Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

‘Higehiro’, Anime yang Menyajikan Realitas Sosial dan Isu Kesehatan Mental

Alfain Aknaf Rifaldo oleh Alfain Aknaf Rifaldo
23 Juni 2021
A A
higehiro anime mojok

higehiro anime mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah kurang lebih dua bulan saya benar-benar mengurangi konsumsi anime. Dari yang biasanya sehari paling tidak menonton tiga episode, menjadi satu episode yang saya tonton. Itu pun tidak setiap hari. Alasannya tentu karena ada berbagai macam kesibukan, lebih tepatnya disibukkan oleh tugas kuliah. Yah namanya juga mahasiswa semester awal.

Hingga pada suatu malam, ketika saya benar-benar merasa jenuh dan di luar hujan lebat, saya memutuskan untuk nonton anime. Ada satu judul anime yang menurut saya begitu menarik. Anime tersebut berjudul “Higehiro : Kucukur Janggut, Siswi SMA Kupungut”. Tentu judul tersebut adalah versi bahasa Indonesianya. Sedangkan dalam versi Jepangnya adalah “Hige wo Soru. Soshite Joshikousei wo Hirou” dan biasa disebut cukup dengan Higehiro saja.

Setelah menonton satu episode, insting saya sebagai penikmat anime langsung berkata bahwa anime ini sangat bagus. Saya pun mengamininya dan memutuskan untuk marathon saat itu juga.

Kembali ke cerita saya tadi, satu episode awal anime Higehiro benar-benar sudah memikat hati saya sehingga tidak tanggung-tanggung saya putuskan untuk segera marathon anime tersebut. Anime Higehiro ini sendiri ditayangkan secara legal di kanal YouTube Muse Indonesia. Setelah marathon anime tersebut, ada banyak sekali kecamuk perasaan dalam diri saya. Namun sebelum ke sana, mari kita mulai dari sinopsis anime ini terlebih dahulu.

Anime ini bercerita tentang seorang laki-laki pekerja kantoran bernama Yoshida yang sedang mengalami patah hati usai ditolak oleh orang yang dia cintai yang ternyata merupakan senior di tempatnya bekerja. Dalam perjalanannya pulang dalam keadaan mabuk, Yoshida bertemu dengan seorang siswi SMA bernama Sayu yang sedang meringkuk di pinggir jalan.

Yoshida kemudian menyuruh siswi SMA tersebut untuk pulang, namun Sayu berkata bahwa ia tidak memiliki tempat untuk pulang. Sayu kemudian memohon untuk diberikan tumpangan di rumah Yoshida. Dalam keadaan setengah sadar Yoshida hanya bisa mengiyakannya. Sayu sendiri pada awalnya meminta tumpangan dengan imbalan melakukan hubungan badan dengannya. Namun, dengan jantan Yoshida menolak hal tersebut dan mengijinkannya untuk tinggal secara cuma-cuma.

Kurang lebih begitulah sinopsisnya. Lalu, hal apa yang membuat anime ini saya anggap sangat bagus? Menurut saya, tentu saja adalah premis ceritanya. Premis cerita anime ini sangat jarang ditemukan di anime lain. Kalaupun ada, pasti mengarah pada hal-hal berbau mesum. Tapi, tidak demikian dengan anime ini. Higehiro justru seakan memberi tahu penontonnya tentang realitas yang terjadi di masyarakat kita.

Tokoh perempuan utama di cerita ini, yaitu Sayu dikisahkan sebagai siswi SMA yang kabur dari rumahnya di Hokkaido menuju Tokyo. Setelah saya cari tahu, ternyata jarak antara dua tempat tersebut mencapai 1280,5 kilometer, lebih jauh dari jarak Jakarta ke Bali. Bayangkan saja, gadis sekolah kabur dari rumahnya hingga sejauh itu. Pastinya ada hal yang membuatnya berani melakukan hal semacam itu.

Baca Juga:

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

Apesnya Jadi PNS, Mau Naik Gaji Aja Kena Hantam Netizen. Memangnya Bayar Tagihan Pakai Tenaga Dalam?

Di Tokyo sendiri, dia harus berjuang agar mendapatkan tempat tinggal. Gara-gara tidak punya uang, Sayu mau tidak mau memberikan kehormatannya pada pria hidung belang agar diberi tumpangan. Untungnya, setelah sekian lama Sayu kemudian bertemu dengan Yoshida, yang mau memberikannya tempat tinggal tanpa meminta imbalan apa pun.

