Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Dari Maara hingga Mak Tager: 7 Ungkapan biar Ngobrolmu Jadi Jember Banget

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
8 Maret 2022
A A
Dari Maara hingga Mak Tager: 7 Ungkapan biar Ngobrolmu Jadi Jember Banget Terminal Mojok.co

Dari Maara hingga Mak Tager: 7 Ungkapan biar Ngobrolmu Jadi Jember Banget (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dengan suasana kota yang bernuansa asri, Kabupaten Jember tentu menjadi sebuah tempat yang sering jadi jujukan wisatawan. Selain banyaknya objek wisata alam, tempat bersejarah, dan kuliner khasnya, Jember juga terkenal dengan kota perkebunannya.

Bagi beberapa orang yang sudah atau baru saja mengunjungi Jember, pasti mereka akan menemukan satu hal yang unik, yakni terkait bahasanya. Maklum, Kabupaten Jember memang dikenal sebagai daerah Madura swasta, alias kebanyakan warganya adalah keturunan Madura. Meski mereka orang Madura, tapi mereka juga fasih berbahasa Jawa.

Jember Fashion Carnaval, sebuah acara kebanggaan warga Jember (Shutterstock.com)

Nah, untuk memudahkan komunikasi di sana, berikut ini saya akan memperkenalkan 7 ungkapan yang mencerminkan orang Jember banget. Pokoknya, kalau ada orang pakai kata itu, sudah dipastikan itu orang Jember. Pasalnya, selama 20 tahun hidup di Jember, kata-kata berikut ini memang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Langsung saja, ini dia uraiannya.

#1 Maara (maa-ra)

Sekali lagi, pada dasarnya Jember kebanyakan dihuni oleh masyarakat Madura dan Jawa. Jadi, nggak usah kaget jika dalam kesehariannya akan dipenuhi dengan kosakata yang campur aduk. Kata pertama yang sering ditemui di Jember adalah “maara”, yang berarti “come on!” atau “ayolah!”

Ungkapan ini biasa digunakan oleh warga Jember untuk merespons warga lain yang nggak sat-set alias lamban. Seperti contoh, “Koen iku cek suwine. Maara!” (Kamu itu lama banget. Ayo, dong!) Jadi, misal kalian ke Jember, terus ada teman kalian yang ora sat-set, bilang aja seperti itu. Gampang, to?

#2 Madt (mad/mat)

Kata “madt” sebenarnya masih menjadi misteri asal-usulnya. Namun, di Jember, kata ini menjadi sangat populer, khususnya di kalangan anak muda. Sebab, kata “madt” merujuk pada kata ganti orang. Jika di Surabaya pakai “cok”, di Malang pake “sam”, di Jakarta pakai “ngab”, atau di kebanyakan wilayah lainnya pakai “rek/gaes”, di Jember memakai kata tersebut.

Penggunaannya pun sangat simpel, sama seperti menggunakan kata ganti orang pada umumnya. Seperti, “Sek lapo, Madt?” (Lagi ngapain, Gaes?) Atau, “Madt, engko bengi ngopi, yo!” (Rek, ntar malam ngopi, ya!) Tapi, itu hanya berlaku untuk kalangan anak muda saja, lho, ya. Kalau buat orang tua, saya nggak merekomendasikan. Bisa-bisa, kalian kena omel, nggak sopan soalnya. Hahaha.

#3 Boh/Boh-aboh (boh-a-boh)

Selanjutnya, ungkapan ini biasa digunakan untuk merespons sebuah kejadian yang agak mengagetkan, nggak biasa, atau sekadar keheranan. Sebenarnya, ungkapan “boh” hampir sama penggunaannya dengan kata “beh/biyuh” di kalangan masyarakat Jawa Timur bagian barat. Atau kata “wah” dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Beberapa anak laki-laki sedang bersantai di Masjid Jami Kabupaten Jember (Shutterstock.com)

Penggunaannya pun seperti ini, “Boh! Anyar ta sepatumu?” (Wah! Sepatu kamu baru, ya?). Bisa juga, “Boh-aboh, yo nggak iso ngunu, Madt. Iki larang aku tukune.” (Wah, wah, wah, ya, nggak bisa begitu, Bro. Mahal ini belinya).

