Percayalah, Kereta Api Ekonomi Itu Pantas Difavoritkan!

Jangan bayangkan AC kereta api ekonomi seperti AC mobil atau bus yang terkadang bikin mabuk. AC KA Ekonomi sangat humble karena menggunakan AC dinding seperti yang di rumah-rumah atau kelas kuliah.

Featured

Avatar

Siapa yang tidak pernah naik kereta api ekonomi? Oke, jika kamu tidak pernah, sekali-kali perlu mencoba sensasi kenikmatan kereta api ekonomi yang ada di Indonesia. Tapi kamu perlu sering periksa-periksa aplikasi tiket online untuk melakukan perjalanan dengan KA ekonomi, karena KA ekonomi saking favoritnya tiket sering kehabisan ketika dekat dengan hari keberangkatan.

Sebenarnya PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyediakan 3 kelas kereta; ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Ada beberapa sub kelas masing-masing kelas utama. Misalnya ekonomi dengan sub kelas premium, ekonomi AC dan PSO, ataupun sub kelas eksekutif, dari reguler sampai luxury sleeper class (bisa rebahan lho dari awal-akhir tujuan).

Kembali ke pembahasan, apa sih enaknya kereta api kelas ekonomi? Simpel jawabannya, karena harga tiketnya merakyat banget. Sebagai contoh KA Sri Tanjung relasi Ketapang (Banyuwangi) – Lempuyangan (Yogyakarta) dengan harga tiket 94 ribu, KA Matarmaja relasi Malang – Pasar Senen (Jakarta) dengan harga tiket 150 ribu, ataupun KA Bengawan relasi Solo Purwosari – Pasar Senen dengan harga tiket hanya 74 ribu, dan KA-KA lain yang kelasnya ekonomi.

Lantas, apa sih fasilitas dari KA ekonomi? Pastinya saat ini untuk semua kelas ekonomi sudah ber-AC ya, jadi kamu tidak perlu takut gerah dan kepanasan di kabin kereta. Jangan bayangkan AC kereta api ekonomi seperti AC mobil atau bus yang terkadang bikin mabuk. AC KA ekonomi sangat humble karena menggunakan AC dinding seperti yang di rumah-rumah atau kelas kuliah. Jadi kamu tidak perlu takut mabuk karena AC yang ada di kereta.

Kelebihan yang paling umum terdapat pada kereta adalah ketepatan waktu yang sangat terjamin daripada roda tranportasi roda karet. Meskipun sekarang sudah ada TOL Trans Jawa, kereta tetap jadi juara untuk waktunya dibanding ban karet. Ya kan tidak ada KA Matarmaja kejar-kejaran sama KA Taksaka? Trus diprovokasi sama railfans, kan tidak ada kan ya?

Baca Juga:  Kacamata Halal Itu Maksudnya Gimana, sih?

Ruang sosial KA ekonomi sangat terbuka dan interaktif lho. Bagaimana tidak? Dalam satu gerbong muat untuk 106 penumpang, seperti tetangga 1 RT kan? Tak hanya itu, dengan konfigurasi 3-2 dan saling berhadapan bahkan sampai adu lutut dengan penumpang yang berhadapan dengan kita. Bayangkan kita duduk lutut kita langsung nyentuh lutut penumpang lain yang ada di depan kita. Kalau tidak ingin adu lutut, kaki kita oerlu dimiringkan atas kesepakatan tidak berbunyi antar penumpang yang berhadapan.

Hal-hal di atas menjadi kelebihan KA ekonomi. Seat kursi yang berhadap-hadapan membuat penumpang mau tidak mau untuk saling berinteraksi. Saling permisi jika mau keluar untuk ke toilet, supaya penumpang lain lututnya dipinggirin agar yang mau ke toilet biar bisa lewat. Sering terjadi pula interaksi basa-basi yang basi banget antar penumpang se bangku berhadapan, yang tanya mau ke mana lah, sibuk apa, udah ada jodoh apa belum. Ya masak hadep-hadepan cuma diem-dieman, sih?

Tapi misal kamu orang yang introvert, males untuk interaksi dengan orang lain, juga bisa kok. Ketika kamu masuk kereta langsung saja ambil duduk di nomor bangkumu kemudian tancap gas untuk tidur sampai tujuanmu. Otomatis juga orang sekitarmu tidak akan bangunin kamu dari tidur untuk dikepoin.

Owh iya, untuk jarak jauh saran saya, siapakan bekal makan dari rumah atau beli di warung tetangga ya, kalau kamu tidak rela bayar 25 ribu untuk sekali makan nasi goreng dari Reska atau Restoran Kereta. Tapi kalau kamu ingin mencoba, ya silahkan saja.

Itu tadi, bagaimana kehidupan di kereta api ekonomi yang menjadi primadona masyarakat Indonesia. Jika kamu bosan dengan KA ekonomi yang harus adu lutut dengan penumpang lain, mungkin kamu perlu juga mencoba KA Argo Bromo Anggrek dengan kelas Luxury Sleeper class, yang penulis sendiri belum mampu untuk beli tiketnya dengan harga sekitar 1 jutaan. Di kereta tersebut kamu akan mendapatkan fasilitas yang mungkin biasa kamu dapatkan di rumah. Seperti layar digital dengan film yang terbatas, kursi penumpang yang sendirian banget, sampai bangku yang bisa direbahkan hingga kita bisa bobo nyenyak.

Baca Juga:  Gaya Orang Pekalongan Menyantap Nasi Megono yang Tak Kalah Ribet dari Soto dan Sushi

BACA JUGA Palang Kereta dan Hal-Hal Menyebalkan darinya atau tulisan Mas Dany lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
10

Komentar

Comments are closed.