Fakta bahwa Sayu kabur hingga ke tempat yang sangat jauh dari rumahnya dan bagaimana caranya bertahan hidup berhasil membuat saya penasaran sehingga langsung berlanjut ke episode-episode berikutnya. Dalam cerita ini, diperlihatkan bagaimana Yoshida mencoba memulihkan mental dan pola pikir Sayu yang sudah mulai menormalisasi hal yang selama ini dilakukannya sehingga menganggap dirinya sendiri seperti komoditi.

Seiring berjalannya waktu, mindset Sayu terhadap dirinya perlahan berubah. Ia kembali menghargai dirinya sendiri. Meski demikian, hal tabu yang selama ini ia lakukan menjadi semacam trauma bagi dirinya dan terkadang hadir sebagai mimpi buruk. Hal-hal semacam inilah yang menurut saya sangat realistis dan benar-benar terjadi di sekitar kita.

Dengan gaya penceritaannya yang bagus, anime ini mencoba mengungkap hal-hal yang terjadi di sekeliling kita, namun seringkali dilupakan. Seperti perempuan yang merelakan tubuhnya hanya agar bertahan hidup. Kejadian seperti ini sering dijumpai di kota-kota besar yang dalam cerita ini diwakilkan dengan Tokyo sebagai latar tempatnya.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah alasan kaburnya Sayu dari rumah. Setelah beberapa episode, penonton akhirnya diberi tahu alasan sebenarnya Sayu kabur dari rumah, yang seperti saya duga, berkaitan dengan masalah keluarga. Tidak ada plot twist dalam poin yang satu ini. Elemen kejutnya justru ada pada masalah keluarga apa yang Sayu hadapi.

Masalah keluarga yang Sayu hadapi diceritakan secara epic sehingga saya sebagai penonton bisa ikut merasa terhanyut dalam kepiluannya. Ditambah lagi, suatu kejadian menimpa satu-satunya sahabat baiknya sehingga mengakibatkan depresi dan sedih berkepanjangan. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, kisah Sayu sungguh menyedihkan karena selain mengalami depresi, ia pun mempunyai masalah di keluarganya tempat ia tinggal.

Kesimpulannya, anime Higehiro ini adalah anime yang mengangkat banyak sekali isu sosial. Mulai dari kerasnya hidup di kota besar, kesehatan mental, hingga masalah keluarga. Semua isu tersebut dibawakan dengan cerdas tanpa banyak gimik yang tidak perlu. Sikap jantan yang ditunjukan Yoshida juga menurut saya sangat keren. Oiya, ada beberapa adegan dewasa di anime ini yang alih-alih demi fan service, justru membuat penontonnya semakin simpati terhadap karakter Sayu.

Anime ini tentu ditujukan untuk orang dewasa dan bukan untuk anak-anak mengingat adanya adegan dewasa dan pembahasannya yang cukup berat. Jadi, bijaklah dalam mencari tontonan.

Sumber gambar: YouTube Trailer Anime

BACA JUGA Citra Anime Makin Rusak Berkat Ulah Fandom Anime yang Norak! dan tulisan Alfain Aknaf Rifaldo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: adolf hitleranime dewasaAnime Terminalfan servicehigehirorealitas
Alfain Aknaf Rifaldo

Alfain Aknaf Rifaldo

Seorang paman yang berusaha tetap relevan dan keren. Menghabiskan hari-harinya sebagai mas-mas biasa yang mencintai aroma kertas buku dan pahitnya kopi.

ArtikelTerkait

'Samurai Deeper Kyo', Manga Underrated yang Sangat Saya Rekomendasikan terminal mojok.co

‘Samurai Deeper Kyo’, Manga Underrated yang Sangat Saya Rekomendasikan

28 Juni 2021
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

29 Juli 2023
Menelaah Praktik Nepotisme dalam Terpilihnya Naruto sebagai Hokage Konoha terminal mojok.co

Menelaah Praktik Nepotisme dalam Terpilihnya Naruto sebagai Hokage Konoha

30 Juni 2021
takagi wataru miwako sato conan edogawa mojok

Nge-ship kok Conan dan Haibara, Mending Takagi Wataru dan Miwako Sato lah!

24 Juni 2021
baryon mode vs hollowfication mojok

Baryon Mode vs Hollowfication, Mana yang Lebih Mantap?

8 Juli 2021

5 Manga yang Saya Harap Bisa Terbit di Indonesia

7 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat Mojok.co

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

10 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.