Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Sudah Waktunya Susi Pudjiastuti Diperhitungkan sebagai Capres

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
24 Juli 2022
A A
Sudah Waktunya Susi Pudjiastuti Diperhitungkan sebagai Capres

Sudah Waktunya Susi Pudjiastuti Diperhitungkan sebagai Capres (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya sudah saatnya kita memperhitungkan Susi Pudjiastuti sebagai capres 2024 mendatang

Meskipun pemilihan presiden masih lama, mayoritas partai politik sudah ancang-ancang mengambil langkah. Beberapa nama pun telah menjadi kandidat kuat bakal calon Presiden 2024. Nama-nama tersebut adalah Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan Indonesia), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah). Setahu saya, mereka bertiga adalah tiga nama teratas dari segi tingkat elektabilitas dan popularitas berdasarkan hasil survei berbagai lembaga survei kenamaan nasional.

Menilik tiga nama kandidat kuat capres 2024, semuanya adalah laki-laki. Lantas bagaimana kesempatan bagi capres perempuan? Sepengetahuan saya capres perempuan yang namanya paling gencar berhembus adalah Puan Maharani (Ketua DPR RI). Balihonya pun sudah terpampang di berbagai sudut kota seluruh Indonesia.

Akan tetapi bagi saya, ada satu kandidat capres perempuan yang memiliki modal cukup baik untuk menjadi capres 2024. Perempuan tersebut adalah Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019. Dan saatnya kita memasukkan nama beliau ke dalam hitungan. Alasannya?

#1 Popularitas Ibu Susi Pudjiastuti di kalangan milenial

Kita nggak bisa mengesampingkan popularitas pemilik maskapai penerbangan Susi Air di mata generasi milenial. Contoh sederhananya saat beliau masih menjabat sebagai menteri, kerap berseliweran meme gambar dirinya ditambah kata tenggelamkan yang kerap lewat lini masa berbagai media sosial. Saking viralnya meme tersebut dan lekatnya segala sesuatu yang berhubungan tentang laut dengan Bu Susi, Metro TV sampai membuatkan acara televisi dengan nama Susi Cek Ombak.

Selain itu, saat ini masih kerap muncul berbagai screenshot dari cuitan unik dan lucu dari akun Twitter pribadi milik Ibu Susi, ketika ada sesuatu yang sedang dibicarakan oleh banyak orang di twitter. Oleh sebab itu, saya sedikit pun nggak meragukan popularitas beliau di kalangan milenial.

Ya meski jujur saja, apa-apa kalau disangkutin ke milenial, jadinya cringe sih.

#2 Rekam jejak

Masih cukup jelas di ingatan kita semua bagaimana kinerja Ibu Susi saat masih menjabat sebagai Menteri. Beliau memerangi berbagai praktik illegal, unreported, unregulated fishing sejak mulai menjabat sebagai menteri. Bahkan setelah selesai menjabat, Bu Susi telah mewanti-wanti Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru kala itu, untuk tidak mencabut izin larangan ekspor benih lobster.

Baca Juga:

Derita Maba UNY 2024: Belum Seminggu Ospek, Sudah Disuguhi Realitas Pahit Kampus

Pemeran Dirty Vote Bicara: Zainal Arifin Mochtar Buka-bukaan tentang Film Panas Pemilu 2024

Akhir dari cerita tersebut, saya yakin kalian semua pasti sudah tau seperti apa, nggak perlu saya jabarkan lebih lanjut. Yang mau saya tekankan adalah rekam jejak Ibu Susi hampir tak bernoda. Integritas beliau, patut untuk diacungi jempol. Dan yang kita butuhkan sekarang adalah integritas.

#3 Idola publik

Masih mirip dengan poin pertama. Kita nggak bisa memungkiri, Susi, hingga kini, masih jadi idola publik. Dan kita nggak bisa mengesampingkan itu. Idola publik punya kans yang amat besar jadi presiden, terlebih jika lawannya adalah orang-orang lama dan lingkar oligarki.

Asal, idola publiknya nggak masuk lingkar oligarki, saya pikir sabilah maju ke pertempuran.

#4 Punya komunitas pendukung

Inspirasi saya untuk menulis artikel ini adalah semakin merebaknya Komunitas Pendukung Ibu Susi (KOPI SUSI) di berbagai daerah di Indonesia. Memang gerakan dukungan untuk Ibu Susi maju ke dalam bursa capres agak sedikit berbeda dengan yang lain. Pasalnya capres lain ada yang mengandalkan melalui baliho-baliho, menyewa buzzer, oligarki, sampai polarisasi, tapi Ibu Susi malah didukung dan dideklarasikan sebagai Capres oleh KOPI SUSI.

Untuk menjawab pertanyaan dari judul di atas, saya rasa perjuangan Bu Susi untuk masuk ke dalam salah satu nama yang patut diperhitungkan untuk maju ke bursa capres sangat terjal dan bahkan bisa jadi mustahil. Tapi, kalau melihat potensi dan modal Bu Susi yang saya jabarkan tadi, mungkin bisa banget blio masuk dalam hitungan.

Yaaa asal nggak masuk lingkar oligarch aja sih wqwqwq.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Susi Pudjiastuti Memang Tak Pantas Masuk Kabinet Jokowi Periode Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2022 oleh

Tags: 2024caprespemilu 2024susi pudjiastuti
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Tiang listrik

5 Alasan Tiang Listrik Media Kampanye yang Lebih Efektik ketimbang Baliho

29 Oktober 2021
Menangisi Capres Adalah Hal yang Mubazir, Nangisin UMR Jogja noh, Udah kayak Bawang, Bikin Mata Perih!

Menangisi Capres Adalah Hal yang Mubazir, Nangisin UMR Jogja noh, Udah kayak Bawang, Bikin Mata Perih!

9 Januari 2024
Menganalisis Sosok Berinisial G yang Diramal Jadi Presiden RI 2024 terminal mojok.co

Menganalisis Sosok Berinisial G yang Diramal Jadi Presiden RI 2024

9 Februari 2022
4 Oleh-oleh Khas Solo yang Sebaiknya Jangan Dibeli revitalisasi Solo kaesang pangarep

Solo, Tempat yang Lebih Ideal bagi Kaesang Pangarep untuk Memulai Karier Politiknya, Bukan Depok, Bukan Sleman

10 Juni 2023
Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

13 November 2023
Mbok Jangan Terlalu Mengkhayal Bu Susi Bakal Jadi Menteri KKP Lagi terminal mojok.co susi pudjiastuti benur benih lobster edhy prabowo

Susi Pudjiastuti, Terima Kasih

25 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.