Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Sebelum Beli Masker Bubuk, Pertimbangkan Dulu Hal Ini Biar Nggak Nyesel

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
1 September 2021
A A
Sebelum Beli Masker Bubuk, Pertimbangkan Dulu Hal Ini Biar Nggak Nyesel terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Masker bubuk memang pilihan tepat, sih, buat yang mau merawat kulit namun tetap hemat.

Demi wajah yang sehat dan cantik, nggak sedikit orang yang rela melakukan segala cara. Salah satu ikhtiar yang umum dilakukan oleh orang-orang di luar sana adalah dengan menggunakan masker. Bukan masker KN95 atau duckbill, ya, masker yang saya maksud ini adalah salah satu produk perawatan wajah tambahan yang dipercaya mampu menyelesaikan berbagai macam permasalahan kulit wajah.

Ada berbagai macam masker kecantikan yang bisa kita temukan di pasaran. Ada sheetmask ala-ala Korea, peel-off mask yang katanya bisa sekalian mengangkat komedo dari wajah, sampai masker bubuk dengan kemasan mini nan unyu-unyu. Khusus yang terakhir ini, kita bisa memilikinya tanpa perlu menghabiskan banyak uang. Bahkan saya nggak lagi merasa nggumun ketika menemukan seller yang menawarkan masker bubuk dengan harga setara tarif parkir standar di Jogja, 2 ribu perak. Dengan modal recehan kita bisa punya wajah glowing, menggiurkan banget nggak, sih?

Dari segi harga, kita nggak perlu lagi berpikir panjang. Harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sheetmask dan dapat dipakai berulang kali seperti claymask. Jangan salah, meski harganya murah, masker bubuk juga punya kelebihan lain melalui variannya yang beraneka ragam sehingga kita bisa memilih masker yang memang fokus pada skin concern yang kita alami. Kendati demikian, ada berbagai macam hal yang harus dipertimbangkan sebelum beli masker bubuk.

#1 Pastikan bahwa kamu adalah orang yang selo dan bersedia ribet

Bikin masker bubuk itu ibarat membuat bubur bayi instan. Kelihatannya mudah, tinggal mencampur serbuknya dengan air, aduk sebentar, lalu jadi. Kenyataannya, kita harus memastikan bahwa masker yang sudah dicampur dengan air keran atau air mawar itu nggak terlalu encer maupun terlalu kental. Kalau terlalu cair, masker akan sulit diaplikasikan ke wajah karena netes ke mana-mana. Sementara campuran masker dan air yang terlalu kental bakal membuat kita boros dalam menggunakannya.

Setelah menyatukan air dengan serbuk masker, kita dihadapkan dengan kesulitan lainnya. Yaps, kita memerlukan kuas untuk memakai maskernya. Pakai sendok bisa, sih, tapi peralatan yang satu ini khusus dipakai buat orang yang sabarnya turah-turah karena super ribet. Rupanya modal 2 ribu tadi nggak cukup lantaran kita masih harus menambah modal untuk beli mangkok dan kuas masker.

Setelah membuat masker menjadi pasta dan mengoleskannya ke muka, kita masih harus menanti masker kering selama 10-20 menit sebelum akhirnya bisa dibilas. Inilah mengapa saya mengatakan bahwa pengguna masker bubuk haruslah memiliki banyak waktu luang. Bagi orang sibuk dan nggak sempet maskeran, bisa mengakalinya dengan pakai sleeping mask lantaran bisa dibawa tidur atau sheetmask yang tinggal dipasang ke muka dan bisa dilepas tanpa dibilas. Sementara memakai masker bubuk harus mengikuti setiap langkahnya.

#2 Cermat meski harganya bisa membantu kita berhemat

Masker bubuk yang tersedia di pasaran memiliki rentang harga yang bermacam-macam, meskipun nggak begitu jauh interval antara masker bubuk termahal dengan yang paling terjangkau. Harga murah bukan berarti kita nggak perlu mencemaskan hal lainnya, justru kita harus semakin awas sebelum membeli.

