Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Dominasi Kuntilanak dan Bukti Kurangnya Referensi Sineas Indonesia Terhadap Hantu Lokal

Taufik oleh Taufik
28 Mei 2019
A A
hantu

hantu

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia adalah salah satu negara dengan keberagaman suku. Maka wajarlah, dengan landasan banyaknya suku ini memiliki banyak kepercayaan sesuai dengan sukunya masing-masing. Kepercayaan mengenai setan salah satunya. Secara umum kita mengenal hantu yang hampir ada di setiap suku atau daerah, macam pocong dan kuntilanak. Bahkan secara eksplisit kita mengenal sebuah daerah atau satu suku yang mendiami Indonesia sesuai dengan hantu khas daerah tersebut. Ketika saya menyebutkan “leak” maka yang terlintas di pikiran kita adalah hantu asal pulau Bali. Dan masih banyak lagi hantu-hantu khas lainnya di masing-masing daerah di Indonesia.

Menilik data yang tertera di atas—asek, pake data dong—maka seharusnya untuk urusan setan dan perhantuan kita tidak akan pernah kekurangan stok. Walaupun jenis satu itu miliki daerah lain, kita masih bisa mengenalkan kepada anak-anak kita, keluarga, atau bahkan teman-teman satu tongkrongan kita agar mereka tidak gagap mengenai jenis-jenis yang lain tadi.

Anehnya, dengan begitu bejibunya hantu yang ada di Indonesia, jenis yang diperkenalkan di bioskop oleh para produser dan sutradara film adalah yang itu-itu saja. Seakan jenis setan yang bisa menakuti kita hanya kuntilanak dan pocong. Sesekali menampilkan tuyul, jailangkung dan jenis yang gak jelas lainnya yang mungkin saja justru tidak pernah ada di Indonesia—sungguh imajinatif sekali para sineas hantu kita dewasa ini.

Perfilman kita memang sempat seringkali digegerkan dengan tayangan sebuah film genre hantu yang bahkan bisa tembus pasar film internesyenel—semacam film yang belum lama ini merambah sampai  ke luar negeri, Pengabdi Setan. Dari Namanya saja ya jelas Setan-nya yekan~ Hantu yang diperkenalkan pun juga ya pocong, kunti dan setan nggak jelas yang saya sudah sebutkan tadi.

Mungkin saja Joko Anwar, si pembuat film memang berorientasi bahwa kejadian dalam film ini terjadi di suatu tempat entah di mana—di pulau jawa. Karena secara tersirat memang itu yang bisa kita tafsirkan. Tapi seolah melupakan hal lain bahwa di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lain di Indonesia juga mengenal hantu-hantu itu—apalagi hanya sekedar bersekutu dengan setan. Di daerah lain bahkan bisa lebih parah kejadiannya, Bung!

Bahkan seorang Joko Anwar yang kenamaan itu saja masih berorientasi pada hantu yang umum yang memang hampir semua daerah mengenalnya. Walaupun ada kabar beliau menggarap film (HBO) Wewe Gombel yang khas Jawa itu.

Bagaimana dengan sineas lain? Tak jauh berbeda. Kita tidak bisa berharap banyak—bahkan pada beberapa film genre horor, ada sineas yang menampilkan hantu yang tidak memiliki konsep menyeramkan secara layak. Ada lagi film yang menampilkan hantu yang mirip dengan film-film di luar negeri—semacam hantu imigran, gitu.

Pada dasarnya, untuk membuat cerita horor dengan tema seram tidak harus semua jenis setan di Indonesia dimasukkan dalam sebuah film. Tapi bukankah dengan khazanah persetanan yang begitu rame jika dikumpulkan dalam sebuah tempat, para sineas terutama yang berhubungan dengan hantu ini bisa memiliki lebih banyak lagi referensi.

Baca Juga:

Cerita Horor Blok M Buatan Kawan Saya Bikin Saya Yakin Semua Urban Legend Adalah Karangan

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang

Bahkan bisa jadi setan yang ada di Indonesia ini memiliki seri filmnya mereka masing-masing dengan cerita yang disesuaikan dengan tempat asalnya itu berada. Dan ini jauh lebih baik dibandingkan para sineas ini membuat karakter setan baru yang bahkan bikin kita kaget alih-alis serem justru karena kita tidak pernah membayangkan jenis setan macam apa yang berusaha ditampilkan.

Saya sendiri yakin, mengeksplore makhluk halus yang mendiami seluruh Indonesia tidak akan pernah ada habis ceritanya. Karena bahkan untuk satu daerah saja mereka memiliki satu atau lebih jenis setan yang beberapa kali lebih serem dari hantu yang sebelumnya sudah diperkenalkan di televisi atau film. Bahkan di saluran televisi dengan siaran horor pada jam-jam tertentu saja sudah memiliki jenis setan yang berbeda pada setiap episodenya. Masa sekelas film bioskop gitu-gitu aja jenisnya?

Oiya satu lagi—jenis-jenis makhluk halus di tiap daerah Indonesia juga masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Leak, suanggi, kuyang dan masih banyak jenis hantu lain yang bahkan mirip saja tidak antara satu dengan yang lain. Bukan tidak mungkin, jika berhasil membuat satu saja film hantu dengan kearifan lokal akan muncul film-film horor lokal lain dengan tingkat serem yang melebihi film Pengabdi setan.

Untuk itu, mari kita gaungkan jargon, “berbeda-beda hantu, tetap satu Indonesia”. Merdeka!

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Hantu IndonesiaHororKearifan LokalUrban Legend
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

kolope

Kolope: Umbi Hutan yang Pernah Menjadi Makanan Pokok Masyarakat Muna

14 Agustus 2019
Incantation: Found Footage Horor dengan Sensasi Merinding yang Tidak Biasa

Incantation: Found Footage Horor dengan Sensasi Merinding yang Tidak Biasa

12 Juli 2022
dialek nganjuk

Apa yang Salah Dengan Logat—Aksen dan Dialek?

14 Agustus 2019
Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu Mojok.co

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu

2 November 2023
Hari Raya Ketupat

Tradisi Hari Raya Ketupat di Kota Bitung Sebagai Solusi Mempersatukan Masyarakat

21 Juni 2019
Alasan Kenapa Orang Pacaran Memacu Motornya Begitu Pelan terminal mojok.co

Bahasa Lisan Indonesia Timur Kalau Ditulis Kaya Gini

25 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.