Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Teruntuk Penumpang KRL Jogja-Solo yang Pura-pura Tidur, Mbok ya Nuraninya Lho

Siwi Nur oleh Siwi Nur
31 Agustus 2022
A A
Teruntuk Penumpang KRL Jogja-Solo yang Pura-Pura Tidur, Mbok ya Nuraninya Lho

Teruntuk Penumpang KRL Jogja-Solo yang Pura-Pura Tidur, Mbok ya Nuraninya Lho (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah dua tahun lebih KRL Jogja-Solo PP beroperasi, sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 1 Maret 2020 lalu. Sependek ini, KRL Jogja-Solo cukup sukses menjadi pilihan transportasi publik, tak hanya bagi warga Solo dan Jogja saja, tapi juga warga di kawasan yang dilalui KRL, seperti Sukoharjo dan Klaten.

Melansir dari laman Solopos, keberhasilan KRL Jogja-Solo ini bisa dilihat dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jogja, Solo, dan Klaten. PDRB Jogja meningkat 7,44 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp1,31 triliun jadi Rp1,42 triliun. Di Solo meningkat 5,77 persen, dari Rp490 miliar menjadi Rp520 miliar. Itu artinya ada indikasi kesuksesan dari pembangunan ekonomi di wilayah itu. Tapi sayangnya, kesuksesan itu tidak dibarengi dengan meningkatkan kesadaran penumpang KRL untuk memberikan kursi kepada penumpang prioritas.

Selama menjadi penumpang setia KRL, banyak kejadian unik yang kerap kualami. Dari yang lucu, miris hingga yang bikin kesal. Tapi yang paling kerap kutemui adalah penumpang yang pura-pura tidur agar tetap duduk dan tidak memberikan kursinya ke penumpang prioritas. Orang-orang seperti itu sungguh kurang ajar, tidak tahu malu dan minim empati. Sudah sangat jelas di setiap gerbong KRL ada stiker dan tulisan untuk memprioritaskan penumpang dengan kondisi tertentu (hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan ibu dengan anak). Bahkan, petugas sampai mengumumkan lewat speaker kalau penumpang harus memprioritaskan kursi untuk penumpang prioritas tersebut. Lha kok ya masih ada yang sengaja tutup mata dan telinga.

Pernah aku mendapati satu deret kursi penuh diduduki sederet pria, mereka tak tampak seperti lansia, membawa anak atau menyandang disabilitas. Saat itu ada penumpang paruh baya yang harusnya masuk ke kategori penumpang prioritas ini, kebingungan mencari tempat duduk. Melihat itu, para penumpang pria yang duduk ini langsung memasang berbagai mode, mode sok sibuk, mode cuek, dan mode pura-pura tidur. Ada yang sudah merem, tapi ada juga yang baru merem ketika melihat penumpang baru masuk, termasuk penumpang paruh baya itu. Batinku, “Mereka hamil apa ya?”

Beruntung, petugas KRL tanggap. Mereka segera meminta penumpang (yang bukan prioritas) untuk memberikan kursi pada penumpang prioritas. Bahkan, petugas tak segan untuk membangunkan penumpang yang “pura-pura tidur” itu. Naik transportasi publik beda dengan naik kendaraan pribadi.

Memang benar semua penumpang KRL itu bayar, tapi ya masak tega melihat ibu-ibu paruh baya harus berdiri selama sejam, padahal berdirinya saja sudah tidak tegak, susah meraih pegangan pula. Kalau kata Bu Tejo, “Mbok ya nuraninya itu, lho.” Saya paham, Anda mungkin lelah karena habis bekerja, masih harus menempuh jalanan sampai ke rumah dengan senyuman. Tenang, Anda tidak akan mati hanya karena berdiri selama satu jam, kok.

Kejadian macam ini kayaknya sudah menjadi hal biasa di negeri ini, bahkan jauh sebelum ada KRL Jogja-Solo. Dulu sewaktu kuliah saya kerap pulang-pergi rumah-kampus naik Batik Solo Trans (BST), dan kerap mendapati kejadian serupa. Saat itu, entah mengapa ada rasa malu untuk berdiri dan memberikan kursi ke penumpang prioritas. Tapi, sekalinya mencoba menawarkan tempat duduk ke seorang ibu-ibu dan disambut senyum serta ucapan terima kasih itu, rasa senangnya tak berkesudahan. Masak Anda yang (pernah) pura-pura tidur di KRL ini tidak mau mencoba?

Memang, tidak semua penumpang KRL begitu. Masih banyak penumpang yang dengan sigap berdiri ketika melihat ada penumpang prioritas tak mendapatkan kursi. Bahkan saya pernah merasakannya, walaupun saya tidak tidak termasuk dalam kategori penumpang prioritas. Saat itu saya hanya mencoba memejamkan mata karena ngantuk sambil bersandar di tiang dekat pintu. Lalu ada seorang pria muda datang menawari tempat duduk. Tentu tidak saya tolak, karena saat itu tidak ada penumpang prioritas dan gerbong tak terlalu ramai. Siapapun Anda, terima kasih, Mas. Semoga Anda tidak mengira saya sedang hamil muda.

Baca Juga:

Umur 30 Tahun Nggak Bisa Naik Motor Nggak Bikin Saya Malu, Menjadi Penumpang Sejati Nggak Seburuk yang Dipikirkan Orang

5 Culture Shock yang Dirasakan Anker KRL Jabodetabek Saat Naik KRL Jogja Solo

Keberadaan KRL Jogja-Solo memang berhasil meningkatkan PDRB. Tapi sayangnya kurang berhasil meningkatkan kesadaran untuk mengutamakan kelompok-kelompok rentan, seperti wanita hamil, lansia, penyandang disabilitas dan balita. Padahal katanya orang Jawa itu dikenal dengan sopan santun dan tata kramanya, masak seremeh mempersilakan orang tua duduk di kursi gerbong KRL saja harus ditegur petugas dulu. Malah sampai harus akting tidur segala. Sulit dimengerti, semoga harimu Senin terus.

Penulis: Siwi Nur
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Prameks, Kereta Api Andalan Warga Jogja-Solo yang Berulang Kali Revolusi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2022 oleh

Tags: KRL Jogja-SoloPenumpangpura-pura tidur
Siwi Nur

Siwi Nur

Buruh ngetik dan ngedit yang saat ini tinggal di Jogja.

ArtikelTerkait

driver ojol

Komunikasi Antara Driver Ojol dan Penumpang: Soal Titik Penjemputan Baiknya Saling Memahami Saja

30 Agustus 2019
Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

3 Januari 2024
Stasiun Lempuyangan Surga Penumpang KRL Jogja Solo(Unsplash)

Derita Penumpang KRL Jogja Solo yang Naik Stasiun Tugu Jogja, Setelah Mencoba Sendiri Mending Naik dari Stasiun Lempuyangan

10 Juni 2025
Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur (Unsplash)

Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur: Ketika Gen Z Tidak Paham Kursi Prioritas dan Berani “Melawan” Petugas

23 Januari 2024
Kereta Api Jauh Lebih Unggul dari Bus Meskipun Tiketnya Mahal (Unsplash)

Kereta Api Lebih Akan Selalu Lebih Unggul dari Bus Meskipun Harga Tiketnya Lebih Mahal

3 Mei 2025
5 Jenis Driver Ojol Redflag di Mata Penumpang, Perjalanan Jadi Nggak Nyaman Mojok.co

5 Jenis Driver Ojol Red Flag di Mata Penumpang, Perjalanan Jadi Nggak Nyaman

4 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.