Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Tanya Soal Ujian ke Kating di Jenjang S-2 Itu Percuma dan Nggak Bakal Mendongkrak IPK

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
16 Juni 2023
A A
Tanya Soal Ujian ke Kating di Jenjang S-2 Itu Percuma dan Nggak Bakal Mendongkrak IPK

Tanya Soal Ujian ke Kating di Jenjang S-2 Itu Percuma dan Nggak Bakal Mendongkrak IPK (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak habis pikir, kok ada mahasiswa S-2 yang masih sempet-sempetnya bertanya soal ujian ke kating di tahun ajar sebelumnya. Saya kira itu adalah trik licik yang hanya berlaku di jenjang S-1. Dan, inilah yang saya alami sendiri ketika ditanya mahasiswa angkatan di bawah saya.

Menjadi momen yang mengagetkan bagi saya ketika mendapat sebuah chat dari nomor tak dikenal yang mengaku mahasiswa magister Sosiologi angkatan 2023. Ia bertanya kurang lebih begini: Mas, samean punya soal ujian tahun kemarin ta?

Awalnya saya kira yang nge-chat adalah mahasiswa tingkat bawah saya pada program sarjana. Lha ternyata dia benar-benar mahasiswa magister yang pernah nongkrong bareng saya.

Saya pribadi sebenarnya kebingungan mau menjawab pertanyaan si adik tingkat. Sebab bagi saya, tindakannya sia-sia banget, nggak bakal melonjakkan nilai apalagi mendongkrak IPK di jenjang S-2. Kok rasa-rasanya dosen program magister nggak mungkin bikin soal yang diterapkan abadi.

Soal ujian selalu berevolusi

Ketika ada mahasiswa magister yang bertanya pada kating soal ujian tahun lalu, menurut saya itu sangat meremehkan kapabilitas dosen pascasarjana. Meskipun kebanyakan dosen pascasarjana sudah sepuh, bukan berarti kemampuan intelektual mereka berkurang.

Persoalan ujian saja, hampir semua dosen pascasarjana itu selalu melakukan perubahan dalam soal-soal ujian yang mereka bikin setiap tahun mengikuti perkembangan isu-isu terkini. Para dosen ini mengajak mahasiswa untuk berpikir secara analitis sesuai isu-isu terbaru.

Kalau acuannya isu-isu kontemporer, sudah dapat dipastikan bahwa setiap tahun atau bahkan setiap semester, soal ujian pasti berubah. Nggak mungkin sama. Hal ini sudah saya konfirmasi dengan mahasiswa angkatan di bawah saya yang lain. Pada mata kuliah Teori Sosial misalnya, yang menurut saya materinya itu-itu aja sejak S-1, tapi pas ujian soalnya pasti selalu berubah.

Di era saya, soal ujian Teori Sosial terkait isu-isu pandemi yang dianalisis menggunakan teori sosial. Sementara angkatan di bawah saya mendapat soal terkait isu politik kekuasaan karena memang waktunya mendekati pemilu. Intinya, soal ujian di jenjang S-2 itu berevolusi setiap tahun.

Baca Juga:

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

Jadi minim literasi

Ketika mahasiswa S-2 tetep maksa bertanya soal ujian ke angkatan atasnya, maka itu akan membuat si mahasiswa jadi minim literasi. Pada akhirnya daya juang si mahasiswa akan menurun, nggak ada berdarah-darahnya sama sekali dalam membaca berbagai referensi. Pasalnya, mahasiswa tersebut akan terpaku pada bacaan-bacaan yang hanya terkait dengan soal ujian tahun kemarin. Padahal sebagaimana konklusi sebelumnya, soal ujian itu pasti berevolusi.

Lha, kalau mengacu pada soal tahun kemarin, si mahasiswa angkatan bawah ini pasti goblok ndadak. Kalau sudah begini bukannya meningkatkan nilai dan mendongkrak IPK, yang ada nilai malah anjlok masuk jurang.

Ujian diganti mini riset dengan topik yang berbeda setiap mahasiswa

Hal lain yang membuat bertanya soal ujian tahun lalu pada kating sia-sia karena ujian mahasiswa S-2 berupa mini riset. Jadi, tolong, lagi-lagi jangan samakan jenjang S-2 dengan S-1 di mana kita masih menjumpai soal-soal ujian yang menjelaskan pengertian, konsep, dll.  Di jenjang S-2 itu semuanya berbasis analisis, dan mini riset adalah bentuk mempersulit menguji mahasiswa dalam aspek analitiknya.

Jadi, ketika ditanya, “Mas, samean punya soal ujian tahun kemarin ta?” Tentu jawabannya nggak ada. Wong adanya cuma instruksi mengumpulkan hasil mini riset sesuai dengan topik yang dipilih mahasiswa sendiri dengan berlandaskan pada teori atau konsep yang dipelajari.

Ini juga yang menjadi alasan bahwa mencontek di jenjang S-2 adalah sesuatu yang sangat-sangat mustahil. Ibaratnya, mahasiswa S-2 bekerja dan berkarya sebebas mungkin, sesuai basis analisis masing-masing. Meskipun menggunakan teori atau konsep yang sama, hasilnya tentu sangat berbeda karena isu yang diangkat juga berbeda.

Sekali lagi, bukannya bermaksud jahat atau bagaimana kepada mahasiswa angkatan di bawah saya, saya ingin membantu kalian sebagai kating. Namun, cara saya membantu bukan dengan memaparkan soal-soal ujian yang keluar karena itu hanya pembodohan. Biasanya saya hanya akan menjawab bahwa soal ujian yang keluar terkait analisis isu-isu kontemporer berdasarkan teori dan konsep yang diajarkan ketika kuliah. Udah, cukup.

Penulis: Mohammad Maulana Iqbal
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2023 oleh

Tags: ipkkatingkuliah s2Mahasiswas-2
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Lima Tahun untuk Selamanya, Pengalaman Merantau di Jember Jadi Bekal Seumur Hidup Mojok.co

Lima Tahun untuk Selamanya, Pengalaman Merantau di Jember Jadi Bekal Seumur Hidup

13 Desember 2024
Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

27 Agustus 2023
Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman Terminal

Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman

25 Mei 2026
4 Pertanyaan yang Sebaiknya Nggak Ditanyakan kepada Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) karena Bikin Emosi alumni UM

4 Pertanyaan yang Sebaiknya Nggak Ditanyakan kepada Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) karena Bikin Emosi

16 November 2024
Tembalang Semarang Terbuat dari Tumpukan Masalah, Bikin Nggak Betah Mojok.co

Tembalang Semarang Terbuat dari Tumpukan Masalah, Bikin Nggak Betah

27 Juni 2024
dunia kerja lowongan kerja perusahaan info lowongan pekerjaan IPK Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja terminal mojok.co bikin cv lamaran kerja desain kreatif

Sebetulnya, Seberapa Penting sih IPK dalam Melamar Pekerjaan?

27 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026
4 Pasar Kalcer Jogja yang Bisa Dikunjungi Selain Pasar Ngasem Mojok.co

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

29 Mei 2026
Bersyukur Tidak Lolos Tes CPNS Setelah Difitnah Pakai Ordal (Unsplash)

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

28 Mei 2026
Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

30 Mei 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.