Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Stereotip Selir Dinasti Joseon: Dianggap Ambisius akan Kuasa hingga Dicap Pelakor

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
1 Desember 2021
A A
Stereotip Selir Dinasti Joseon_ Dianggap Ambisius akan Kuasa hingga Dicap Pelakor terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Para selir dinasti Joseon dalam drama sageuk sering kali digambarkan ambisius akan kekuasaan.

Drama Korea kolosal kerap kali menampilkan cerita-cerita emosional yang terjadi di masa lalu. Selain mengangkat isu politik dan pencapaian yang telah dilakukan para raja yang pernah memerintah monarki di Semenanjung Korea, nggak jarang pula drakor yang disebut sebagai sageuk itu menyuguhkan kisah cinta sang kaisar.

Saat ini pun sedang tayang satu drama sageuk yang mengangkat kisah cinta antara seorang raja dengan pelayan istana. Dalam drama The Red Sleeve, ditampilkan kisah romansa Yi San, yang kelak bergelar Raja Jeongjo, dengan seorang pelayan istana yang cantik dan pandai bernama Sung Deok Im. Pertemuan demi pertemuan menciptakan rasa sayang dalam diri Yi San, meski pada awalnya hubungan mereka diselimuti oleh kebohongan dan rasa kesal.

Ketika jatuh cinta pada Deok Im, sebenarnya Yi San sudah menikah dengan Lady Kim yang menjadi putri mahkota sekaligus permaisuri ketika dia naik takhta. Saat pernikahan itu terselenggara, Yi San masih berusia sepuluh tahun dan Lady Kim sembilan tahun.

Sung Deok Im, yang berulang kali menolak lamaran Yi San, akhirnya menikah dengan sang bakal raja dinasti Joseon tersebut. Disebutkan bahwa Selir Kerajaan Uibin Sung, gelar Sung Deok Im, adalah selir yang amat disayangi oleh Yi San.

Mungkin sebagian dari pembaca merasa bahwa Sung Deok Im adalah sosok yang kejam karena merebut atensi Yi San, seorang pria beristri, dan membuat cintanya beralih dari Ratu Hyoui, gelar Lady Kim setelah Yi San naik takhta, padanya. Di sebagian besar drama Korea bergenre sageuk, pemandangan ini seakan-akan sudah biasa. Selir diibaratkan seorang perempuan nggak tahu malu yang mencuri laki-laki milik orang lain. Tak jarang pula para selir digambarkan sebagai perempuan yang memanfaatkan pernikahannya dengan seorang sultan kerajaan untuk bisa naik ke kelas sosial teratas.

Profesor Lee Mi Sun dari Departemen Sejarah Korea di Hanshin University menyebutkan bahwa sudut pandang sejarah yang diambil dari kacamata laki-laki menyuburkan stereotip tersebut. Padahal nggak menutup kemungkinan bahwa sang rajalah yang membuka lebar-lebar peluang mencintai perempuan lain. Ini terjadi pada beberapa raja dinasti Joseon yang cerita aslinya sangat sering diangkat jadi film dan drama.

Untuk kasus Yi San, memang benar bahwa ia mencintai Deok Im dan mengangkatnya sebagai seorang selir tingkat satu. Namun sebagai seorang penerus takhta, Yi San ini mendapatkan tekanan dari keluarga kerajaan lainnya, khususnya fraksi pendukung, karena pernikahannya dengan Lady Kim nggak dikaruniai keturunan. Dalam rangka meneruskan pohon keluarga klan Jeonju Yi dan mengamankan kekuasaannya, Yi San harus segera menikahi perempuan lain yang lantas akan diberi titel selir.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Dalam beberapa drama sageuk, selir sering dideskripsikan sebagai seseorang yang haus akan kekuasaan. Selir-selir itu diperlihatkan rela melakukan berbagai cara asal mereka bisa memanjat ke kelas sosial teratas. Beberapa karakter selir dalam karya fiksi dibuat jahat dan ambisius pun ditujukan agar penonton terhibur. Ada, kok, selir-selir baik hati dan cerdas yang memiliki peran besar dalam pemerintahan. Misalnya para selir Raja Jungjong dan Injo yang berperan sebagai penengah antara raja dengan pihak oposisi. Sayangnya setelah dekret Raja Sukjong yang membatasi peran para selir, pengaruh politik mereka ini pada akhirnya sirna.

