Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Ada yang Istimewa dari Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR RI Termuda Periode 2019-2024

Iqbal AR oleh Iqbal AR
4 Oktober 2019
A A
Hillary Brigitta Lasut

Hillary Brigitta Lasut

Share on FacebookShare on Twitter

Pelantikan anggota DPR RI yang dilaksanakan beberapa hari lalu menyisakan berbagai macam cerita. Mulai dari terpilihnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024, adanya anggota DPR RI baru yang punya tiga istri, adanya beberapa anggota DPR RI dari kalangan pemuda, dan beberapa cerita lainnya. Beberapa cerita dari pelantikan DPR RI ini seakan mencoba menjadi rival terhadap isu-isu demonstrasi mahasiswa terhadap hasil kerja DPR RI periode sebelumnya. Ya sah-sah saja, lah.

Tapi kali ini, saya nggak akan membahas terpilihnya Puan Maharani menjadi Ketua DPR RI yang baru, karena apanya yang mau dibahas, sih? Kinerjanya juga nggak ada yang spesial banget. Biasa saja dan nggak menarik. Saya juga nggak akan bahas tentang anggota DPR RI baru yang punya tiga istri, lalu tertidur di hari pertamanya bekerja. Karena selain urusan tiga istri itu urusan dia pribadi, urusan dia tertidur di hari pertama kerja juga nggak kaget lah. Kan bagus, dia sudah tahu cara kerja di DPR. Kalalu nggak tidur, ya bikin peraturan ngawur.

Saya akan coba bahas tentang adanya anggota DPR RI termuda pada periode ini. Dia adalah Hillary Brigatta Lasut, anggota DPR RI berusia 23 tahun yang berhasil lolos ke Senayan. Selain berhasil lolos ke Senayan, angggota DPR RI dari Partai Nasdem ini juga berhasil menarik perhatian banyak sekali media untuk diberitakan, terutama Metro TV—ya iya laahhh! Bukan karena terobosannya di parlemen, namun karena usianya yang muda saja. Udah.

Anggota DPR RI asal Sulawesi Utara ini memang cukup fenomenal—katanya. Banyak media yang menyoroti “keberhasilannya” menembus Senayan di usia yang terbilang sangat muda. Meskipun nggak sedikit juga yang meragukan kemampuannya bertarung di parlemen di usia yang bisa dibilang masih sangat labil ini. Ya memang, sih, ketika anak usia 23 tahun lainnya masih berjuang menyelesaikan skripsi, atau berjuang mencari pasangan, Hillary ini malah maju sebagai caleg—bahkan menang dan lolos ke Senayan. Meskipun biasa saja sebenarnya.

Tapi, media dan masyarakat seakan mengangkat berita tentang Hillary Brigitta Lasut ini terlalu tinggi. Semua media—mulai dari cetak mau pun online—memberitakan dan menggali siapa sebenarnya Hillary ini dan memuja-muji setinggi langit. Padahal, kalau urusan ada orang atau anak usia 23 tahun bisa masuk ke parlemen jadi anggota DPR ya biasa saja. Nggak ada yang terlalu spesial juga. Semua orang yang seumuran dengan Hillary juga bisa daftar jadi caleg, syukur-syukur menang. Asal punya modal yang banyak, syukur-syukur punya relasi yang banyak juga. Jadi, biasa saja.

Belum lagi di beberapa media, diberitakan bahwa Hillary nggak asing sama dunia politik—karena orang tua Hillary adalah politisi juga. Ayahnya pernah menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud selama dua periode sejak tahun 2004. Sementara ibunya pernah menjabat sebagai Bupati Minahasa Tenggara pada tahun 2008-2013. Biasa saja, kan? Biasa saja. Nggak sedikit kok anak pejabat yang terjun ke dunia politik.

Selain karena kedua orang tuanya adalah pejabat, ketidak asingan Hillary dengan dunia politik adalah dia pernah jadi ketua OSIS di SMA-nya. Iya, ketua OSIS. Sekarang begini, berapa banyak orang sih, yang pernah jadi ketua OSIS? Jutaan orang, mungkin. Lalu mengapa kok pake embel-embel OSIS sebagai bekal maju ke parlemen? Maksudnya begini, kalau hanya modal pernah jadi ketua OSIS, ya teman saya bisa saja jadi anggota DPR—cuma sayangnya, orang tuanya bukan pejabat dan nggak punya modal yang banyak. Gitu saja.

Saya sebenarnya juga nggak mau sinis atau gimana sama Hillary. Tapi media dan masyarakat seakan-akan menjadikan Hillary sebagai “primadona” pemberitaan, menganggap terpilihnya Hillary menjadi anggota DPR RI adalah sesuatu yang fenomenal—yang secara nggak langsung juga membentuk persepsi bahwa Hillary adalah representasi anak muda dan bla bla bla. Untuk urusan usia Hillary, sudah saya bahas di atas dan itu biasa saja. Nggak ada yang spesial dan nggak fenomenal sama sekali. Untuk urusan representasi anak muda, memangnya anak muda masih percaya sama DPR? Nggak usah terlalu percaya, deh.

Baca Juga:

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

Nggak Usah Ngiri dengan Tunjangan dan Kekayaan Anggota DPR, Lama-lama Bikin Gila

Lagian, ketika semua memberitakan Hillary masuk parlemen di usia muda, kita semua lupa tentang apa isu dan permasalahan yang akan dibawa Hillary ke parlemen. Apa yang akan dilakukan Hillary di parlemen. Setidaknya, terobosan apa yang akan dilakukan Hillary ketika duduk di parlemen. Ada yang tahu? Apa jangan-jangan, Hillary akan jadi seperti anggota DPR periode sebelumnya, yang hasil kerjanya malah bikin pusing masyarakat? Maka dari itu, mari kita kawal—fokus pada kerjanya. (*)

BACA JUGA Anggota DPR Periode Ini Sungguh Asoy, Banyak Nama Kontroversialnya! atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2019 oleh

Tags: anggota dprdpr termudaHillary Brigitta Lasutkontroversiviral
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Tobrut Memang Meresahkan (Unsplash)

Tobrut Memang Meresahkan, Budaya Merendahkan Tubuh Perempuan tapi Dimaklumi karena Gampang Masuk FYP

20 Juni 2024
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

10 Oktober 2024
merokok

Mengapa Saya Tidak Merokok?

12 Juli 2019
maia estianty twit viral kritik pemerintah donasi kitabisa apd rumah sakit tes untuk masyarakat sosialita arisan tempey twitter mojok.co

Bunda Maia Estianty Jangan Ikut Memperkeruh Suasana ya, ya?

11 April 2020
mojokerto

Mojokerto yang Kalah Terkenal Dibanding Mojok

6 April 2020
aisyah istri rasulullah lagu viral makna pencipta cover terbaik lagu captain tsubasa mojok

3 Kesamaan Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’ dengan Lagu ‘Captain Tsubasa’

9 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.