Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nikita Mirzani dan Baim Wong Adalah Alasan untuk Berangus Influencer dari Indonesia

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
14 Oktober 2021
A A
Nikita Mirzani dan Baim Wong Adalah Alasan untuk Berangus Influencer dari Indonesia terminal mojok.co

Nikita Mirzani dan Baim Wong Adalah Alasan untuk Berangus Influencer dari Indonesia terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saat artikel saya yang menggoblok-goblokkan Baim Wong terbit, banyak warganet yang berspekulasi. Jangan-jangan bakal ada Influencer lain yang aji mumpung memanfaatkan momentum pekok ini. Entah untuk pura-pura peduli, atau mengutuk Baim Wong langsung.

Untuk Anda yang meramalkan ini, saya ucapkan selamat! Pasalnya, Anda sudah tepat dalam meramalkan sesuatu. Mending segera pasang taruhan di togel Hongkong, deh: sedang tangkas intuisinya.

Baru sejenak saja kasus Kakek Suhud “dibentuk” Baim Wong, para publik figur dan Influencer berebut panggung. Panggung yang paling viral tentu si sensasional Nikita Mirzani. Tidak menunggu lama, dia mengundang sang kakek untuk menyuarakan isi hatinya (baca: dieksploitasi duka citanya).

Nikita Mirzani juga menyuarakan kecaman kepada Baim Wong. Tentu sambil menunjukkan kedekatan dengan Kakek Suhud. Dan segera saja, Nikita Mirzani mendapat pujian dan dukungan dari warganet.

Setiap ada berita tentang Baim Wong, nama Nikita Mirzani disebut. Warganet menunjukkan betapa Nikita Mirzani lebih beradab dari si raja prank itu. Pokoknya, Nikita Mirzani adalah pahlawan bagi warganet dan kaum miskin papa. Saya pribadi merasa risih ketika banyak yang menyatakan betapa mulianya Nikita Mirzani ke telinga saya.

Pasalnya, yang dilakukan Nikita Mirzani tidak beda dengan Baim Wong. Mereka sama-sama menunggangi isu demi pencapaian pribadi. Mungkin saya tidak akan menyebut Nikita Mirzani goblok, tapi memang cara dia memenangkan hati warganet begitu keji. Mungkin, kata “nggatheli” lebih pantas saya sematkan padanya.

Kenapa keji? Nikita Mirzani memilih menunggangi simpati warganet. Persis seperti aksi kampanye para politikus. Kepedulian yang disajikan kental dengan urusan popularitas. Jika tidak, pasti Nikita Mirzani melakukan gerak senyap tanpa fafifu wasweswos.

Metode publicity stunt ala Nikita Mirzani ini bukan kali pertama terjadi. Setiap ada kasus yang merebut simpati warganet, para Influencer berebut mencari panggung. Dari sekadar komentar, sampai melakukan sesuatu yang kadang memuaskan. Pokoknya exposure naik, insight meningkat, dan cuan dari iklan serta endorse masuk ke kantong mereka.

Baca Juga:

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Menurut saya, perilaku bajingan para Influencer ini sudah sampai taraf berbahaya. Dan rasa muak ini sudah perlu diubah menjadi tindakan. Sudah saatnya masyarakat Indonesia bebas dari pengaruh Influencer berengsek. Sudah saatnya para Influencer diberangus.

Mengapa berbahaya? Pertama, perilaku Influencer ini sudah mendistraksi opini masyarakat pada situasi hari ini. Ketika kemiskinan menjadi komoditi dan bukan sebagai masalah. Dan ketika para Influencer ini mengambil peran sebagai messiah, rakyat didorong untuk berharap pada mereka.

Masalahnya, berharap pada aksi filantropis influencer berarti menanti mereka membutuhkan rakyat. Jika isu kemiskinan sudah tak laku, tentu rakyat termarjinalkan ini akan dibuang seperti permen karet bekas dikunyah bocah.

Kedua, influencer ini secara tidak langsung menjaga kemiskinan itu sendiri. Tentu karena mental bajingan mereka ingin agar selalu ada konten. Jadi yang mereka lakukan bukanlah menyelamatkan rakyat miskin papa. Namun, mereka semata-mata menyelamatkan pundi-pundi uangnya agar bergelimang kemewahan. Jika kemiskinan adalah sumber rupiah, naluri mereka tentu ingin menjaga kemiskinan ini.

Tapi apakah memang perlu memberangus para Influencer ini? Menurut saya, ini perlu karena mental influencer macam ini tidak akan putus. Ketika ada yang terinspirasi oleh influencer, mereka bisa menjadi kandidat potensial influencer pekok berikutnya. Dan metode yang dilakukan tersebut kemungkinan besar terulang. Karena kalau sukses jadi sumber uang, kenapa perlu berinovasi?

Tentu saya tidak menyarankan melakukan aksi keji ala pembantaian 65. Tapi sudah saatnya kita berangus ide tentang influencer ini. Mungkin terdengar ndakik-ndakik, tapi saya rasa mungkin. Ya, susah-susah gampang, sih. Apalagi kalau bicara pion industri hiburan dan konglomerasi yang mereka usung.

Minimal kita bisa menanamkan ide bahwa influencer tidak lebih dari manusia yang mencari untung dengan mempengaruhi opini manusia lain. Jadi, jangan sampai opini kita diatur mereka yang memasang diri lebih istimewa dan mulia itu. Mungkin kampanye untuk blokir dan lain sebagainya bisa membantu. Tapi ingat, itu hak Anda semua.

Jika Anda nyaman diatur opininya sama influencer, ya silakan jadi roda gigi eksploitasi manusia demi kekayaan segelintir influencer. Jika tidak, Anda berhak mengatur opini Anda sendiri.

Saya merasa ini ironis. Di satu sisi, saya merasa seperti influencer, terlihat ingin mengatur opini Anda. Dan saya juga terlihat ingin opini pribadi saya diterima. Namun, bukankah saya hanya bicara apa yang sebenarnya sudah Anda tahu dan rasakan?

Sumber Gambar: Akun Instagram Nikita Mirzani

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2021 oleh

Tags: Baim Wonginfluencernikita mirzani
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Influencer Bukanlah Dewa, dan Kalian Nggak Perlu Membela Mereka

Influencer Bukanlah Dewa, dan Kalian Nggak Perlu Membela Mereka

31 Juli 2021

Menggugat Aktris dan Influencer yang Sok-sokan Jadi Messiah di Tengah Masyarakat Miskin

31 Agustus 2021
Chef Arnold Mengajari Kita untuk Nggak Gampang Percaya Bacot Influencer (Unsplash.com)

Chef Arnold Mengajari Kita untuk Nggak Gampang Percaya Bacot Influencer

23 Agustus 2022
Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang "Pedas"

Kamu Bisa Jadi Food Vlogger Cukup Modal 5 Kata Ini

23 September 2024

Sebaiknya Baim Wong Pensiun daripada Terlihat Goblok Memahami Apa Itu Kerja

12 Oktober 2021
Bad publicity is still publicity Holywings (Unsplash.com)

Alasan Bad Publicity is Still Publicity Tidak Lagi Berlaku Buat Holywings

25 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

28 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026
Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker (Kota Banjarbaru via Wikimedia Commons)

Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker

26 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.