Ketika menyaksikan dan menyimak The Red Sleeve, kita akan memperoleh sebuah informasi bahwa Deok Im ini berasal dari keluarga yang nggak begitu mampu secara ekonomi. Dia harus berpisah dari keluarganya sebab pada saat dirinya masih muda, krisis finansial membuat keluarganya harus berpencar untuk menghidupi diri mereka sendiri. Deok Im juga harus mengumpulkan uang dengan cara mendongeng di kalangan para pelayan.

Meski begitu, bukan berarti selir ini hanya berasal dari kelas menengah ke bawah sementara ratu didominasi oleh para perempuan bangsawan. Pemilihan selir yang akan menjadi pendamping hidup raja ini terbagi menjadi selir gantaek dan selir bigantaek. Sistem gantaek ini diadakan oleh istana melalui alur yang resmi sebagaimana mereka memilih putri mahkota atau permaisuri. Selir yang terseleksi melalui sistem gantaek ini umumnya berasal dari kalangan bangsawan.

Sementara itu, selir yang terpilih lewat cara bigantaek lazimnya berasal dari kelas menengah hingga bawah. Para gisaeng, wanita penghibur, atau pelayan istana dapat menjadi selir melalui seungeun atau menghabiskan malam dengan raja.

Jadi, selir ini nggak hanya berasal dari kalangan masyarakat biasa maupun pelayan istana. Ada kalanya selir justru berasal dari keluarga yang memiliki kekuatan politik yang cukup terpercaya untuk bisa memperkokoh takhta seorang raja. Masih ingat dengan drakor Mr. Queen, kan? Selir Jo Hwa Jin yang berasal dari klan Poongyang Jo ini memiliki aliansi politik yang berpengaruh sampai-sampai oposisinya, klan Andong Kim menjadikannya sebagai ancaman.

Seorang selir pun memiliki kesempatan untuk bisa “naik level” menjadi seorang permaisuri. Biasanya peristiwa ini terjadi ketika permaisuri raja mangkat. Raja-raja di awal berdirinya dinasti Joseon menerapkan peraturan ini. Akan tetapi, di masa pemerintahan Sukjong, tercipta sebuah hukum bahwa nggak ada lagi peluang bagi seorang selir untuk bisa naik jabatan menjadi ratu. Maka dari itu, banyak keluarga bangsawan pada masa itu yang ragu-ragu untuk mengirim putri mereka untuk menjadi seorang selir karena kesempatan untuk bisa naik takhta adalah nol.

Lalu, apa sih yang didapatkan oleh seorang selir selain fasilitas premium istana layaknya para anggota kerajaan lainnya? Ketika seorang selir melahirkan seorang keturunan ningrat, mereka akan dibangunkan rumah di luar istana yang luasnya mencapai lima belas ribu meter persegi. Penghargaan ini bahkan jauh lebih banyak daripada para pejabat laki-laki yang berpangkat tinggi. Para selir yang berperingkat Jeong 5-pum sampai Jeong 9-pum juga secara rutin menerima gaji dari istana.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2021 oleh

Tags: dinasti joseondrama koreaKorea Selatanpilihan redaksisageukselir
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Ending My Liberation Notes Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan Terminal Mojok

Ending My Liberation Notes: Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan

30 Mei 2022
Kota Bandung Nol Besar Dalam Urusan Transportasi Massal  terminal mojok

Transportasi Massal di Kota Bandung Nilainya Memang Nol Besar, kok

27 September 2021
5 Drakor Netflix yang Lucu dan Ringan, Cocok buat Menghibur Jiwa-jiwa yang Penat

5 Drakor Netflix yang Lucu dan Ringan, Cocok buat Menghibur Jiwa-jiwa yang Penat

21 Februari 2025
5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

12 Maret 2025
5 Episode Upin dan Ipin Paling Mengharukan, Bikin Hati Terenyuh dan Banjir Air Mata Mojok.co

5 Episode Upin dan Ipin Paling Mengharukan, Bikin Hati Terenyuh dan Banjir Air Mata

26 April 2024
Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura Mojok.co

Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura

18 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.