Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
31 Maret 2026
A A
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kulon Progo memang sedang naik daun sebagai destinasi wisata. Alamnya cantik, jalannya mulai rapi, dan branding-nya pelan-pelan naik kelas. Tapi, soal oleh-oleh, ada satu masalah klasik yang jarang dibahas secara jujur: banyak camilan khasnya tidak didesain untuk dibawa pulang. Bukan soal rasa saja, tapi soal tekstur, daya tahan, bahkan konsep makanannya sendiri.

Ironisnya, justru yang sering direkomendasikan sebagai “oleh-oleh khas” itu sering jadi jebakan bagi wisatawan. Kelihatannya unik, tapi begitu sampai rumah, rasanya berubah. Teksturnya hancur dan jadi tidak layak dimakan.

#1 Geblek yang cepat jadi karet tidak cocok jadi oleh-oleh Kulon Progo

Geblek adalah ikon Kulon Progo. Terbuat dari tepung tapioka yang digoreng. Bentuknya khas seperti angka delapan. Rasanya gurih, teksturnya unik. Banyak orang salah kaprah membawanya sebagai oleh-oleh.

Muncul masalah yang sederhana. Makanan ini hanya enak saat panas. Begitu dingin, teksturnya berubah drastis jadi keras dan alot. Ini camilan yang harus dimakan di tempat.

Sebagai oleh-oleh? Hampir tidak masuk akal. Perjalanan 1–2 jam saja sudah cukup untuk merusak pengalaman makan. Teksturnya cepat berubah dan berminyak saat dingin

#2  Cetot, camilan Kulon Progo yang tidak awet

Cetot adalah camilan dari singkong. Makanan ini bertekstur kenyal. Biasanya ditaburi kelapa parut. Rasanya manis dan tradisional.

Masalahnya bahkan sudah diakui sendiri. Makanan ini tidak tahan lama. Ini bukan oleh-oleh. Ini makanan yang harus dimakan saat itu juga. Membawanya pulang sama saja seperti membeli masalah.

#3 Growol yang secara konsep sudah bermasalah

Growol sering disebut sebagai warisan pangan alternatif berbahan singkong. Tapi masalahnya bukan pada sejarahnya. Namun, pada pengalaman makannya.

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

Growol dibuat dari singkong yang difermentasi selama beberapa hari. Hasilnya adalah tekstur padat, rasa hambar, dan sedikit asam. Aromanya pun mendekati bau singkong busuk. Sebagai oleh-oleh, ini jelas redflag.

Growol bukan camilan ringan. Growol adalah makanan berat. Gorowol itu tidak praktis dan tidak fleksibel. Growol tidak cocok jadi buah tangan. Membawa growol sebagai oleh-oleh itu seperti membawa nasi dingin ke rumah orang. Orang yang menerimanya pun bingung harus menikmatinya dengan cara apa.

#4 Srontol yang musiman dan rentan basi jelas tak cocok jadi oleh-oleh

Srontol atau binggel adalah camilan berbasis singkong. Makanan ini populer saat Ramadan. Srontol itu berbasis singkong basah. Sehingga, makanan ini mudah basi. Ini bukan oleh-oleh. Ini camilan situasional yang dipaksakan jadi komoditas.

#5 Tempe benguk yang pahit dan tidak familiar kurang aman dijadikan oleh-oleh Kulon Progo

Tempe benguk atau besengek dibuat dari kacang koro. Rasanya berbeda jauh dari tempe biasa. Rasanya cenderung pahit, teksturnya kasar, dan aromanya kuat. Ini makanan yang sangat kontekstual. Tidak semua orang bisa menerima rasanya, termasuk orang lokalnya.

Untuk orang luar daerah, ini bukan sekadar unik. Ini justru menjadi makanan yang membingungkan. Bahkan, cenderung ditolak lidah karena aneh. Masalahnya bukan di keunikan, tapi di adaptasi rasa.

#6 Peyek Belalang, camilan ekstem yang belum tentu semua orang doyan

Kulon Progo sempat terkenal dengan belalang goreng sebagai makanan ekstrem. Masalahnya, ketika belalang dijadikan peyek kemasan, yang terjadi bukan kuliner autentik. Peyek belalang pun menjadi gimmick murahan.

Tekstur peyeknya sering melempem. Belalangnya kering seperti serpihan kayu. Rasanya didominasi minyak serta tepung. Tidak ada yang spesial selain pemakaian belalang.

Camilan ini juga tidak ada keseimbangan rasa dan kenikmatan. Yang ada hanya sensasi “aneh” yang dijual mahal. Justru, bisa berpotensi juga menyebabkan sakit kalau cara pengolahannya salah.

#7 Kerupuk kulit singkong yang berminyak dan bau sebaiknya dipikir ulang sebagai oleh-oleh Kulon Progo

Kerupuk berbahan singkong memang umum. Namun, di Kulon Progo justru memakai kulit singkongnya. Secara konsep, sudah unik dan menarik. Namun pada tahap pelaksanaan, bisa dibilang gagal. Masalah utamanya ada di proses pengolahan yang tidak bersih.

Hasilnya, kerupuk berbau apek, berminyak berlebihan, dan tidak renyah sempurna. Bahkan, ada yang meninggalkan rasa pahit di akhir. Kerupuk seharusnya ringan dan nagih. Kalau malah bikin eneg setelah dua gigitan, itu tanda jelas untuk tidak dibeli.

#8 Gula semut yang kehilangan identitas

Gula semut adalah gula aren. Berbentuk butiran seperti gula pasir. Gula semut sering dijual sebagai produk unggulan bahkan ekspor. Masalahnya bukan kualitas, tapi keunikan.

Produk ini sudah terlalu umum. Dengan kata lain, bisa ditemukan di mana-mana. Sebagai oleh-oleh khas, ia gagal total. Hal ini karena tidak ada pengalaman khas yang membuatnya layak dibawa jauh-jauh.

Itulah, 8 camilan khas Kulon Progo yang sebaiknya dipikir berulang kali sebelum dijadikan oleh-oleh. Kulon Progo memang kaya akan makanan tradisional yang unik. Namun, keunikan itu tidak melulu berarti layak dibawa pulang. Membeli oleh-oleh seharusnya menjadi cara membawa pulang pengalaman, bukan penyesalan. 

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: camilancamilan kulon progoKulinerkulon progoMakananOleh-Oleholeh-oleh kulon progo
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah Mojok.co

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

6 Juli 2026
5 Rekomendasi Mi Ayam Jogja Selain Pakdhe Wonogiri dan Tumini mie ayam jogja terminal mojok.co

5 Rekomendasi Mi Ayam Jogja Selain Pakdhe Wonogiri dan Tumini

26 September 2020
Sentolo Kulon Progo Banyak Berubah dan Warlok Kebagian Jadi Penonton Aja Mojok.co

Sentolo Kulon Progo Banyak Berubah dan Warlok Kebagian Jadi Penonton Aja 

22 Mei 2026
3 Oleh-Oleh Khas Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Sayang untuk Dilewatkan

3 Oleh-Oleh Khas Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Sayang untuk Dilewatkan

19 Desember 2024
Rekomendasi Menu Warteg Kharisma Bahari yang Wajib Dipesan

Jangan Pernah Ragu Memesan 3 Menu Warteg Kharisma Bahari Ini. Dijamin Nggak Bakal Nyesel!

21 Agustus 2023
4 Dosa Penjual Gorengan yang Bikin Orang Kapok dan Trauma Mojok.co

4 Dosa Penjual Gorengan yang Bikin Pembeli Kapok dan Trauma

8 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.