Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

6 Hal Dasar yang Ada pada Cwie Mie, Mi Ayam Orang Malang

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
20 Agustus 2022
A A
6 Hal Substansial pada Cwie Mie, Mi Ayam Orang Malang Terminal Mojok

6 Hal Substansial pada Cwie Mie, Mi Ayam Orang Malang (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mi ayam jadi salah satu makanan yang paling banyak digemari masyarakat. Harganya yang terjangkau dan porsinya yang mengenyangkan jadi nilai tambah mi ayam. Tapi, kalian sadar nggak sih kalau di Indonesia ada beragam versi mi ayam yang beredar di pasaran? Setidaknya ada 4 tipe mi ayam yang paling populer: mi ayam Wonogiri, mi ayam Jakarta, mi ayam Bangka, dan yamin Bandung.

Malang juga punya mi ayam khas, namanya cwie mie. Sepintas penampakannya mirip mi ayam Jakarta, tapi saya nggak tahu apakah rasanya serupa. Sebab, saya sendiri belum pernah makan mi ayam Jakarta yang autentik langsung dari tempat asalnya. Di kalangan orang Malang sendiri nama “cwie mie” nggak begitu populer. Nama yang populer sampai ke pelosok kampung justru “pangsit”—nama singkat dari “pangsit mi ayam”—nggak peduli tipe mi ayam apa yang dijual.

Cwie mie menggunakan topping ayam kering, rasanya gurih asin, dan aslinya disajikan kering dengan kuah di wadah terpisah. Di Malang tentu nggak cuma mi ayam tipe cwie mie yang dijual, ada juga mi ayam ala Wonogiri seperti yang kita jumpai di sebagian besar wilayah Jawa. Terlepas dari beragamnya mi ayam yang beredar di Malang, setidaknya ada 6 hal dasar yang nggak bisa dihilangkan dari dunia per-cwie mie-an Malang.

#1 Kerupuk pangsit

Kerupuk pangsit jadi komponen yang wajib ada pada mi ayamnya orang Malang. Hukumnya fardhu ain. Disediakan sepaket dengan mi tanpa tambahan biaya.

Asal kerupuk pangsit ini adalah kulit pangsit yang digoreng biasa tanpa diberi isian adonan apa pun. Biasanya ditaburkan begitu saja di atas mi, tapi ada juga yang dibentuk mangkok. Saking pentingnya kehadiran kerupuk pangsit ini, ia malah jadi kata ganti menyebut “mi ayam” di Malang jadi “mi pangsit” atau bahkan “pangsit” saja.

Saat pertama kali merantau di Jogja, kerupuk pangsit ini sempat jadi masalah buat saya. Saat itu saya memesan “pangsit” di sebuah kedai mi ayam. Eh, yang datang cuma kerupuk pangsitnya tanpa mi. Dari situ saya yang mainnya kurang jauh ini baru tahu kalau yang disebut pangsit itu bukan minya.

Setahu saya, sebagian besar penjual mi ayam di Jogja dan banyak kota lainnya nggak menyediakan kerupuk pangsit pada mi ayamnya. Kalau mau menambah kerupuk pangsit, ya harus bayar lagi. Kadang malah ada yang nggak menyediakan sama sekali.

Hal mengecewakan lainnya, beberapa kerupuk pangsit yang saya temui di Jogja itu bikinan sendiri dan ditambah seledri. Rasanya jadi kurang cocok dengan lidah saya. Sebab, kalau di Malang kerupuk pangsitnya renyah banget dan pakai kulit pangsit siap goreng yang dijual di pasaran. Jadi, nggak ada tambahan aneh-aneh yang malah merusak rasa.

Baca Juga:

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

#2 Acar timun dan cabai rawit

Acar jadi pendamping wajib bagi cwie mie Malang meskipun prioritasnya masih di bawah kerupuk pangsit. Acarnya nggak cuma potongan timun, melainkan sudah direndam dengan larutan air cuka dan gula, lalu ditambah cabai rawit hijau.

Rasa acar ini seger banget. Cocok buat menetralisir minyak-minyak di mulut saat menyantap cwie mie. Berdasarkan pengamatan saya, keberadaan acar pada mi ayam seperti ini cukup jarang saya jumpai di luar Malang.

#3 Rasanya gurih asin

Secara umum, cwie mie Malang rasanya gurih, asin, dan ladanya cukup kuat. Ini tentu berbeda dengan mi ayam Jawa yang manis dan pekat rasa rempah-rempahnya. Dibanding mi ayam Jawa, cita rasa cwie mie lebih ringan.

Kunci kenikmatan cwie mie ada pada minyaknya. Kebanyakan pedagang menggunakan minyak bawang putih, tapi ada juga yang mengganti minyak gorengnya dengan lemak ayam yang dilelehkan.

#4 Taburan

Topping ayam pada cwie mie bisa bervariasi. Ada yang kering, ada juga yang dimasak cokelat bersaus meski nggak sepekat mi ayam Wonogiri. Selain topping ayam, yang harus ada pada mi ayam Malang ini adalah taburan pelengkapnya, yakni daun bawang cung (lokio) dan bawang merah goreng.

Rasa daun bawang cung ini lebih manis dan nggak getir kalau dibandingkan daun bawang prei. Selama merantau di Jogja, saya kebingungan karena mi ayam di sini kebanyakan menggunakan taburan daun bawang prei. Celakanya hampir semua masakan di Jogja taburan daun bawangnya cuma 2 macam, kalau nggak daung bawang prei ya seledri.

#5 Sayur

Di Malang ada 2 jenis sayur yang dipakai pada cwie mie. Yang paling umum adalah sawi hijau yang dimasak bareng minya, yang kedua adalah selada. Kalau pakai selada ya seladanya nggak perlu dimasak.

#6 Kuah bukan hal wajib

Secara umum ada 3 jenis cwie mie yang bisa kita pesan di pedagang gerobakan di Malang, yaitu kering, nyemek, atau basah. Kuah bukan sesuatu yang wajib ada pada mi pangsit orang Malang ini. Sebenarnya tanpa kuah pun mi tetap terasa enak. Kalau urusan tambah sambal dan persaosan sih kembali ke selera masing-masing.

Mungkin kita juga masih bisa menemui hal serupa di kota lainnya di sekitaran Malang, namun saya rasa penerapannya nggak semasif di Malang. Di perantauan, kekhasan cwie mie di atas suka bikin saya kangen rumah. Untungnya kerinduan saya bisa sedikit terobati dengan adanya Mie Gacoan yang mirip cwie mie Malang.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Rekomendasi 5 Mi Ayam Terenak di Malang Raya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2022 oleh

Tags: cwie mieMalangmi ayam
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Naik KRL Jakarta Kota-Nambo, Tua dan Capek di Perjalanan Mojok.co malang

Naik KRL Jakarta Bikin Badan Sehat, tapi Kondisi Mental Saya Jadi Gawat

21 Februari 2024
Sebagai Orang Surabaya, Saya Lebih Memilih Study Tour ke Malang ketimbang Jogja Mojok.co

Sebagai Orang Surabaya, Saya Lebih Memilih Study Tour ke Malang ketimbang Jogja

19 November 2025
Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya di Malang Mojok.co

Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya

19 September 2025
Kuliner Jogja yang Laku Banget dan Bertahan Lama di Malang (Shutterstock)

3 Kuliner Jogja yang Laku Banget dan Bertahan Lama di Malang

1 Agustus 2024
Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja (Unsplash)

Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja

30 Juli 2023
5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

20 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.