#4 Ra kah/Huh kah (ra-kah/huh-kah)

Ini adalah ungkapan kekesalan, kepasrahan, dan kekecewaan. Sama dengan kata “Huft!”, “Haaah”, dsb. Bedanya, mungkin kata “ra kah” bisa dipakai di akhir kalimat. Seperti, “Aku wes keselen ra kah.” (Aku kecapekan ini, lho). Sementara “huh kah” digunakan di awal, “Huh kah, ojok angel-angel poo?” (Huft! Jangan sulit-sulit kenapa, sih?).

#5 Kesuk (ke-suk)

Kata ini mungkin sudah bisa ditebak artinya. Yap, kata “kesuk” equivalen dengan istilah arek-arek Suroboyo yang bilang “mene”, arek-arek Jawa kulonan (Mataraman, Jawa Tengah, Jogja) yang bilang “sesuk”, atau anak-anak Jakarta yang bilang “besok”, dan sebagainya. Fungsinya sama, yakni sebagai keterangan waktu saja.

Beberapa remaja perempuan berfoto di alun-alun Jember (Shutterstock.com)

#6 Rah (rah)

Kalau saya tafsirkan, ungkapan “rah” bermaksud sebagai kata imbuhan. Atau, sederhananya, sama seperti “lah”, “dong”, “deh” dalam bahasa Indonesia. Misalnya, “Jok ngunu, rah! Sing nggenah, rah! Wes, rah, jok carok tok!” (Jangan begitu, lah! Yang bener, dong! Udah, deh, jangan berantem mulu!).

#7 Mak tager (mak-ta-ger)

“Mak tager koyok ngunu, Madt? Mak tager balikkan maneh.” Itulah yang biasa saya dengarkan dari warga sekitar. Sebenarnya, “mak tager” secara sederhana berarti “kok bisa/kok gitu”. Pokoknya, nanti jangan bingung, deh, kalau kalian beli oleh-oleh khas Jember dan terjadi tawar-menawar. Lalu penjualnya bilang, “Mak tager semunu, Cong. Yo, ndak boleh. Boh-aboh.” Itu berarti, “Kok bisa segitu, Mas. Ya, nggak boleh. Walah-walah.”

Dari semua ungkapan di atas, kalian sudah bisa memahami, bukan? Ya sudah, habis ini langsung dipraktikkan, ya? Bukan sesuatu yang sulit-sulit amat, kan? Yang penting ngomongnya agak mencucu dan sedikit penekanan. Kalau ngomong jangan alus-alus, soalnya vibes Jember-nya bakal kurang nanti. Oke, Madt?

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2022 oleh

Tags: jawa timurjembermadura
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

3 Kafe di Situbondo yang Cocok buat Buka Laptop Berjam-jam, Freelancer Merapat!

3 Kafe di Situbondo yang Cocok buat Buka Laptop Berjam-jam, Freelancer Merapat!

3 Oktober 2023
Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

12 Juli 2026
Rujak Buah Pakai Tahu dan Nasi Goreng Pakai Saos: Culture Shock Orang Garut di Kabupaten Gresik

Rujak Buah Pakai Tahu dan Nasi Goreng Pakai Saos: Culture Shock Orang Garut di Gresik

9 September 2023
Jember Kota Pelajar Sebenarnya Mengalahkan Jogja dan Surabaya: Biaya Hidup Lebih Murah, Nggak Ada Klitih dan Gangster

Jember Kota Pelajar Sebenarnya Mengalahkan Jogja dan Surabaya: Biaya Hidup Lebih Murah, Nggak Ada Klitih dan Gangster

2 Maret 2024
Madura United Membawa Saya Menemukan Keajaiban di Pamekasan (Unsplash)

Mengejar Madura United Hingga ke Pamekasan, Menemukan Harmoni dari Frasa Settong Dhere

24 Juli 2023
Bandar Grisse, Ikon Baru Gresik yang Menyimpan Keresahan (foto milik penulis)

Bandar Grisse, Ikon Baru Kota Gresik yang Ramainya Mulai Melahirkan Keresahan bagi Warga Sekitar

23 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.