Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Meski Nol Kalori, Konten Mukbang Ternyata Berbahaya

Lina Yasmin oleh Lina Yasmin
1 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tidak tahu atau bahkan belum pernah nonton konten mukbang saat ini? Mulai dari yang lokal ada Tanboy Kun, si cantik Boki (Eat with Boki) asal Korea Selatan, sampai si chaos Nikocado Avocado dari Amerika Serikat. Mereka adalah beberapa YouTuber kenamaan yang menyuguhkan konten mukbang pada channel YouTube mereka.

Mukbang adalah jenis konten siaran langsung atau rekaman video yang memperlihatkan sang host memakan makanan dalam porsi besar. Pada umumnya, acara mukbang disertai dengan interaksi langsung dengan para penontonnya. Namun, seiring perkembangannya, hadirlah mukbang ASMR (autonomous sensory meridian response) yakni mukbang yang disertai dengan audio berkualitas tinggi sehingga penonton dapat mendengar suara menggigit, mengunyah, menelan, serta meneguk makanan dan minuman yang ditampilkan.

ASMR akan menghasilkan sensasi menggelitik yang muncul secara alami pada bagian leher dan kulit kepala yang disebabkan bunyi-bunyian yang menenangkan. Pada umumnya, mukbang ASMR juga diimbangi dengan kualitas kamera dan editing yang di-setting sedemikian rupa sehingga menarik perhatian beberapa indra sekaligus. Akibatnya, hanya dengan menonton mukbang, kita seperti ikut mengonsumsi makanan tersebut.

Mukbang memang menjadi salah satu jenis konten yang cukup kontroversial. Banyak orang yang tidak mengerti dan terheran-heran apa yang menarik dari menonton orang lain makan. Malah ada yang berpendapat bahwa hal tersebut sangatlah menjijikkan. Melihat orang melahap dan mengunyah makanan dengan mulut terbuka, belum lagi saus dan minyak yang menempel pada wajah si host mukbang. Yuck, disgusting!

Konten mukbang sendiri pertama kali muncul di Korea Selatan pada 2009. Jenis konten ini menjadi booming lantaran isu sosial di negara tersebut, di mana 9 juta penduduknya tinggal seorang diri.

Seperti yang kita ketahui, kegiatan makan dapat menjadi salah satu kegiatan sosial di mana kita saling berinteraksi dan berbagi dengan orang yang kita kasihi. Kerinduan akan momen makan bersama keluarga, teman, atau orang terkasih menjadi sebuah masalah yang nyata. Dengan munculnya acara ini, orang-orang yang tinggal sendiri dapat makan dan “ditemani” oleh para host mukbang sehingga rasa kesepian mereka berkurang.

Ternyata tidak hanya di Korea Selatan, acara mukbang ini menarik perhatian pasar internasional yang lebih luas. Mukbang mulai digandrungi oleh orang-orang dari beberapa belahan dunia terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z.

Meski belum dapat dipastikan, alasan yang hampir serupa yakni “sebagai usaha mengurangi rasa kesepian” dapat menjadi jawaban mengapa mukbang begitu digandrungi. Hal ini selaras dengan sebuah hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa generasi milenial dan generasi Z adalah generasi yang paling kesepian dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

Tentu saja, Indonesia juga kecipratan tren mukbang. Terdapat beberapa YouTuber mukbang yang cukup ternama dengan jumlah subscribers yang besar. Sebut saja Tanboy Kun, Mgdalenaf, Farida Nurhan, serta Kekeyi Putri Cantika.

Kini, menjadi seorang YouTuber mukbang adalah profesi idaman bagi sebagian besar orang. Kualifikasinya juga cukup simpel, asalkan bisa makan yang tentunya sudah bisa sejak orok. YouTuber mukbang bisa memperoleh pundi-pundi uang hingga jutaan rupiah dalam beberapa bulan. Meski begitu, ada beberapa kualifikasi tidak tertulis jika ingin sukses lebih cepat, seperti good look*ng dan t*jir.

Namun, di balik kepopulerannya, menonton acara mukbang memiliki dampak signifikan yang perlu kita ketahui.

