Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Bantal Leher Memang Tidak Diciptakan untuk Dipakai di Kereta Ekonomi

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
19 Desember 2022
A A
Bantal Leher Memang Tidak Diciptakan untuk Dipakai di Kereta Ekonomi Terminal Mojok

Bantal Leher Memang Tidak Diciptakan untuk Dipakai di Kereta Ekonomi (Teemeah via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah naik kereta ekonomi yang kursinya ndegeg itu? Gimana rasanya? Pegel? Nah, coba pakai bantal leher di kereta ekonomi. Gimana rasanya?

Saya nggak mengerti kenapa kursi kereta kelas ekonomi didesain ndegeg alias tegak banget dan dibuat berhadap-hadapan. Yang saya tahu, kursi itu cukup menyiksa punggung dan batin penumpang, apalagi kalau durasi perjalanannya lama sampai belasan jam. 

Lantaran bujet yang pas-pasan, mau nggak mau saya harus bepergian naik kereta kelas ekonomi yang kursinya cukup menyiksa itu. Selama beberapa kali menggunakan kereta ekonomi, saya mendapat banyak pengalaman berharga, utamanya soal bantal leher yang biasa dipakai orang untuk menemani perjalanan jauh naik transportasi publik.

Perdana saya naik kereta Kahuripan dari Bandung menuju Lempuyangan pada tahun 2018. Itu pertama kalinya saya naik kereta kelas ekonomi, sendirian pula. Karena masih newbie, saya masih nggak mengerti kalau bakal duduk di kursi “penyiksaan” selama kurang lebih 8 jam.

Jujur saja waktu itu saya agak syok ketika tahu kursi di kereta tegak banget. Kalau tegak saja sih mungkin masih oke. Lha ini sudah tegak, berhadapan pula dengan penumpang lainnya. Selama 8 jam di kereta saya harus memandangi wajah penumpang di depan saya.

Saking lamanya kami duduk tegak dan berhadap-hadapan, saya sampai kayak merasa I see the pain in their eyes, Bro, the pain in their eyes… Beban hidup dan wajah banyak pikiran penumpang di depan saya terasa mengena di hati. Saya turut prihatin sebenarnya, tapi dengkul saya nyeri banget nggak bisa gerak sama sekali. Hih.

Sejak saat itulah saya kapok. Bukan berarti saya kapok naik kereta ekonomi, Gaes, melainkan saya kapok karena nggak bawa bantal leher waktu itu. Kalau saya dapat kursi di dekat jendela sih masih mending bisa sandaran ke jendela. Tapi kalau dapat kursi di pinggir lorong, mau bersandar ke siapa coba? Raqib-Atid sibuk catetin amal, mana sempat~

Singkat cerita akhirnya di perjalanan naik kereta selanjutnya saya membawa bantal leher. Tentu saja dengan harapan saya bisa menikmati perjalanan, meski saya yakin nggak bakal nikmat-nikmat amat. Saya membawa bantal leher berwarna cokelat yang saya beli di Shopee dengan harga terjangkau. Untungnya bantal itu berisi dakron, bukan kain perca.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

Saya pun memakai bantal di leher dengan posisi ujung kanan dan kiri bantal di bawah dagu. Waktu saya mundurin badan dengan tujuan mau mengistirahatkan punggung ke belakang, kok ada yang aneh. Aneh dirasa, aneh juga dilihat.

Jadi gini, Gaes, kursi kereta ekonomi itu kan tegaknya nauzubillah, ya. Nah, posisi bagian belakang leher saya ada bantalan itu tadi. Lalu, waktu saya menyandarkan punggung ke kursi, karena di leher ada bantal leher tadi, kepala saya jadi agak maju ke depan. 

Coba bayangin. Kamu duduk bersandar di kursi, tapi kepalamu posisinya condong ke depan. Selain punggung dan utamanya leher jadi pegel nggak karuan, kamu juga bakal terlihat kayak Gru di Despicable Me nggak, sih? Nyaman nggak, tambah pegel iya.

