Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
15 Juni 2024
A A
Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah warteg kharisma bahari

Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warteg dan warung nasi padang adalah dua tempat andalan sejuta masyarakat untuk makan kenyang. Sering muncul dilema untuk memilih mana yang akan dibeli. Keduanya sama-sama menawarkan makanan yang lengkap. Ada nasi, aneka lauk, dan sayur. Baik warteg maupun nasi padang kerap didapati dalam porsi jumbo. Sangat cocok buat penghematan.

Warteg maupun warung nasi padang bisa dijumpai di daerah mana pun dengan mudah. Namun, keduanya punya kondisi yang mulai kentara perbedaannya.

Warteg semakin mahal seiring bertambahnya zaman

Warteg kerap diasosiasikan dengan tempat makan kelas menengah ke bawah. Sebab warteg menawarkan berbagai makanan dengan harga murah meriah. Kalau mau hemat, ya makan di warteg. Menunya banyak, harganya miring, jenis masakannya juga familier dengan lidah masyarakat umum.

Namun seiring harga berbagai bahan baku yang terus merangkak naik, harga makanan warteg pun terkena imbas. Kenaikan harga makanan di warteg memang sangat bisa dimaklumi. Kalau harganya dibiarkan sama, justru meranalah nasib si pemilik warteg. Mereka kan dagang buat cari untung ya, bukan bakti sosial. Sedangkan tidak menaikkan harga dengan kompensasi menurunkan kualitas masakan bisa berpotensi mengecewakan pelanggan.

Saya sangat yakin, setiap pemilik warteg yang menaikkan harga dagangannya pasti mengalami fase dilema. Seumpama harga makanan dinaikin, kasihan pelanggan yang bertumpu pada murahnya warteg. Tapi kalau harganya nggak dinaikin, mereka sendiri yang terancam bangkrut.

Harga nasi padang semakin terjangkau seiring waktu

Dulu, nasi padang bisa dikategorikan sebagai makanan mewah. Saya termasuk golongan yang berpikir demikian. Untuk bisa menikmati seporsi nasi padang, dibutuhkan uang yang lumayan. Cukup timpang kalau dibandingkan dengan nasi warteg atau nasi goreng sekalipun yang harganya lebih miring. Jadi, nasi padang cenderung kurang terjangkau, Membuatnya semakin terasa istimewa saja.

Namun, kondisi sekarang sangat berlainan. Kira-kira sejak enam tahun lalu untuk pertama kalinya saya mulai mengenal keberadaan warung nasi padang yang murah di Jogja. Selang tak beberapa lama, keberadaan warung nasi padang murah semakin menjamur di kota-kota lain. Bahkan sudah merambah ke kota asal saya hingga ke desa kakek saya yang cukup jauh dari pusat kota. Entah dari mana awalnya nasi padang murah ini muncul.

Sejak saat itu anggapan saya bahwa nasi padang mahal dan istimewa patah. Ternyata ada juga nasi padang yang terjangkau. Mulai dari 8 ribuan saya sudah bisa menikmati nasi padang lauk telur dan 10 ribu untuk lauk ayam pada saat itu. Sekarang harganya sudah naik, rata-rata 10 ribuan untuk lauk telur.

Baca Juga:

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

Porsinya besar, sangat mengenyangkan. Rasa makanannya juga masih oke, meskipun berbeda dengan nasi padang yang mahal. Secara logika, memang nggak mungkin menjual cita rasa Minang autentik yang melibatkan banyak rempah dan bahan berkualitas dengan harga semiring itu. Ya wajarlah, rego nggowo rupo kalau kata orang Jawa.

Punya kelebihan masing-masing

Dengan harga yang semakin bersaing dengan warteg, wajar jika orang-orang mulai merasa nasi padang lebih worth it. Bayangin, dengan harga mulai dari 18 ribu, kita sudah bisa menikmati rendang. Jenis lauk yang masih tergolong istimewa.

Warung nasi padang punya keunggulan dengan menyediakan menu makanan yang jarang diolah di rumah. Sebab masakan Minang terkenal akan proses memasaknya yang butuh effort lebih. Berbeda dengan warteg yang justru menawarkan makanan rumahan. Malahan bisa jadi masakan di rumah masih lebih nikmat dari makanan warteg yang terpaksa dimasak dengan menghemat bumbu demi mengejar untung dan memuaskan konsumen sekaligus.

Nasi padang yang menawarkan cita rasa lain daripada kebiasaan di rumah, membuat orang-orang lebih memilih untuk jajan nasi padang daripada nasi warteg. Apalagi jika harganya setara, bahkan lebih murah dari warteg. Nggak ada alasan buat nggak tergiur.

Akan tetapi nasi padang yang ciri khasnya berlemak itu nggak baik untuk dikonsumsi terlalu sering. Dari sinilah warteg memperoleh keunggulannya. Ia menawarkan pilihan menu yang lebih aman. Kalau menghindari makanan bersantan, masih ada pilihan berbagai sayur bening dan tumisan. Variasi menu yang ditawarkan di warteg juga lebih banyak. Jadi kita bisa lebih leluasa membuat kombinasi menu biar nggak cepat bosan.

Baik warteg maupun nasi padang, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masing-masing akan memiliki pelanggannya sendiri-sendiri, mengikuti selera pembeli. Yang salah tetap harga kebutuhan pokok yang terus naik. Bikin pedagang makanan dan konsumennya makin susah saja!

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Hal yang Bikin Saya Jengkel Saat Beli Makan di Warteg: Lauknya Basi, tapi Nggak Segera Diganti dan Kebersihan Lauk yang Nggak Diperhatikan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2024 oleh

Tags: menu wartegNasi Padangpilihan redaksiwartegwarung nasi padang
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google, Emang Bikin Malu! terminal mojok.co

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google: Emang Bikin Malu!

26 Oktober 2021
Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink Terminal Mojok.co

Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink

23 Mei 2022
Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer! terminal mojok.co

Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer!

9 Agustus 2021
Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja

13 November 2021
Menjadi Manusia yang Lebih Baik dengan Melatih Komunikasi Asertif ala Chae Song Hwa Hospital Playlist 2 terminal mojok

Jadi Manusia yang Lebih Baik dengan Komunikasi Asertif ala Chae Song Hwa Hospital Playlist 2

28 Agustus 2021
5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

20 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.