Jika membaca komen-komen yang ada di konten mukbang, mayoritas komentar akan terdiri dari dua pendapat. Pertama, “dengan menonton ini aku merasa kenyang”, dan yang kedua “aku jadi laper gara-gara nonton ini”. Terlihat sepele tapi sebenarnya tidak juga. Komen-komen ini menunjukkan bahwa dengan menonton mukbang, ada pengaruh yang cukup signifikan kepada otak kita untuk merasa kenyang atau lapar.

Bahkan terdapat bukti bahwa beberapa selebriti Korea yang sengaja menonton mukbang untuk menekan rasa lapar mereka. Hal ini mereka lakukan, demi membentuk tubuh ideal sesuai standar kecantikan Korea yang terkenal ketat. Mulai dari solois Rain, aktor top So Ji Sub, hingga personel Iz*One Ahn Yujin mengaku bahwa mereka menonton acara mukbang jika mereka sedang diet.

Hmmm, bukannya bagus? Mukbang bisa jadi teman dan penyemangat kita di kala diet? Eits hati-hati, hal ini bisa juga berimbas pada pola makan atau diet yang tidak sehat. Mengabaikan rasa lapar dan menggantinya dengan tontonan yang “memanipulasi” otak agar terasa kenyang terdengar sedikit ekstrem. Sebaliknya, saya juga percaya menonton konten mukbang terutama ASMR juga bisa membuat kita ingin makan meski tidak merasa lapar. Kenapa? Lantaran, saya buktinya.

Kedua pengaruh ini dikhawatirkan dapat mengacaukan pola makan penikmat tontonan acara ini. Selain itu, konten mukbang yang selalu menampilkan porsi yang besar karena telah menjadi keharusan juga memiliki pengaruh yang berbahaya. Hal ini dikhawatirkan dapat menormalisasikan porsi makanan yang sangat besar. Bapak saya yang tidak sengaja nonton konten mukbang sampai heran, jangan-jangan mereka kesurupan sampai bisa makan mie 5 bungkus!

Dalam satu kali rekaman video, para YouTuber mukbang dapat mengonsumsi 4.000-6000 kalori. Padahal kalori yang kita butuhkan DALAM SATU HARI hanya 2.000 untuk perempuan dewasa dan 2.500 untuk laki-laki dewasa.

Dapat disimpulkan, terlepas dari tujuan awalnya yang membuat kita tersentuh, konten mukbang ternyata memiliki dampak negatif yang perlu kita perhatikan lebih baik. Dampak ini cukup berbahaya bagi orang-orang yang memiliki toxic relationship dengan makanan, seperti orang-orang yang memiliki eating disorder.

Jadi, waspadalah! Waspadalah!

BACA JUGA Alasan Nonton Mukbang: Bukan Hanya Makanannya Tetapi Juga Warnanya dan artikel Lina Yasmin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2021 oleh

Tags: Korea SelatanKuliner Terminalmakan besarmukbang
Lina Yasmin

Lina Yasmin

Pekerja swasta yang masih belajar baca dan tulis. Hobi jalan kaki, makan enak, dan minum matcha walaupun ngaku rasanya kayak rumput. Sedang manifesting slow living di tengah hiruk pikuk Jabodetabek.

ArtikelTerkait

10 Perbedaan Kehidupan Anak SMA Korea dan Indonesia Terminal Mojok

10 Perbedaan Kehidupan Anak SMA Korea dan Indonesia

13 Maret 2022
Standar Kecantikan Korea_ Hidup Pelik Mereka yang Tidak Didefinisikan Sebagai Cantik

Standar Kecantikan Korea: Hidup Pelik Mereka yang Tidak Didefinisikan sebagai ‘Cantik’

28 April 2021
10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

29 September 2023
7 Tips Traveling ke Korea Selatan Terminal Mojok

7 Tips Traveling ke Korea Selatan

10 April 2022
Apa Benar Orang Korea Se-fashionable Karakter di Now, We Are Breaking Up_ terminal mojok

Now, We Are Breaking Up dan Betapa Modisnya Orang Korea

20 November 2021
Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi Mojok.co

Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi

5 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.