Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Tolonglah, Jangan Jadikan “Open Minded” Sebagai Dalih Kebodohan Kalian!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
27 Januari 2020
A A
Tolonglah, Jangan Jadikan “Open Minded” Sebagai Dalih Kebodohan Kalian!
Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang terpikirkan di kepala kalian ketika mendengar atau membaca frasa open minded? Sebuah perilaku atau sifat dengan pikiran terbuka, atau orang-orang bodoh yang sok berpikiran terbuka? Harusnya frasa ini bermakna positif, ketika memang ditujukan kepada kegiatan, pemikiran, atau orang dengan pikiran yang benar-benar terbuka, pikiran yang benar-benar logis dan luas. Namun sayang sekali, frasa ini akhir-akhir ini mengalami peyorasi, yaitu berubah makna menjadi hal yang negatif. Bahkan, frasa ini sering digunakan oleh orang-orang bodoh sebagai dalih kelakuan mereka.

Perlu bukti? Coba saja masuk ke pencarian Twitter, lalu ketik frasa ini. Akan banyak muncul cuitan-cuitan orang yang menggunakan frasa tersebut. Dari banyaknya yang muncul, lebih dari setengahnya pasti menggunakan frasa ini dengan keliru, menggunakan frasa ini untuk kebodohan mereka, untuk mengolok-olok orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka. Ini yang saya maksud sebagai perubahan makna yang mengakibatkan frasa ini menggambarkan sesuatu yang negatif.

Sebelum itu, mari kita coba pahami apa itu open minded. Frasa ini sendiri bermakna sebagai “berpikiran terbuka”. Berpikiran terbuka dalam hal ini adalah terbuka dengan pendapat orang banyak meskipun berbeda, menghargai pendapat orang tanpa harus mencelanya, terbuka dengan perbedaan perilaku orang, dan terbuka dengan pola pikir orang lain, meskipun berbeda. Dari sini saja, sebenarnya frasa itu maknanya sudah sangat positif, sangat demokratif banget lah. Mengajarkan untuk mererima dan berdamai dengan perbedaan.

Hingga frasa ini akhirnya sampai pada masa di mana ia disalahgunakan. Akhir-akhir ini, frasa ini banyak disalahgunakan. Hingga kemudian ia mengalami perubahan makna. Ambil contoh dua kasus komedian Coki Pardede belakangan ini. Cuitan bercanda (jokes) yang soal banjir Jakarta dan virus corona kemarin menjadi ramai. Banyak yang menegur Coki, yang dirasa tidak tepat dan dirasa tidak punya empati ketika bercanda soal banjir dan virus corona saat itu. Cuitan coki ramai. Ramai teguran itu pasti, tetapi tidak sedikit “umatnya” yang mendukung Coki. “Umat-umatnya” Coki ini menegur balik orang-orang yang menegur Coki dengan sebutan “tidak open minded”.

Dari sini saja, sudah terlihat bagaimana frasa tersebut salah digunakan dan akhirnya menjadi hal yang negatif. Kalau memang berpikiran terbuka, dalam kasus ini harusnya Coki tidak mengeluarkan candaan seperti itu. Bukan masalah tidak boleh atau bagaimana, tetapi tidak tepat saja waktunya. “Umat-umatnya” Coki juga begitu, ngakunya open minded tetapi lihat ada yang berbeda pendapat dengan junjungannya malah dibilang tidak open minded.

Tidak hanya masalah Coki Pardede saja, tetapi masih banyak lagi hal-hal yang membuat frasa ini menjadi hal yang negatif. Misalnya, ada orang yang ikut-ikut ibadah agama lain, lalu pamer di media sosialnya dan berdalih dia open-minded. Ada juga orang-orang yang sok tidak beragama, jadi agnostik, bahkan ateis (padahal malas beribadah saja) dan pamer di mana-mana, lalu bilang bahwa mereka punya pikiran terbuka. Ada juga orang-orang yang sok bercanda tentang hal-hal yang dark (padahal candaannya jelek banget), lalu ngakunya open minded. Frasa ini akhirnya jadi dalih kebodohan mereka saja.

Maksudnya, ya kalau mau ikut ibadah agama lain, ya tidak perlu pamer lalu bilang bahwa ini open minded, biasa saja. Atau kalau mau jadi tidak beragama, agnostik, atau bahkan ateis, pastikan dulu kamu tidak sedang ikut-ikut tren. Atau memang sedang malas beribadah lalu sok jadi agnostik atau ateis, dan berlindung dibalik frasa ini. Juga kalau mau bercanda soal hal-hal yang dark, pastikan dulu candaannya bagus, atau belajar dulu lah nulis komedi yang baik, baru bercanda soal ini itu. Jangan apa-apa menjadikan open minded sebagai dalih kebodohan kalian.

Orang-orang akhirnya menjadi sok open minded, sok berpikiran terbuka. Padahal mereka hanya masuk ke kolam dengan orang-orang yang punya pendapat yang sama. Mereka belum bertemu orang-orang yang punya pendapat berbeda. Kalau ketemu pun, pasti orang-orang yang pendapatnya berbeda akan dibilang tidak open minded. Padahal kunci dari open minded adalah terbuka dengan pendapat orang lain, ini kok malah mempraktikkan perilaku close minded tetapi berdalih open minded.

Baca Juga:

Jika Ada Agnostik yang Saleh dan Makrifat, Coki Pardede Orangnya

Plis deh, Coki Bukan Joker, dan Berhenti Menyamakan Artis yang Kena Masalah dengan Joker

Akhirnya frasa ini bernasib sama seperti frasa Social Justice Warriors atau SJW yang sebenarnya punya makna positif. Tapi ya tidak masalah, yang penting jangan terlalu percaya-percaya amat dengan orang-orang yang bilang bahwa dirinya itu open minded.

BACA JUGA Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2020 oleh

Tags: coki pardededark jokeopen minded
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Yang Heboh dan Menyedihkan dari Banjir Jakarta: Jokowi, Coki, Yuni Shara, dan Foto Ketimpangan

Yang Heboh dan Menyedihkan dari Banjir Jakarta: Jokowi, Coki, Yuni Shara, dan Foto Ketimpangan

3 Januari 2020
Jika Ada Agnostik yang Saleh dan Makrifat, Coki Pardede Orangnya

Jika Ada Agnostik yang Saleh dan Makrifat, Coki Pardede Orangnya

29 September 2022
Lebih Gelap Mana, Dark Joke-nya Coki Pardede atau Dark Mind-nya Kelompok Fanatik?

Lebih Gelap Mana, Dark Joke-nya Coki Pardede atau Dark Mind-nya Kelompok Fanatik?

27 Januari 2020
Joker coki pardede anji artis mojok

Plis deh, Coki Bukan Joker, dan Berhenti Menyamakan Artis yang Kena Masalah dengan Joker

6 September 2021
Komedi Bukanlah Surat Izin untuk Bisa Mengatakan Apa Saja (Bagian 2)

Komedi Bukanlah Surat Izin untuk Bisa Mengatakan Apa Saja (Bagian 2)

1 Februari 2020

5 Rekomendasi Stand Up Comedy Special di Netflix yang Bikin Harimu Nggak Garing!

8 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.