Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pemberian Anak Ayam Pada Pelajar di Bandung: Terobosan Cerdas yang Nggak Dimiliki Kepala Daerah Lainnya!

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
22 Oktober 2019
A A
Memahami Perasaan Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar terminal mojok.co

Memahami Perasaan Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan hadir melalui pemikiran Bapak Walikota Bandung Oded M. Danial. Beliau berencana memberikan satu ekor anak ayam kampung buat siswa SD dan SMP di Bandung. Menurutnya, tujuan dari terobosan ini untuk memberikan kegiatan pada anak-anak, jadi nggak terus maen hp. Mantap memang, semua akan kembali ngoprek hayam pada waktunya!

Di jaman yang serba canggih ini, jangankan melihara ayam, bangun kota pun bisa dilakukan di hp. Tapi itu lewat gim-gim berjenis simulator yang nggak bisa memberikan feel yang nyata pada pemainnya, sedangkan memberikan anak ayam pada anak-anak sudah tentu membuat mereka benar-benar merasakan bagaimana jatuh bangun dan rujitnya melihara ayam. 

Demi tercapainya tujuan “melepaskan anak dari kecanduan gawai” Bapak Walikota berencana memberikan pelatihan dulu bagi anak-anak nantinya. Mohon maaf ya Pak, pelatihan seperti apa yang cocok buat anak kelas 1 SD? Apa nggak sekalian orang tuanya diberi pelatihan juga. Dulu waktu saya kecil, saya juga pernah melihara ayam yang saya beli di sekolah. Itu loh, anak ayam yang warna-warni, dicat sama akang penjualnya. Memang menyenangkan awalnya, tapi nggak lama kemudian saya menyerahkan sepenuhnya kepemilikan anak ayam warna-warni tersebut pada orang yang lebih paham alias orang tua. Ya gimana ya, mau dipegang-pegang juga takut mati kan.

Akan tetapi boleh lah terobosan baru Pak Walikota dicoba. Siapa tahu nanti ada anak yang ujug-ujug punya cita-cita peternak ayam atau pengusaha ayam. Mungkin juga nanti anak-anak jadi terpicu melakukan kegiatan lain yang lebih positif, membuat vlog memelihara ayam sejak kecil misalnya. Ya lagipula kalau terus-terusan dikasih tugas yang berhubungan dengan pelajaran nanti anak-anak jadi stres, masih lebih bagus ini. Lebih sesuai dengan tujuan Presiden Jokowi yang ingin membangun Sumber Daya Manusia. Kalau disuruh mikirin pelajaran sekolah terus-menerus nilai jadi hal paling utama buat anak-anak, apa bedanya generasi masa depan sama generasi saya yang mendewakan nilai dong?

Seperti yang saya bilang, semua akan kembali ngoprek hayam pada waktunya. Semaju apapun teknologi, meski inovasi terus lahir tanpa henti, ngoprek hayam adalah jalan keluar terbaik agar anak-anak nggak kecanduan gawai. Mungkin opsi menambah kegiatan ekstrakurikuler atau memberikan les-les yang mampu meningkatkan soft skill anak-anak sudah terlalu mainstream, sedangkan yang mainstream seringkali dicibir dan dianggap ikut-ikutan, ngoprek hayam juga bisa menambah nilai positif dalam buku catatan prestasi Bapak Oded ini. Bisa jadi Pak Oded dilirik oleh Bapak Presiden buat masuk ke kabinet nya yang sekarang kan?

Jangan suudzon dulu deh ya! Mana mungkin Pak Oded ingin menghambat tumbuh kembang anak dengan memberi anak ayam buat mereka. Justru Pak Oded ingin mengajarkan kasih sayang pada sesama makhluk hidup, biar nggak ada lagi yang ngasih ciu ke kucing atau ng-cat-in bulu-bulu anak ayam atau ngadu cupang dan semua kegiatan yang membahayakan makhluk hidup lain. Nanti mereka jadi generasi yang nggak-ber-peri-ke-makhluk-hidup-lainnya-an. Urusan kualitas pembelajaran dalam kelas itu beda lagi, jangan disangkut pautkan ya. Itu urusannya Menteri Pendidikan dan Dinas Pendidikan setempat. 

Kalau main gawai menghambat kehidupan sosial anak-anak, maka ngoprek hayam mengembalikannya. Anak-anak yang nggak pandai ngomong di depan banyak orang, bisa sering melatih public speaking skill dia di hadapan anak-anak ayam. Jiwa rivalitas pun jadi bertambah, mereka nanti bisa membawa ayam peliharaannya ke sekolah buat dipamerin ke teman-teman satu kelasnya:

“Eh liat deh, ayamku udah bisa nyari makan sendiri jadi aku gak usah ngasih makan terus!”

Baca Juga:

3 Alasan Romantisme Bandung Akan Luntur, Ketika Menginjakan Kaki di Kecamatan Cibiru

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

“Lah ayamku sudah bisa kawin sendiri, malahan bikin tempat bertelurnya sendirian. Aku liatin aja lah dia, penasaran juga anak didik ku gimana kemampuanny!”

“Anak ayamku dong! Bisa berak nggak sembarangan! Tiap mau berak pasti lari-lari di dalam rumah sambil nyariin toilet, pup deh di kloset!”

Mungkin seperti itu cuplikan masa depan yang bisa saya bayangkan. Bagaimanapun, terobosan yang hebat Pak Oded! Sudah saatnya warga Bandung jadi lebih unggul lagi dari kota-kota lain, terus nanti diikutin Kepala Daerah yang lainnya. Jadilah Indonesia 20-30 tahun mendatang diresmikan sebagai negara pemasok daging dan telur ayam yang paling gede di dunia. Tapi buat pakan ayamnya beli, karena nggak ada lagi petani yang menanam padi. Selamat Pak Odes! Saya mendukung terobosan ini! (*)

BACA JUGA Sungguh, Wali Kota Depok Adalah Teladan Bagi Semua Bupati Se-Flores atau tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2019 oleh

Tags: anak ayamBandunggawaikecanduan gadgetkenakalan remajaKesehatan Mental
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

Seblak Bukan Sampah, tapi Wujud Usaha Bertahan Hidup (Unsplash)

Seblak Bukan Sampah, tapi Sebuah Kuliner yang Berasal dari Perjuangan untuk Bertahan Hidup

25 September 2025
Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini Mojok.co

Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini

20 Maret 2024
Majalaya, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Sering Diejek Netizen Ternyata (Lumayan) Maju Mojok.co

Majalaya, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Sering Diejek Netizen Ternyata (Lumayan) Maju

12 Mei 2024
4 Hal yang Patut Disyukuri Saat Tinggal di Bandung

4 Hal yang Patut Disyukuri Saat Tinggal di Bandung

20 Januari 2022
3 Tempat Makan di Bandung yang Buka Dini Hari Terminal Mojok

3 Tempat Makan di Bandung yang Buka Dini Hari

26 Januari 2022
Perfeksionis

Perfeksionis, bukan Kepribadian yang Mudah

30 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.