Baca Juga:

Anak SD Zaman Sekarang Sudah Punya Skincare Routine Lengkap dan Tampilan Layak Selebgram: Padahal Saya Pas Bocah Bangga Punya Kaos Sablon dari Pasar Malam

Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

Pengalaman saya sewaktu pertama kali beli masker bubuk bener-bener disaster. Di zaman jahilliah ketika saya masih awam soal skincare, saya hanya mengandalkan review dari para pemakai maskernya di Twitter dan jumlah penjualan di Shopee. Saya sampai baca semua twit, reply, sampai menfess untuk memastikan bahwa masker yang pengin saya beli memang efeknya makbul. Akhirnya saya membeli 2 masker varian sulfur karena di deskripsi dan klaimnya bisa mencegah timbulnya jerawat dengan total harga kurang dari 15 ribu. Lalu apa yang terjadi? Wajah saya ngamuk, huhuhu. Bukannya mencegah jerawat, malah tumbuh jerawat kistik atau jerawat batu yang susah sembuh itu di muka saya. Malunya lagi, pada saat itu saya lagi jadi panitia event nasional di kampus. Alhasil saya terpaksa menutupi wajah dengan masker—masker medis, ya—sepanjang pekan dan hampir nggak bisa dikenali di foto gara-gara masker keji itu.

Setelah saya cari tahu, masker yang saya beli ini belum ber-BPOM. Di kemasannya nggak tertera komposisi maupun pabrik pembuatnya. Hanya terlihat bahwa pembuat maskernya cukup niat dalam mendesain kemasan sehingga saya nggak menaruh curiga.

Selalu pastikan bahwa masker bubuk yang pengin kamu beli sudah terdaftar dan teruji oleh BPOM, ya. Nomor BPOM memegang kunci penting bagi keselamatan diri kita, Girls. Meskipun nggak ada jaminan bahwa produk yang kita pakai bakal cocok karena setiap kulit punya trigger atau ketidakcocokan dengan bahan tertentu, seenggaknya kita bisa terhindar dari bahan berbahaya yang nggak seharusnya berkontak dengan kulit.

#3 Ada konsekuensi, bersedia nanggung?

Selain menyebabkan bencana kalau nggak teliti saat membeli seperti saya, setiap masker bubuk punya kesamaan dalam hal memicu pemakainya merasa menderita. Dari namanya saja sudah bisa kita terka bahwa masker ini berbentuk bubuk atau serbuk, sehingga apabila terhirup kita akan bersin-bersin atau parahnya bisa menyebabkan sesak napas.

Selain itu, partikel masker yang berukuran mikro—atau nano, ya?—rawan masuk ke mata. Masih soal cerita pengalaman masker yang saya alami, saya pernah nangis sampai mata merah gara-gara ada serbuk masker yang masuk ke dalam mata. Setelah membasuh wajah setelah memakai masker, saya nggak sadar bahwa masih ada residu yang tersisa di alis. Ketika hendak tidur, partikel residu itu masuk ke mata saya. Saya coba mengedipkan mata berulang kali, tapi hasilnya nihil. Saya kucek—plis, jangan dicontoh—malah bikin mata semakin pedes. Saya basuh pake air pun masih hinggap dan enggan pergi di dalam mata. Semenjak itu saya bener-bener kapok pakai masker bubuk. Saya memilih buat pakai sheetmask atau clay mask sekalian yang walaupun bikin dompet cepet tipis, tapi lebih aman dan bikin tenteram.

Ya gitu, deh, pengalaman pahit saya sewaktu pakai masker bubuk. Semoga kalian bisa terhindar dari peristiwa yang serupa dengan yang pernah saya derita dengan memikirkan ketiga saran di atas sebelum jajan masker.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2021 oleh

Tags: masker bubukperawatan wajahskincare
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

skincare untuk cowok skincare lokal skincare routine mojok

Mau Pakai Produk Skincare? Perhatikan 3 Hal Ini

29 Juli 2020
3 Rekomendasi Beauty Vlogger No Bacot, Review Selalu Top terminal mojok

3 Rekomendasi Beauty Vlogger No Bacot, Review Selalu Top

6 Agustus 2021
Serupa tapi Tak Sama, Perbedaan Toner dan Micellar Water terminal mojok

Ketahui Perbedaan Toner dan Micellar Water biar Nggak Salah Kaprah

22 Maret 2021
Panduan Memahami Niacinamide untuk Pemula terminal mojok

Panduan Memahami Niacinamide untuk Pemula

9 Juli 2021
5 Penyebab Kulit Wajah Tetap Bermasalah meski Sudah Rajin Pakai Skincare Terminal Mojok

5 Penyebab Kulit Wajah Tetap Bermasalah meski Sudah Rajin Pakai Skincare

5 Juli 2022
4 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Kamu yang Suka Beraktivitas di Bawah Terik Matahari

4 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Kamu yang Suka Beraktivitas di Bawah Terik Matahari

16 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.