Awalnya saya kira bantal leher ini bakal meringankan penderitaan, tapi ternyata memakai bantal leher di kereta ekonomi cukup challenging juga, ygy. Kayaknya bantal leher memang nggak diciptakan untuk bisa dipakai di kereta ekonomi. Bingung, bingung kumemikirkan~

Meski agak gedeg setelah tahu bantal leher yang saya bawa ternyata nggak berguna, akhirnya saya mencoba cari posisi lain. Gimana caranya supaya bantal yang bentuknya kayak donat kegigit ini bisa bermanfaat. 

Saya putar balik ujung kanan dan kiri bantal jadi ke belakang leher, ternyata sama, rasanya tetap nggak nyaman. Saya coba taruh di bahu kanan, agak mending sih, tapi tetap nggak enak karena bagian bantal yang di posisi nempel kursi berasa jadi ganjalan dan bikin kepala masih condong ke depan. Kan nggak lucu kalau nyusruk ke paha penumpang depan. Nanti kalau falling in love di kereta ekonomi gimana? Bahagia dong saya. Sungguh menyalahi kodrat kereta ekonomi…

Seolah dapat wangsit mbuh dari mana, saya tiba-tiba kepikiran menaruh bantal leher di belakang pinggang saya. Posisinya seluruh bagian bantal ditaruh di belakang, bukan dipakai melingkar di pinggang. Dan jujur saja posisi seperti itu jauh lebih nyaman ketimbang memfungsikan bantal leher jadi sandaran kepala. Ternyata saya lebih membutuhkan kenyamanan punggung di kursi ekonomi yang tegaknya nggak manusiawi itu. 

Dengan menaruh bantal di belakang pinggang, otomatis saya jadi punya ruang baru, mulai dari pinggang ke atas sampai kepala. Ruang ini jadi bikin saya bisa bersandar di kursi yang tegak itu dan ini cukup mengurangi ketegangan otot punggung dan otot-otot lainnya akibat duduk tegak melulu. Eh, tapi namanya harusnya bukan bantal leher lagi ya, melainkan bantal pinggang.

Coba deh kalau pas kebetulan kamu naik kereta ekonomi dan bawa bantal leher, cobain posisi yang saya kasih tahu di atas. Lebih nyaman daripada menaruh bantal donat separuh itu di leher, Gaes. Thank me later…

Penulis: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Percayalah, Kereta Api Ekonomi Itu Pantas Difavoritkan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2022 oleh

Tags: bantal leherkereta apikereta ekonomiPenumpang
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Kereta Api Jauh Lebih Unggul dari Bus Meskipun Tiketnya Mahal (Unsplash)

Kereta Api Lebih Akan Selalu Lebih Unggul dari Bus Meskipun Harga Tiketnya Lebih Mahal

3 Mei 2025
6 Tipe Penumpang LRT Palembang Terminal Mojok

6 Tipe Penumpang LRT Palembang yang Sering Saya Jumpai

6 Agustus 2022
Keistimewaan Kereta Api Trans Sulawesi

Keistimewaan Kereta Api Trans Sulawesi

6 Juni 2023
Mobil Travel yang Selalu Bisa Memuaskan (Unsplash) sopir travel

Mobil Travel, Moda Transportasi Terbaik yang Selalu Bisa Memuaskan

19 Maret 2023
Kereta Api Logawa Kelas Bisnis: Nyamannya Mirip Eksekutif, Harganya Lebih Terjangkau Mojok.co tiket tarsus, go show

Tiket Tarsus, Tiket Kereta Api dengan Harga Super Duper Murah

11 Januari 2025
Kereta Api Airlangga, Pilihan Kereta Ekonomis dengan Fasilitas yang Mumpuni

Kereta Api Airlangga, Pilihan Kereta (Super) Ekonomis dengan Fasilitas yang (Amat) Mumpuni

2 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.