Tiga: Program Pembinaan dan Akademi Usia Muda PS. Sleman

Memiliki pemain kelas atas, selain memberikan fasilitas, juga bisa mengambil hatinya dan membuat nyaman. Misalkan mengundang keluarga Hyuga yang di Jepang untuk menikmati pariwisata Yogyakarta. Selain itu, beri saja beasiswa adik-adik Hyuga untuk sekolah di sini. Bisa saja adik-adik Hyuga berteman dengan Kiyomi dan Zizou, anak dari Irfan Bachdim.

Kalau beasiswa untuk adik-adik Hyuga terlampau berat, mbok yao PT. PSS sekalian saja bikin sekolah sepak bola. program pembinaan dan Akademi Usia Muda PS. Sleman ini merupakan program grassroot dalam keberlanjutan tim ke depannya. Tidak hanya adiknya Hyuga, termasuk putra daerah yang memiliki harapan tinggi atas hidupnya kepada sepak bola. Anak-anak di Sleman dan sekitarnya juga memiliki mimpi, dan membuat akademi bukan hanya perihal pragmatis saja. Namun hadirnya akademi adalah sebagai rujukan dari ketentuan peserta Liga Satu Indonesia atau Elite Pro Academy.

Empat: Manfaatkan dan Utamakan Peran Ofisial Media PS. Sleman

Kembali mengutip penuturan Kojiro Hyuga dalam Portal Halu, ia mengatakan bahwa mengetahui PS. Sleman dari BCS itu sendiri. Ia melanjutkan, “Waktu saya ngaso di Pantai Turin, saya iseng buka YouTube dan menemukan video kegilaan ultras di Indonesia. Dan BCS yang menarik perhatian saya untuk menandatangani kontrak bersama PS. Sleman. Siapa, sih, yang tidak mau bermain di depan ratusan ribu manusia yang berteriak secara mantap dan membentuk koreo-koreo yang bikin saya deg-degan? Oh, iya, saya juga ingin bernyanyi “Sampai Kau Bisa” dan rasanya saya ikhlas mempertaruhkan harga diri sebagai pesepakbola maskulin untuk menangis ketika mendengar lagu luar biasa itu!”

Dan ketika sang wartawan bertanya apa saran-sarannya agar banyak pemain bintang yang tahu, ia melanjutkan, “Jelas bahwa ofisial media harus lebih bergerak aktif. Selama ini saya melihat kehebatan BCS dan magisnya sepak bola Sleman dari akun sepakbola seperti Copa90. Padahal, BCS adalah aset bagi PS. Sleman. Sekaligus medan magnet untuk menarik pemain hebat seperti saya, hehehe.”

Hal ini juga sepatutnya ditanggapi secara serius. Mengutip dari Tribe, disebutkan bahwa PT. PSS harus lebih cakap dalam penyampaian informasi ke publik. Terutama dalam hal rekrutan pemain, ofisial media dapat dijadikan sumber terpercaya bagi Sleman Fans dalam mendapatkan informasi.

Masih ada empat poin lagi dalam 8 tuntutan BCS yang belum saya sampaikan. Pun perwujudan dari 8 tuntutan ini memang tidak bisa ujug-ujug ada dan jadi. Bertahap, satu per satu, mulai dari internal manajemen PT. PSS seperti menghapus peran dan posisi ganda, SOP yang jelas dalam perusahaan, membentuk divisi khusus guna menangani lingkup kerja sama, penjualan, dan industri. Baru bisa mewujudkan “apa yang dibutuhkan oleh Kojiro Hyuga” sebagai perumpamaan.

Sambil menunggu semua itu terjadi dan diwujudkan oleg PT. PSS, lebih baik kita nunggu vlog terbaru dari Jennifer Bachdim di Tebing Breksi atau Pantai Samas saja. Karena menunggu vlog dari Bachdim Familly itu lebih menyehatkan hati dan perasaan ketimbang menunggu kelanjutan dari 8 tuntutan yang seakan dianggap tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi.

BACA JUGA BCS Melawan, Gerakan Cinta Sekaligus Peringatan Bahaya untuk PS Sleman atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2020 oleh

Tags: BCSKojiro HyugaPS SlemanSepak Bola
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Leonardo PSG FIFA PES gim sepak bola Lionel Messi Mojok

Setelah Messi Pindah ke PSG, Dunia PES dan FIFA Tak Lagi Sama

12 Agustus 2021
ratu tisha destria sekjen pssi mundur dari jabatannya rekam jejak instagram mojok

Ratu Tisha, Bukti Wanita Bisa Berprestasi untuk Sepak Bola Indonesia

14 April 2020
olahraga

Menanggapi Tulisan Sepak Bola Itu Nggak Menarik, Percayalah: Semua Ada di Sepak Bola, Jangan Heran Jika Olahraga Ini Menjadi Sangat Menarik

22 Agustus 2019
Kasta Tempat Berdiri di Lapangan Sepak Bola Tarkam terminal mojok.co

Kasta Tempat Berdiri di Lapangan Sepak Bola Tarkam

9 Februari 2022
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Gim Sepak Bola Nggak Melulu PES-FIFA, Ingat Masih Ada Football Manager!

9 Mei 2020
Fans Sepak Bola Itu Banyak Jenisnya, Nggak Usah Merasa Paling Sejati terminal mojok.co

Soccer, Istilah Ciptaan Orang Inggris yang Dibenci Orang Inggris

14 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.