Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saat yang Tepat buat Berhenti Overproud dan Memuja Bule

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
23 Januari 2021
A A
Saat yang Tepat Buat Berhenti Overproud dan Memuja Bule terminal mojok.co

Saat yang Tepat Buat Berhenti Overproud dan Memuja Bule terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Twitter ada saja yang bikin ramai, kali ini masalahnya dari seorang warga negara Amerika bernama Kristen Gray yang santer bikin utas soal hidup “mewah” di Bali. Dia bikin lumayan panjang, dan dengan bangsatnya dia memberikan tips untuk hidup di Bali dengan cara tidak membayar pajak dan mengelabui petugas. Di tengah pandemi seperti sekarang, dia mengajak orang-orang untuk pindah ke Bali agar bisa menikmati hidup mewah seperti dirinya. Dia pikir orang-orang Indonesia bodoh semua kali, ya? Kasus ini bikin kita berpikir ulang untuk tidak overproud dan memuja-muja bule.

Bangsatnya, ini bule, yang jadi masalah adalah caranya mempromosikan orang-orang agar tinggal ilegal di Bali. Ujungnya, dia malah playing victim soal isu rasialis dan orientasi seksual. Tipikal SJW Amerika banget nih. Sudah dikasih tahu susah, pakai nyumpahin supaya Indonesia dijajah Jepang lagi, wasuuu. Inilah kenapa nggak seharusnya orang-orang Indonesia terlalu naif kepada orang-orang asing.

Saya bukannya xenophobia atau anti-orang asing, ya. Cuma, cik atuh da mikir orang Indonesia, kebanyakan dari kita memang ramah kepada orang asing atau bule, tapi gara-gara terlalu ramah, jadinya disalahgunakan sama orang-orang asing ini. Bahkan kita selalu bangga berlebihan atau overproud. Mereka juga cuma manusia biasa, cuma beda ras dan bahasa doang. Nothing special, Dude. Jadi untuk ke depannya, kurangi beberapa hal berikut kepada orang-orang asing atau bule.

#1 Jangan overproud

Sadar nggak kalau kita suka overproud sama bangsa kita sendiri. Memang sih, benar bahwa overproud artinya kita bangga dengan apa yang kita miliki, percaya diri sama negara ini. Bangga itu bagus, sangat bagus dan baik. Tandanya kita cinta negara dan memiliki jiwa patriotik yang paten. Hanya saja caranya itu sangat berlebihan. Contohnya? Tibang lihat di internet ada orang asing ngomongin soal Indonesia aja seneng, lahhh. 

Ada judul di YouTube, orang bule reaksi nonton ini-itu yang berkaitan dengan Indonesia rasanya seneng setengah mampus. Calm your nipple, itu tuh biasa saja kali. Ujung-ujungnya juga mereka begitu buat nyari views doang. Oleh karena hal sekecil ini, orang-orang asing jadi mikir kita bangsa yang “gampangan” buat dikasih bait. Kecuali kalau orang asing itu benar-benar cinta Indonesia, wong kebanyakan juga cuman buat nyari views. Hashhh, kurang-kurangin lah overproud! Bangga secukupnya. Kebanggaan itu muncul bukan karena validasi dari bule-bule.

#2 Jangan terlalu ramah

Ramah dan santun boleh, tapi jangan berlebihan. Jangankan terlalu ramah sampai yang gimana-gimana, apalagi sampai kayak mendewakan. Kita dulu dijajah juga mungkin karena masyarakatnya terlalu ramah dan orang-orang asing yang kebetulan ngawur itu melihat celah untuk memanfaatkan Indonesia. Kalau mau ramah, kasih batas. Kalau orang-orang asingnya bikin jengkel, jangan ragu buat tempeleng. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita adalah tuan rumah dari bangsa kita sendiri. Memang, menghormati bule dan orang asing sebagai tamu itu nggak masalah, tapi alangkah baiknya kalau tahu batasan dan privasi masing-masing.

