Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Festival Memet Ikan, Tradisi Penggerak Ekonomi dan Gizi Baik dari Desa Gemblegan Klaten

Farahiah Almas Madarina oleh Farahiah Almas Madarina
30 Juli 2024
A A
Festival Memet Ikan, Tradisi Penggerak Ekonomi dan Gizi Baik dari Desa Gemblegan Klaten

Festival Memet Ikan, Tradisi Penggerak Ekonomi dan Gizi Baik dari Desa Gemblegan Klaten (Klatenkab.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah dengar Festival Memet Ikan Klaten? Di Desa Gemblegan Klaten, festival ini rutin diselenggarakan setiap tahun, lho!

Jika kalian masih asing dengan istilah “memet ikan” dan ingin mencari tahu lebih banyak mengenai tradisi ini, kalian sudah membaca artikel yang tepat. Yup, kali ini saya akan membahas tentang sebuah tradisi unik yang ada di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.

ADVERTISEMENT

Tradisi ini adalah Festival Memet Ikan, yaitu agenda rutin yang diadakan setiap tahun sekali di embung Desa Gemblegan Klaten. Setelah tiga tahun sebelumnya sempat ditiadakan karena pandemi COVID-19, akhirnya kegiatan ini kembali diselenggarakan pada 21 Juli 2024 kemarin. Festival ini diikuti oleh ribuan warga dari berbagai daerah, baik warga lokal maupun luar daerah seperti Solo, Sukoharjo, dan Gunungkidul.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten ke-220 dan HUT RI ke-79, Festival Memet Ikan dihadiri oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani beserta jajaran Forkopimda Klaten, juga Paiman Raharjo, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) RI.

Tahun ini, ada lebih dari dua ton ikan hasil budidaya Bumdes Gemblegan Klaten yang disebar ke embung desa. Mulai dari gurame, bawal, hingga lele. Tidak hanya itu, Bupati Klaten bersama Wamendes PDTT juga melepaskan ikan maskot berpita untuk menambah semangat warga dalam kegiatan ini. Pasalnya, warga yang berhasil menangkap ikan maskot berpita itu berkesempatan mendapatkan hadiah berupa lemari es, sepeda hingga mesin cuci.

Sejarah Festival Memet Ikan di Desa Gemblegan Klaten

Tahun ini adalah tahun ketujuh Festival Memet Ikan diselenggarakan di Desa Gemblegan Klaten. Istilah “memet ikan” sebetulnya merujuk pada teknik menangkap ikan di dalam sungai atau kolam menggunakan tangan kosong. Konon, kegiatan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Desa Gemblegan sejak tahun 1980-an sebagai simbol gotong-royong antarwarga dan rasa syukur mereka atas manfaat yang didapat air embung.

Tentunya tradisi memet ikan memiliki nilai simbolis yang mendalam karena mencerminkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam. Bukan sekadar merayakan hasil tangkapan ikan, tetapi masyarakat Desa Gemblegan juga mensyukuri nikmat dari Tuhan atas sumber daya alam yang melimpah.

Hal ini dibuktikan dengan kondisi embung di Desa Gemblegan Klaten yang tidak pernah mengalami kekeringan di musim kemarau karena mampu menampung air saat musim hujan tiba, serta menjadi sumber irigasi lahan-lahan persawahan di sekitar. Praktis, embung ini menjadi salah satu sumber kehidupan utama bagi kelestarian hasil panen ikan dan tanaman di Desa Gemblegan.

Baca Juga:

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Berdampak baik bagi sosial ekonomi masyarakat

Selain membawa berkah, Festival Memet Ikan juga membawa banyak dampak positif bagi masyarakat Klaten, utamanya warga Desa Gemblegan. Dari segi sosial, festival ini mampu menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat ikatan antarwarga dan komunitas dalam mendukung program-program pemerintah desa yang berkelanjutan.

