Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tempat di Gerbong Prameks yang Cocok untuk Kawula Muda Pacaran

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
18 Januari 2021
A A
Tempat di Gerbong Prameks yang Cocok untuk Kawula Muda Pacaran terminal mojok.co

Tempat di Gerbong Prameks yang Cocok untuk Kawula Muda Pacaran terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dari zaman ibu saya, Jogja-Solo punya kesan tersendiri. Saya lahir di Jogja, padahal rumah di Solo dan Prameks adalah bentangan kisah yang nggak mungkin keluarga saya terlupakan. Pun bagi setiap manusia Jogja dan Solo lainnya, Prameks atau Prambanan Ekspres punya kenangan tersendiri yang bisa saja menyenangkan maupun sebaliknya.

Prameks mungkin pilihan paling realistis bagi dua kota yang memegang teguh asas monarki ini. Menghubungkan dua kota penting, Prameks adalah idola bagi mereka yang membutuhkan efisiensi, ketepatan, dan kejelasan. Selain itu, ekonomis tentunya.

Di luar alasan di atas, Prameks adalah saksi bisu tumbuh kembang dan kembang-kempisnya kisah asmara di sebuah kereta. Bagi para mahasiswa yang menjalani long distance relationship yang nggak long-long amat antara Solo-Jogja, ia adalah media paling nyata penyelamat kisah cinta mereka.

Setahu saya, Prameks selalu mengalami evolusi bentuk tempat duduknya. Dari mulai yang memutar di dalam gerbong, sampai berhadap-hadapan seperti kereta kelas ekonomi. Semua evolusi tersebut, nyatanya menghadirkan lokasi-lokasi tempat duduk favorit. Misal bangku yang memutar, ibu saya menyematkan bagian dekat pintu adalah favorit untuk yang-yangan dengan ayah saya.

“Kapan lagi to kepala mamah rebah di pundak papamu itu. Pun diberi pemakluman oleh penumpang lain dan petugas pemeriksa karcis. Ini bukan malu nggak malu ya, tetapi mereka yang naik Prameks ini adalah orang-orang yang sudah capek. Entah habis kuliah, berkegiatan, atau kerja,” begitu kata blio dengan penuh kenang.

Lebih jauh lagi, katanya di zaman itu, dapat tempat duduk adalah hal yang mirip seperti mitos. “Boro-boro rebah-rebah manja, samping kanan kiri nggak ada satu karung brambang bawang atau pedagang batik yang membawa semacam keronjot ke kabin aja sudah Alhamdulillah,” begitu tutur ibu.

Kini ketika saya pergi bersama pacar, bentuk Prameks sudah bak kereta ekonomi yang nyaman. Berhadapan, bangkunya dari busa, walau masih ada juga yang kursi memutar dan kursinya dari plastik. Setelah saya teliti lagi, jebul ada lokasi-lokasi yang cocok untuk dijadikan spot terbaik untuk memadu kasih dengan pacarmu tentu dengan alasannya.

Pertama, di satu lajur tempat duduk di bagian tengah. Ketika bangku yang lain berhadapan, bangku yang ini diperuntukkan hanya satu lajur saja, alias nggak ada orang di depan kita. Ketika berhadapan dengan orang lain pasti awkward, nah ini kita menatap bangku orang lain yang membelakangi kita. Cocok untuk kalian yang hobi ngobrol sama pacar dan risih diliatin orang lain.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Di tempat duduk Prameks bagian ini, kalian bebas membicarakan apa saja. Masa depan dengan pacarmu yang restunya terbentur orang tua, konflik internal berbeda kepercayaan—kamu kiri sedangkan pacar kamu kanan agak nengah, atau yang lebih prinsip seperti, “Aku sayang kamu,” dan dipungkasi dengan, “Aku juga.”

Deru mesin Prameks yang mematahkan hening terkadang menjadikan obrolan kalian menjadi agak privat. Gandengan tangan, rebah di pundaknya yang paling tabah, lantas diakhiri dengan, “Yang, aku kepeseng.” Bebas, lha wong nggak ada yang dengerin.

Kedua, dekat dengan pintu masuk. Biasanya Prameks yang bercorak batik itu pintu tengahnya sengaja nggak dibuka. Yang dibuka itu bagian kanan dan kiri gerbong. Bagian ini menghadap langsung ke pintu. Bagian paling ramai di Prameks ketika jam-jam sibuk. Lha kok jadi rekomendasi tempat terbaik di Prameks untuk pacaran?

Begini, duduk di kursi bagian itu, lambat laun Prameks bakalan terisi penuh. Beberapa orang akan berdiri di hadapan kalian. Nah, ini saatnya unjuk gigi. Ketika ada orang tua yang nggak kebagian tempat duduk, persilakan orang tua itu duduk di bangku yang kamu gunakan.

Mungkin pertama pacar kamu bakalan ngambek-ngambek mencucu, tapi lama-lama pasti bakalan mikir, “Jebul yangku wangun juga, memberikan tempat duduk bagi orang yang lebih membutuhkan.” Pasalnya, daya saing perebutan tempat duduk di Prameks sebelum pandemi itu bak seni bertahan hidup.

Ketiga, berdiri. Sudut-sudut Prameks mungkin bisa dikatakan kenangan bagi anak-anak muda yang menjalankan long distance relationship Solo-Jogja. Bagian ini—berdiri kala gerbong penuh—mungkin tak terkecuali. Ini manis sekali. Di tahap ini kamu bisa mensyukuri berbagai hal dan meneladani apa itu kesabaran.

Ketika kamu menggunakan Prameks yang mengular dengan kecepatan tertentu dan kebetulan penuh, terus melihat tangan-tangan kekar menyunggi ke atas, memperlihatkan ketiaknya, bau sangit adalah bonus tersendiri. Lantas pacarmu merangkulmu, tatap matanya, tersenyum kepadanya, lamat-lamat coba seraya berkata, “Mambu kelekmu jebul masih mending ketimbang mambu kampas rem, Mas!”

Lantas kamu memandang pacarmu, mata kalian seakan berkata, “Dik, jejerku rambutnya mambu kelabang.” Lantas kalian tersenyum, saling menguatkan dan tabah atas bau-bauan yang tak pernah ada habisnya. Namun, Prameks akan terus melaju melewati rel demi rel, mengantarkan dirimu dan pacarmu ke tempat tujuan sebagaimana fitrahnya.

BACA JUGA Mengamati Perilaku Penumpang Kereta Api dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2021 oleh

Tags: JogjaPacaranpramekssolo
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Jadi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi Mojok.co

UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi

20 Agustus 2025
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Orang Jogja Nggak Kenal Frugal Living, Sejak Dulu Sudah Terlatih Prihatin Living Gara-gara UMK yang Tiarap

9 Januari 2024
Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram Mojok.co

Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram

30 Juli 2025
Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

5 Februari 2024
8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak (Shutterstock)

8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak dan Cukup Sekali Saja Dikunjungi

18 Oktober 2025
Konten Jakarta ke Bekasi 2 Jam Di Jogja Bisa Tembus Gunung tapi Kudu Nekat Terminal Mojok

Konten Jakarta ke Bekasi 2 Jam: Di Jogja Bisa Tembus Gunung tapi Kudu Nekat

25 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.