Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bagaimana Susi Pudjiastuti Ubah Konotasi ‘Ke Laut Aja!’

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
3 Maret 2021
A A
susi pudjiastuti
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Idiom “ke laut aja” kembali populer seiring Susi Pudjiastuti sering menyebutnya di Twitter. Jadi inspirasi lagu barunya Kaka Slank pula.

Sebuah kata dalam bahasa Indonesia bisa lahir karena persoalan sederhana. Dulu, kata untuk menyebut pelakor atau kekasih gelap adalah “Sephia”. Terinspirasi dari salah satu judul lagu Sheila on 7. Atau kepopuleran “TTM” dari judul lagunya Ratu era Maia Estyanti dan Mulan Kwok. Bahkan istilah “Bang Toyyib” untuk suami yang nggak pulang-pulang pun muncul dari lagu.

Iklan

Kisah ini hampir mirip dengan idiom “ke laut aja”. Konotasi “ke laut aja” dulunya adalah ungkapan kekesalan yang punya maksud mengusir. Kalau tidak salah ingat, ungkapan ini awalnya diprakarsai oleh Black Skin, musisi rap tahun 90-an, dengan liriknya yang populer: “Cewek matre, cewek matre. Ke laut aje.”

Barangkali idiom itu mirip-mirip kayak ungkapan “dari Hong Kong?”. Biasanya penggunaan ungkapannya itu jadi kayak begini: “Apa? Agus sekarang punya pacar? Pacar dari Hong Kong?”

Tentu saja maksud dari kalimat itu bukan Agus dipertanyakan punya pacar TKI dari Hong Kong atau tidak, melainkan ya hanya wujud ekspresi keraguan tingkat dewa.

Nah, beberapa dekade kemudian, ungkapan ini lantas dipopulerkan lagi oleh Susi Pudjiastuti. Tak hanya dipopulerkan malah, tapi diubah arahnya. Dari yang lumayan negatif, ke arah yang lumayan positif. Dari yang tadinya ngusir, malah jadi ajakan. Semacam, ayuuuk ke laut aja yuuuk?

Jaga-jaga aja kalau kamu nggak percaya Susi Pudjiastuti kerap memakai idiom itu, kamu bisa juga kok melacak di akun Twitternya.

Selamat pagi semua ???quote for today :
Banjir yg salah air
Panas yg salah matahari
Bokek yg salah uang
Saya bingung ? Ke laut saja !Have a good day ????

— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti) February 22, 2021


Hanya saja, sebenarnya Bu Susi sih pakai kalimat yang lebih baku… “ke laut saja”.

Wah, takut ditenggelemin Ivan Lanin apa bijimana sih Bu? Kok baku amat?

Ya maklum, sebagai menteri (mantan menteri lebih tepatnya), blio ini kan yang kelihatan paling anti-protokoler, slengean, tapi kerjaannya paling membekas bagi masyarakat kebanyakan (ingat, nggak semua suka Bu Susi lho, ada juga yang sebel entah karena apa). Oleh sebab itu, jadi agak aneh aja sebenarnya baca twitnya Bu Susi pakai kata baku “saja” gitu.

Oke, balik lagi ke persoalan kepopuleran “ke laut aja” Susi Pudjiastuti. Kalau kita mau perhatikan lagi, selentingan itu sebenarnya jadi semacam kampanye yang rada unik.

Ya gimana ya, sebagai negeri yang (((nenek))) moyangnya adalah seorang pelaut, idiom itu memang penting diumbar lagi. Normatif sih, tapi ya gimana, kita sudah puluhan tahun dibohongi sebagai negeri agraris doang, padahal sejatinya negeri maratim juga jeh.

Hawong negara dengan garis pantai terpanjang kedua dunia kok malah swasembada beras bukannya swasembada ikan. Kan ya logikanya ra mashooook.

Bahkan kampanye ini tak hanya mengubah idiom “ke laut aja” dari negatif ke positif, tapi juga mengarahkan kita agar lebih peduli soal laut Indonesia. Baik secara sumber daya alamnya maupun kedaulatannya.

Setidaknya “ke laut aja” seperti melengkapi dua kata lainnya dari Susi Pudjiastuti yang bisa mewakili kepedulian terhadap laut Indonesia. Dua kata lainnya itu adalah “tenggelamkan!” dan “benur”.

Bahkan, saking diapresiasinya kepedulian seorang Bu Susi, Kaka Slank sempetin juga untuk bikinin lagu dengan judul yang sama: “Ke Laut Aja”.

Jadi dari yang tadinya idiom “Ke Laut Aja” muncul dari lirik lagu Black Skin, sekarang malah jadi judul lagu dengan konsep yang berbeda oleh Kaka Slank. Udah kayak daur ulang aja nih.

Oh, iya, buat kampanye laut bersih dari sampah juga bisa sih ini. Apalagi di lirik lagunya Kaka Slank ada tuh…

Iklan

Ingat Bu Susi bilang…

Nyampah?

Ditenggelamkan!

Bu Susi emang paling bisa begini-begini. Ati-ati aja, Bu, kalau keseringan bikin idiom-idiom populer dan keren gini, lama-lama ditanggap jadi buzzer Istana lho. Ya monmaap, yang kerjaannya emang buzzer nggak bisa sekeren ini soalnya.

BACA JUGA Memahami Logika Edhy Prabowo yang Dikritik Susi Pudjiastuti Soal Ekspor Benih Lobster atau tulisan soal Susi Pudjiastuti lainnya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2025 oleh

Tags: ke laut ajaslankSusi Pudjiastuti
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Peterpan Punya Kasta Lebih Tinggi Dibanding Sheila on 7 MOJOK.CO

Sederet Alasan Mengapa Peterpan Lebih Memengaruhi Selera Pendengar Musik Indonesia Dibanding Band Papan Atas Lain, Salah Satunya Sheila on 7

23 Juni 2025
Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

8 Agustus 2023
5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

20 Oktober 2022
susi air mojok.co

Susi Air Kecelakaan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Doa Warganet

23 Juni 2022
9-chord-lagu-untuk-belajar-gitar-di-chordtela

9 Chord Lagu Belajar Gitar di Chordtela buat Gitaris Amatiran

19 Desember 2021
puan maharani

Puan Maharani Tidak Salah meski Disindir Susi Pudjiastuti soal Menanam Padi

13 November 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.