Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Apa Betul Arsenal Bisa Hidup Tanpa Arsene Wenger?

Aditya Mahyudi oleh Aditya Mahyudi
23 Februari 2020
A A
Apa Betul Arsenal Bisa Hidup Tanpa Arsene Wenger? MOJOK.CO

Apa Betul Arsenal Bisa Hidup Tanpa Arsene Wenger? MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Di klasemen Liga Inggris musim 2019/2020, Arsenal tampak tidak segarang seperti biasanya. Secara mengejutkan, mereka harus menerima kenyataan pahit yaitu menempati posisi 10 besar. Walaupun hasil tersebut tidak buruk-buruk amat, posisi Arsenal saat ini seperti disamakan oleh tim medioker yang notabene bukan tim unggulan sama sekali. Imbasnya, Arsenal mulai terancam gagal berlaga di Liga Champions musim depan yang seolah menjadi tradisi mereka setiap musim Liga Inggris bergulir. Sungguh disayangkan memang apabila kompetisi Eropa terasa sepi tanpa kehadiran Arsenal yang akan selalu dikenang sebagai tim lawak karena permainannya yang bikin suporter Liga Inggris sedunia terhibur.

Sebenarnya, peluang Arsenal berlaga di Liga Eropa masih terbuka lebar. Syaratnya adalah mereka wajib meraih gelar juara Piala FA sebagai jaminannya. Kalau tidak sanggup meraih hasil maksimal di Piala FA, mengangkat trofi Piala Liga Carabao adalah solusi yang tepat supaya Arsenal mendapat tiket ke Liga Eropa secara otomatis. Terkait kiprahnya di Piala Liga Carabao, Arsenal sudah mengalami kekalahan menyakitkan dari Liverpool lewat adu penalti sehingga peluang bermain di Liga Eropa kian menipis. Jadi bisa dikatakan Arsenal sedang lagi dalam masa bahaya-bahayanya.

Jauh sebelum dikatakan terpuruk, Arsenal lebih dikenal sebagai pesaing tim-tim besar di era Arsene Wenger. Mereka selalu konsisten berada di posisi empat besar sekaligus berlangganan main Liga Champions selama hampir satu dekade lebih. Selain posisinya yang sakral, gaya permainan Arsenal terbilang menghibur dan atraktif. Gaya total football yang dikombinasikan dengan tiki taka adalah senjata rahasia Wenger dalam membangkitkan skuad Arsenal agar tampil beringas dan menerobos pertahanan lawan. Istilahnya Arsenal sedang berjuang dari tim gurem menjadi tim besar dengan segala kelebihannya.

Berkat taktik Wenger ini, semua tim lawan mampu ditaklukkan oleh Arsenal dalam sekejap mata sampai-sampai tim lawan mengakui Arsene Wenger sebagai mbahnya sepak bola Liga Inggris selain Sir Alex Ferguson yang sudah lebih dulu tenar. Seolah tidak puas atas kemenangan, Arsene Wenger rupanya membuahkan prestasi bersama Arsenal yaitu gelar Liga Inggris yang selalu menghampirinya dari musim 1997/1998 sampai 2003/2004. Gelar terakhir ini terasa istimewa bagi Arsene Wenger karena beliau berhasil membawa timnya meraih juara Liga Inggris dengan status The Invicibles alias tak terkalahkan sepanjang musim. Rekor ini bahkan tidak ada yang disamai oleh tim manapun sepanjang sejarah Liga Inggris. Wah sungguh hebat bukan, Sob!

Seiring berjalannya waktu, permainan Arsenal seolah lambat laun mengalami penurunan drastis. Dengan bermodalkan skuat pemain bintang, keinginan Arsenal untuk meraih gelar juara sebenarnya sudah ada di benak mereka tapi apa daya motivasi tinggi mereka semakin menguap begitu saja. Bukan karena Arsene Wenger mengundurkan diri ataupun pemain bintangnya hengkang semua, penyebab utamanya sesungguhnya terletak pada kehadiran pelatih baru yang nekad merombak total gaya permainan Arsenal secara besar-besaran.

Hasilnya, para pemain Arsenal mengaku kesulitan beradaptasi dengan metode ala pelatih baru yang belum tentu mereka pahami secara keseluruhan. Gara-gara masalah sepele inilah, hubungan mereka dengan pelatih baru yang seolah tak harmonis dan cenderung menimbulkan permusuhan di antara mereka. Hal ini membuktikan bahwa demam panggung masih melanda Arsenal sekaligus belum menunjukkan tanda-tanda kerjasama tim seperti di era Arsene Wenger.

