Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mempertanyakan Kehadiran Vending Machine di Food Court UNESA Ketintang, Keputusan yang Sia-sia

Dito Yudhistira Iksandy oleh Dito Yudhistira Iksandy
29 November 2023
A A
Mempertanyakan Kehadiran Vending Machine di Food Court UNESA Ketintang, Keputusan yang Sia-sia Mojok.co

Mempertanyakan Kehadiran Vending Machine di Food Court UNESA Ketintang, Keputusan yang Sia-sia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Terlalu banyak hal unik yang terjadi di UNESA Ketintang. Belum lama ini ada vending machine baru di food court. Mesin berbentuk kotak seperti lemari itu menjual berbagai macam minuman dan makanan ringan secara otomatis. 

Kehadirannya tentu menarik banyak perhatian. Apalagi, UNESA Ketintang belum pernah punya mesin-mesin canggih seperti ini. Saya pun sempat mengapresiasi kampus yang bersedia mendatangkan mesin canggih ini. 

Akan tetapi, setelah saya pikir-pikir lagi. Alat penjual jajanan secara otomatis ini tidak menyelesaikan masalah apapun. Sekadar gimik saja supaya kampus terlihat berinovasi dan canggih. Iya sih ada inisiatifnya, tapi bukan hal semacam ini yang mahasiswa butuhkan.

Kenapa sih harus di foodcourt UNESA Ketintang?

Salah satu alasan vending machine ini kurang berguna karena terletak di food court. Asal tahu saja ya, penjual di food court jumlahnya sekitar 20 tenant. Puluhan tenant itu menjual makanan dan minuman yang enak dan terjangkau. 

Sehari-hari mahasiswa tidak perlu antre panjang untuk bisa membeli makanan di food court. Sekalipun dalam kondisi ramai, saya tetap bisa menerima pesanan dalam waktu yang relatif cepat. Lalu untuk apa alat secanggih itu ada di food court? Kehadirannya sekadar pelengkap yang tidak berdampak signifikan. 

Kenyataannya, sejauh pengamatan saya, hampir nggak ada mahasiswa yang menggunakan mesin ini. Sekalipun ada, hanya beberapa orang yang penasaran dengan pengalaman menggunakan mesin vending saja. Sisanya tetap membeli langsung dari penjual.

Hanya melayani QRIS, menyiksa mahasiswa dengan saldo pas-pasan

Vending machine UNESA Ketintang hanya menerima pembayaran QRIS. Memang sih tujuannya baik yaitu demi mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Namun, opsi ini membuat mahasiswa semakin ogah menggunakannya. Apalagi mahasiswa yang saldonya sekadar lewat di rekening seperti saya. 

Selain itu, produk-produk vending machine lebih mahal daripada pasaran. Kira-kira Rp1.000-2.000 lebih mahal.  Wajar harganya dipatok lebih tinggi, pengelola tentu perlu biaya untuk perawatan mesin. 

Baca Juga:

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

Gapura Segede Gaban Unesa Ketintang Berbanding Terbalik sama Fasilitasnya yang Serba Kekurangan

Sebenarnya selisih harga tersebut bukan persoalan kalau saya nggak punya opsi lain. Masalahnya, mesin ini berada di food court yang jajanannya lebih murah. Meletakkan vending machine di food court memang keputusan yang buruk. 

Vending machine semakin tidak dilirik karena menjajakan minuman yang tidak dingin. Sangat disayangkan, padahal peluang bisnis minuman dingin amat menggiurkan di Surabaya yang panasnya nggak masuk akal. Vending machine yang benar-benar ala kadarnya. 

Alasan-alasan di atas yang membuat saya merenung, apa fungsi vending machine di food court UNESA Ketintang ini ya? Keberadaannya cuma jadi gimmick agar kampus ini terlihat canggih. Seolah-olah kampus melakukan banyak hal, padahal yang mereka lakukan sia-sia belaka.

Penulis: Dito Yudhistira Iksandy
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sudah Tahu Lahan Parkir Mahasiswa UNESA Ketintang Itu Nggak Luas, tapi Nekat Menerima Mahasiswa Super Banyak, Well Banget!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2023 oleh

Tags: food courtkantinKetintangunesaunesa ketintangvending machine
Dito Yudhistira Iksandy

Dito Yudhistira Iksandy

Alumnus Sosiologi Universitas Negeri Surabaya. Bekerja sebagai crew event organizer. Suka menonton anime dan drama korea.

ArtikelTerkait

Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua Mojok.co

Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua

10 Juni 2024
BEM Unesa Adalah Perwujudan Nyata Meme Setahun Nggak Ngapa-ngapain

BEM Unesa Adalah Perwujudan Nyata Meme Setahun Nggak Ngapa-ngapain

26 Januari 2024
Curhatan Mahasiswa Angkatan Pertama Jurusan Baru Unesa, Apa-apa Masih Numpang Mojok.co

Curhatan Mahasiswa Jurusan Baru Unesa, Apa-apa Masih Numpang 

18 Mei 2024
5 Dosa Wali Kota Surabaya yang Tercatat dalam Ingatan Warga

4 Tempat yang Cocok untuk Jadi Titik Kumpul Wong Mumet di Surabaya

23 November 2024
UNESA Belum Pantas Jadi Kampus Ramah Disabilitas kalau Ruang Kelas dan Toilet Mahasiswa Masih di Lantai Dua, Nggak Pakai Lift pula

UNESA Belum Pantas Jadi Kampus Ramah Disabilitas kalau Ruang Kelas dan Toilet Mahasiswa Masih di Lantai Dua, Nggak Pakai Lift pula

14 Oktober 2023
Menjadi Mahasiswa Unesa Harus Bangga, Nggak Perlu Pura-pura!

Menjadi Mahasiswa Unesa Harus Bangga, Nggak Perlu Pura-pura!

28 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.