Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 Fakta Unik Terkait Papua yang Saya Temukan di Sana

Ningsih oleh Ningsih
9 Oktober 2022
A A
7 Fakta Unik Terkait Papua yang Saya Temukan di Sana Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sekitar dua tahun lalu, saya sempat pergi ke Papua untuk mengunjungi saudara saya yang kebetulan menjadi guru di sana. Ada banyak momen wow saat saya berada di Papua. Padahal saya tinggal di sana sekitar dua mingguan.

Buat saya, kalimat “Tuhan menciptakan Papua saat sedang tersenyum” itu benar adanya. Dan saya juga jadi mengerti betapa indahnya keragaman Indonesia saat mengunjungi pulau yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini tersebut.

Sayangnya, media sering sekali mengabaikan apa pun terkait Papua kecuali masalah separatismenya. Pokoknya kalau ada nama Papua di TV, hampir selalu ada kaitannya dengan masalah OPM dan tembak-tembakan. Padahal banyak sekali hal unik yang saya temukan di sana, seperti tujuh hal berikut ini:

#1 Buah merah

Saat pertama kali melihat buah merah, saya mengira itu bukan buah, melainkan sayur. Wujud buah merah mirip jagung besar dengan tekstur tewel muda, namun berwarna merah menyala. Unik sekali.

Orang Papua percaya bahwa buah merah berkhasiat tinggi. Mereka memakan buah ini bukan hanya karena cita rasanya yang dianggap menarik, namun juga untuk kesehatan. Sewaktu saya cek di Google, ternyata memang sudah banyak penelitian yang mengungkap kadar antioksidan pada buah ini.

Buah merah (Anthony Hong via Wikimedia Commons)

#2 Masyarakatnya masih menjunjung tinggi adat istiadat

Menurut saya, orang Papua termasuk masyarakat yang masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat. Apalagi masyarakat di tempat saudara saya tinggal. Norma-norma lokal di sana masih terjaga tanpa pengaruh dari luar. Ketua adat di sana pun masih sangat dihormati.

Intinya, orang Papua itu punya adab yang tinggi. Mereka bukan orang yang hidup seenaknya ataupun semaunya seperti preman pasar. Makanya saudara saya bilang bahwa memahami adat warga lokal itu sangat penting karena hal itu adalah hal yang sensitif untuk warga desa.

Hal-hal yang dianggap tabu dan dilarang harus benar-benar dijauhi. Jangan sampai kita sebagai pendatang dianggap melecehkan masyarakat setempat. Bukan cuma menyakiti orang lokal, bisa-bisa nanti semua pendatang dicap tak punya adab oleh orang Papua.

Baca Juga:

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

Merasakan Slow Living di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah yang Cukup Menguras Kantong

#3 Nominal uang denda yang bikin pingsan

Sebenarnya saya belum pernah melihat langsung kasus denda ini selama berada di Papua. Namun berdasarkan penuturan saudara saya, seseorang yang berbuat salah bisa kena denda hingga miliaran rupiah. Ha, ngeri nggak tuh?

Sebagai warga Jogja yang terbiasa dengan UMR minimalis, saya sampai mau pingsan mendengar nominal denda yang disebutkan saudara saya. Tapi menurut saudara saya juga, denda tersebut bisa dibayar dengan babi. Masalahnya, satu ekor babi di Papua harganya juga sangat mahal, ygy. Selain itu, penerima denda juga bisa meminta bantuan keluarganya.

#4 Kecantikan alamnya luar biasa

Hal terkait Papua lainnya yang jarang diketahui orang adalah wilayah pegunungan di sana tuh cantiknya kebangetan! Saat berkendara di jalan-jalan pegunungan Papua, saya merasa seperti berada di film Lord of the Ring. Yah, meski harus diakui masalah keamanan di sana masih cukup buruk.

Suatu saat nanti, ketika Papua tak lagi panas dengan konflik separatisme, saya yakin banget wilayah ini bisa maju karena pariwisatanya. Apalagi kalau masalah logistik yang rumit dan mahal sudah bisa diatasi. Beuh, dijamin wisatawan dari provinsi dan negara lain akan berbondong-bondong ke Papua.

#5 Flora dan fauna berbeda dengan Indonesia bagian barat

Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah oleh garis Wallace dan garis Weber. Setiap wilayah punya fauna dan flora khasnya masing-masing. Kurang lebih seperti inilah penjelasan yang pernah saya dapatkan di sekolah.

Namun saya baru benar-benar memahami pembagian garis ini ketika datang ke Papua. Papua itu unik banget. Flora dan faunya banyak yang berbeda dengan pulau di Indonesia bagian barat.

Burung cenderawasih (Richarderari via Wikimedia Commons)

Sayangnya, nggak semudah itu melihat hewan-hewan khas Papua. Tapi, kalau kalian mau agak bersusah payah sedikit sembari mengeluarkan biaya yang cukup lumayan, kalian bisa saja kok melihat langsung kecantikan burung cenderawasih, kasuari, beo, dan lain sebagainya.

#6 Masyarakatnya paling heterogen

Masyarakat Papua adalah masyarakat yang sangat heterogen. Suku-suku di sana sangat bervariasi dengan adat dan bahasa yang berbeda-beda. Bahkan Papua menyumbang jumlah bahasa terbanyak di negeri ini.

Peran bahasa Indonesia pun menjadi sangat penting di Pulau Cenderawasih tersebut. Bahasa Indonesia berperan untuk memudahkan komunikasi antara satu suku dengan suku lainnya. Saking lekatnya pemakaian bahasa nasional ini, orang Papua jadi menciptakan dialek sendiri dengan kebiasaan khas seperti menyingkat kata saya menjadi “sa” dan tidak menjadi “tra.”

#7 Semakin modern

Jangan membayangkan Papua sebagai pulau yang isinya hutan semua, ygy. Di sana, sudah cukup banyak kota yang bisa dibilang modern dan setara dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Banyak juga daerah yang menurut saya cepat atau lambat akan bertransformasi menjadi kota kecil.

Franchise makanan cepat saji seperti KFC pun sudah ada di sana, khususnya di Jayapura. Begitu juga dengan berbagai fasilitas anak gaul lainnya seperti bioskop, kafe kekinian, hingga berbagai tempat kongkow muda-mudi Papua yang keren.

Indonesia memang sangat beruntung memiliki Papua. Sayangnya, media kita lebih sering memberitakan hal-hal negatif tentang Papua ketimbang fakta-fakta menarik dari pulau ini. Padahal Papua bukan hanya kaya akan alamnya, namun juga sangat kaya budaya dan tradisi.

Penulis: Ningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2022 oleh

Tags: cenderawasihfakta menarikpapua
Ningsih

Ningsih

Cuma manusia biasa, halah!

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

9 Desember 2025
papua

Papua Oh Papua

30 September 2019
Stadion Papua Bangkit pertanyaan yang sering didapat mahasiswa papua di jawa mojok.co

Pemakaian Nama Gubernur sebagai Pengganti Nama Stadion Papua Bangkit Akan Mendapat Reaksi Berbeda Jika Hal Itu Dilakukan di Jakarta

29 Oktober 2020
rasis

Apakah Kita Bangsa yang Rasis?

19 Agustus 2019
5 Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Ketika Mereka Tahu Saya Bekerja di Jayapura

5 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Ketika Mereka Tahu Saya Bekerja di Jayapura

22 Januari 2020
pelaku rasisme papua

Pelaku Rasisme Telah Diproses Hukum, Papua Aman dan Kondusif

2 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.