Dampaknya bisa kita lihat sendiri yaitu kekalahan demi kekalahan terus menghampiri Arsenal dalam setiap pertandingannya di mana mereka selalu menjadi bulan-bulanan tim besar. Tidak hanya itu, beberapa tim medioker yang dulunya sangat takut sama Arsenal justru malah tampil beringas alias mampu memberikan kejutan lewat strategi cerdiknya. Tim-tim seperti Norwich, Brighton & Hove Albion, hingga Eintracht Frankfurt mulai berani mempermalukan Arsenal tanpa ampun.

Saking hebohnya, mereka menganggap Arsenal itu bukanlah tim yang tangguh seperti dulu lagi sehingga mengalahkan Arsenal rasanya seperti meraih gelar juara di babak final. Karena keseringan meraih hasil memalukan ini, fans Arsenal mulai mengutarakan kekecewaannya pada manajemen Arsenal agar segera merekrut Arsene Wenger untuk kembali melatih Arsenal supaya timnya tampil kompetitif seperti era 2003/2004 silam. Namun, usulan fans ini sepertinya mustahil karena Arsene Wenger sedang bekerja sebagai Kepala Pengembangan Global Sepak Bola Dunia FIFA sehingga peluang melatih Arsenal hampir dipastikan tertutup.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Manchester United Adalah Lelucon Dimulai dari Internal, tapi Selalu Bodoh lalu Menyalahkan Pelatih dan Pemainnya

Apa pun yang terjadi, Arsenal harus tetap setia bermain di Kompetisi Eropa sampai kapanpun demi membahagiakan para Gooners yang lagi galau karena sulitnya menyaksikan momen Arsenal mengangkat piala juara. Sebagai saran, Arsenal jangan hanya fokus pada pembelian pemain mahal saja. Alangkah baiknya mereka sesekali terjun langsung dalam memerhatikan pemain muda yang nantinya akan menjadi tulang punggung Arsenal di masa mendatang. Siapa tahu nama mereka bakal disejajarkan dengan pemain bintang layaknya Lionel Messi berkat permainannya yang hebat dan lihai dalam memperdaya lawan selama bermain di Arsenal.

Selain itu, kekompakkan antar tim harus selalu dijaga sampai musim Liga Inggris berakhir dan jangan lupa hargai keberadaan pelatih baru tanpa harus merindukan Arsene Wenger. Harapan dari saya adalah semoga Arsenal mainnya tidak kepeleset seperti tim sebelah serta bangkit dari keterpurukan demi prestasi.

Salam Gooners!

BACA JUGA Ketika VAR di Sepak Bola Indonesia Hanyalah Mimpi atau tulisan Aditya Mahyudi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2020 oleh

Tags: arsenalArsene WengerSepak Bola
Aditya Mahyudi

Aditya Mahyudi

Seorang freelancer asal Kota Bandung yang gemar jogging, menonton film spesialis action serta membuat desain grafis di waktu senggang. Memiliki ketertarikan mendalam pada dinamika sosial-budaya serta penerjemahan bahasa internasional, yang sering menjadi inspirasi dalam berbagai karya dan proyek manapun.

ArtikelTerkait

Cahaya Dari Timur_ Beta Maluku, Film yang Bikin Terharu Meski Ditonton Berkali-kali terminal mojok

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Film yang Bikin Terharu Meski Ditonton Berkali-kali

19 September 2021
Satu Kata untuk Arsenal- “Bubar!” (Unsplash)

Satu Kata untuk Arsenal: “Bubar!”

8 Januari 2024
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Di Indonesia, Ganti Nama Klub Itu Semudah Membalik Telapak Tangan

19 Desember 2020
Bagi Saya, Anime Aoashi Jauh Lebih Baik Dibanding Blue Lock, Ceritanya Masuk Akal dan Tidak Berlebihan

Bagi Saya, Aoashi Jauh Lebih Baik Dibanding Blue Lock, Ceritanya Masuk Akal dan Tidak Berlebihan

8 Desember 2024
italia vs turki euro 2020 mojok

Italia Bermain Begitu Matang ketika Turki Kehilangan ‘Will to Fight’, Euro 2020 Dibuka dengan ‘la Festa’

12 Juni 2021
Willian Borges, Kesulitan Arsenal, dan Berbagai Dilema yang Perlu Dipahami MOJOK.CO

Willian Borges, Kesulitan Arsenal, dan Berbagai Dilema yang Perlu Dipahami

4 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.