Sedangkan dari segi ekonomi, Festival Memet Ikan mampu menarik perhatian banyak wisatawan dari luar desa untuk ikut datang meramaikan acara. Hal ini tentunya berdampak baik untuk meningkatkan jumlah pendapatan masyarakat lokal. Misalnya melalui karcis parkir kendaraan maupun pembelian makanan dan minuman di warung-warung kecil atau penjual di sekitar embung.

Tidak hanya itu, Pemkab Klaten juga mendukung penuh keberlangsungan penyelenggaraan festival ini untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan lokal sebagai sumber protein keluarga. Hal ini selaras dengan program nasional GEMARIKAN (Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan) yang sudah dicanangkan sejak tahun 2004 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mencegah stunting.

Saat ini, penurunan dan pencegahan stunting masih menjadi program prioritas dari Pemkab Klaten. Dilansir dari laman klatenkab.go.id, prevalensi stunting di Klaten pada bulan Januari 2024 masih ada di angka 13,43%, sementara target yang ditetapkan pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) berada di angka 10%.

Apalagi Desa Gemblegan Klaten pernah dinyatakan sebagai Desa Stunting pada tahun 2018 lantaran memiliki 14 anak yang mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. Tinggi badan anak-anak itu lebih pendek dari rata-rata tinggi badan anak seusianya. Namun, berkat kerja keras dari pemerintah dan desa, kasus stunting di Desa Gemblegan Klaten berhasil menurun drastis.

Inspirasi bagi pengembangan program pencegahan stunting

Festival Memet Ikan Klaten ini menjadi upaya luar biasa untuk menyediakan sumber nutrisi yang baik dan gratis bagi masyarakat. Acara ini sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan program-program pencegahan stunting lainnya. Yup, semoga saja tradisi baik ini bisa terus berjalan dan semakin bermanfaat bagi lebih banyak orang.

Nah, bagi kalian yang ingin merasakan keseruan memet ikan bersama ribuan warga lainnya, jangan lupa untuk datang ke Festival Memet Ikan di Desa Gemblegan Klaten tahun depan, ya! Mari, lestarikan budaya ini dan dukung terus gerakan gemar makan ikan untuk gizi yang lebih baik.

Penulis: Farahiah Almas Madarina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2024 oleh

Tags: festival memet ikanFestival Memet Ikan Klatengemblegan klatenkabupaten klatenpilihan redaksi
Farahiah Almas Madarina

Farahiah Almas Madarina

Magister Sosiologi yang banting setir ke dunia digital marketing. Menulis di Terminal Mojok sejak 2021 dan saat ini aktif menjadi remote worker di sebuah business architecture studio.

ArtikelTerkait

5 Provinsi di Indonesia yang Paling Tidak Bahagia terminal mojok.co

5 Provinsi di Indonesia yang Paling Tidak Bahagia

4 Januari 2022
5 Tempat Horor di Jogja yang Underrated dan Bisa Jadi Opsi Wisata Ekstrem

5 Tempat Horor di Jogja yang Underrated dan Bisa Jadi Opsi Wisata Ekstrem

23 Juli 2022
10 Drama Korea yang Menyajikan Cerita Realistis Terminal Mojok

10 Drama Korea yang Menyajikan Cerita Realistis

28 Mei 2022
3 Alasan JIS Jadi Tempat Konser Red Flag, Bikin Penonton Ogah-Ogahan

3 Alasan JIS Jadi Tempat Konser Red Flag, Bikin Penonton Ogah-Ogahan

18 Oktober 2024
7 Drama Korea yang Cukup Ditonton Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

7 Drama Korea yang Cukup Ditonton Sekali Seumur Hidup

27 Agustus 2022
6 Franchise Murah, Modal Nggak Sampai Rp10 Juta Sudah Bisa Bikin Usaha Mojok.co

6 Franchise Murah, Modal Nggak Sampai Rp10 Juta Sudah Bisa Bikin Usaha

7 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026
5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026
Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat Mojok.co

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat

27 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.