#3 Jangan menganggap orang bule itu istimewa

Sekali lagi saya katakan, orang bule itu sama saja dengan orang-orang kita. Ada yang kaya, pasti ada yang miskin. Ada yang pintar, pasti ada juga yang sangat goblok. Kebetulan, model Kristen Gray kemarin itu sudah miskin plus goblok, jadilah orang yang sangat menyebalkan. Itulah yang harus dibasmi.

Kebanyakan dari kita kalau lihat bule saja heboh, sudah kayak melihat hal yang luar biasa. Artis juga bukan, idola juga bukan, kok bisa-bisanya kita malah kayak memuja-muja. Plis deh, itu tuh ajaran imperialisme dan kolonialisme. Itu sisa-sisa ajaran sesat yang mengatakan kalau orang-orang kulit putih punya kelas yang lebih tinggi. Itu salah, orang-orang kita juga lebih keren. Maka stop untuk menganggap orang bule itu istimewa.

Baca Juga:

Terogong, Daerah Kecil di Jakarta Selatan yang Dihuni para Bule. Jalan-jalan di Terogong bak Berada di Luar Negeri!

Sisi Gelap Eropa Menghapus Perasaan Inferior terhadap Bule, Ternyata Mereka Nggak Sesempurna Itu

Mungkin cara paling gampang adalah dengan tidak terbawa standar yang sudah jadi kontruksi salah di kepala orang. Standar bahwa yang cantik adalah orang-orang kulit putih atau orang asing. Orang-orang kita juga cantik, keren, dan tidak perlu merasa inferior dibandingkan ras lain. Hindari kebelet selfie dengan orang asing, sebab secara tidak langsung itu adalah sisa mental sebagai jajahan. Mengagumi orang kulit putih padahal mereka bukan artis, bukan pula politisi, atau orang terkenal.

Mungkin dari kalian ada yang tidak sepakat, tapi saya tetap bodo amat. Sebab, bagi saya, hal-hal yang saya tuliskan di atas memang indikasi merasa inferior kepada bangsa-bangsa asing, khususnya ras kulit putih. Saya bukan bermaksud rasis. Saya nggak masalahin bentuk orangnya, gaya bahasa, dan bicaranya. Yang saya tekankan adalah bagaimana sikap mereka dan jangan songong kalau di tempat orang!

Kasus Kristen Gray adalah pengingat, sebuah waktu yang tepat untuk menyadari bahwa overproud dan mengistimewakan bule itu sebaiknya nggak berlebihan.

BACA JUGA Jangankan Cinta Beda Agama, Cinta yang Satu Agama Itu Tak Semudah yang Kamu Kira dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2021 oleh

Tags: bulewisatawan mancanegara
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu terminal mojok

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu

23 November 2021
Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika bule

Semurah Apa sih Negeri Kita sampai Bali Isinya Bule Semua?

12 Desember 2023
Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika bule

Menguak Alasan Betapa Mengerikannya Cara Bule Mengendarai Motor di Bali

19 Oktober 2023
Terogong, Daerah Kecil di Jakarta Selatan yang Dihuni para Bule. Jalan-jalan di Terogong bak Berada di Luar Negeri!

Terogong, Daerah Kecil di Jakarta Selatan yang Dihuni para Bule. Jalan-jalan di Terogong bak Berada di Luar Negeri!

9 Juli 2024
Kalau Ada Orang Bilang Wajah Saya Selera Bule, Itu Pujian Apa Hinaan Ya?

Kalau Ada Orang Bilang Wajah Saya Selera Bule, Itu Pujian Apa Hinaan Ya?

31 Oktober 2019
Sisi Gelap Eropa Menghapus Perasaan Inferior terhadap Bule, Ternyata Mereka Nggak Sesempurna Itu Mojok.co

Sisi Gelap Eropa Menghapus Perasaan Inferior terhadap Bule, Ternyata Mereka Nggak Sesempurna Itu

5 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.