Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru

Muntarsih Zakiyya Sakhie oleh Muntarsih Zakiyya Sakhie
7 Agustus 2022
A A
6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru

6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang punya asumsi dan stereotipe yang keliru tentang Papua. Pulau yang ada di ujung timur Indonesia kerap dipandang berbeda, dan penduduknya diberi stigma yang benar-benar tak seperti realitas. Padahal, andai orang-orang tersebut lebih bijak dalam menggunakan gawai, mereka tahu bahwa yang mereka yakini selama ini tak lebih dari asumsi konyol semata. Dan kadang saya ya miris, pandangan ini bahkan kerap dipakai oleh petinggi negara. Contohnya sih, bilang Papua sebagai tempat PNS buangan.

Pada 2007, selepas menikah saya benar-benar bisa ke Papua dalam rangka mengikuti suami yang kebetulan punya pekerjaan di sana. Dari momen tersebut, saya bisa melihat kehidupan di pulau ini lebih dekat dan lebih nyata. Dan saya bisa dengan lantang bilang: stereotipe yang disematkan kebanyakan keliru.

ADVERTISEMENT

Saya akan jelaskan dan koreksi stereotipe tentang Papua yang sering kalian terima di bawah.

#1 Papua masih hutan dan sinyal internet susah

Tak sedikit yang mengira kalau Papua itu masih hutan dan jaringan internet susah. Saya sering ditanya teman-teman terkait hal itu. Padahal itu semua salah. Saya jelaskan dulu.

Jadi gini, hutan di Papua itu memang luas namun tidak semua wilayahnya itu hutan. Jadi kalau dibilang “masih hutan”, ya keliru. Lagian perkembangan pulau ini bagus banget, dan jelas banget nggak kalah dengan kota besar lain.

Perkara internet susah, begini. Sinyal di Papua sudah bagus, kalau nggak, memangnya pada berkomunikasi pake apa, Gan? Kalau ada yang ngeluh susah, saya tanya, emang di Jawa sana semua daerah sudah tercover jaringan dan nggak pernah susah sinyal?

#2 Hanya dihuni oleh orang Nasrani

Kadang saya heran sama pertanyaan seperti ini. Kata “hanya” itu, kadang, terlalu berlebihan. Tapi, baiklah, tetap saya jawab. Papua tak hanya dihuni oleh orang Nasrani, ada penganut agama lain juga di sini.

Papua juga dihuni banyak pendatang, dengan latar belakang dan yang jelas agama mereka sendiri. Jadi, kata “hanya” di sini jelas terlalu berlebihan.

Baca Juga:

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

#3 Tidak ada mall

Tiap kali saya menyebut kata mall di Papua, teman-teman saya yang berada di luar Papua menganggap saya tengah bercanda, halu, dan terlalu tinggi berimajinasi. Saya justru heran, emang mall sebegitu eksklusif?

Jadi apakah di Papua ada mall? Iya jelas ada dong. Selama ada penduduk dalam jumlah banyak yang terpusat dan ada potensi, bakal ada mall berdiri. Lagian, mall belum tentu jadi penanda perkembangan suatu daerah. Banyak lho daerah di Jawa yang nggak ada mallnya, berani kalian bilang itu terbelakang?

#4 Cuacanya panas

Jujur saja, dulu saya juga menyangka kalau Papua adalah salah satu daerah paling panas di Indonesia. Panasnya pasti sangat ekstrem. Kadang, saya tertawa kalau mengingat hal tersebut.

Kalau panas, itu lumrah. Wong Indonesia kan negara tropis. Tapi bukan berarti cuaca mereka amat panas seperti yang saya pikirkan. Ya ada hujannya juga, ya lumrahnya daerah di Indonesia lah. Bahkan ada gunung di Papua yang diliputi salju. Panas dari mananya kalau gitu?

#5 Jalannya belum diaspal

Sebelum ke Papua saya sempat membayangkan kalau akses jalan darat di Papua masih bebatuan, terjal dan bikin sengsara, terutama kalau bawa kendaraan roda dua. Saya membayangkan kalau mau ke mana-mana butuh waktu yang amat panjang. Padahal, itu semua salah. Kalian nggak tahu kalau lagi ada pembangunan jalan Trans Papua? Oh nggak tahu? Ya salah kalian.

Untuk menjawab pertanyaan kalian, nggak, jalan di Papua nggak terjal, sudah mulus-mulus malah. Nggak percaya? Situ mending buka Google deh.

#6 Primitif

Jika kalian masih membayangkan orang-orang Papua masih primitif, saya hanya bisa bilang kalau justru kalian yang masih primitif. Ini sudah tahun berapa, Bos, kok pandangan masih terjebak di situ-situ aja? Stereotipe macam apa ini?

Denger ya, orang Papua itu sama kek kalian di belahan Indonesia lain. Mereka itu nggak berbeda dengan kita lho. Maksudnya, nggak seperti yang kalian pikirkan.

Jika kalian menyangka orang-orang Papua cenderung pada sifatnya yang barbar kalian juga keliru.

Setiap ada pemberitaan kriminalitas yang dilakukan oleh orang-orang Papua saya sering menemui komentar-komentar seperti ini: dasar primitif, manusia bar-bar dan sejenisnya. Saya paling tidak sependapat dengan tuduhan barbar. Pada dasarnya, mereka itu ramah-ramah, sopan, dan sangat welcome terhadap pendatang dari luar daerahnya.

Kalau ada yang buruk, saya yakin itu nggak semuanya. Ya kayak daerah lain lah, pasti ada yang buat onar, tapi nggak bisa mewakili semuanya kan?

Itulah beberapa pandangan keliru yang sering disematkan kepada orang-orang dan Pulau Papua. Ketimbang kalian memelihara asumsi yang basi, saya sarankan untuk lebih sering belajar tentang daerah lain. Keragaman, kalau tak bisa dimaknai secara arif, hanya akan bikin kalian saling membandingkan dan berujung perpecahan.

Penulis: Muntarsih Zakiyya Sakhie
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kalau Orang Indonesia Omong Soal Papua, Mereka Omong Apa?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh

Tags: papuaprimitifstereotip
Muntarsih Zakiyya Sakhie

Muntarsih Zakiyya Sakhie

ArtikelTerkait

Stadion Papua Bangkit pertanyaan yang sering didapat mahasiswa papua di jawa mojok.co

4 Pertanyaan yang Sering Diterima Mahasiswa Papua di Jawa

23 Juni 2020
Sesungguhnya, Culture Shock Terbesar bagi Orang dari Papua Adalah Pertanyaan Absurd Orang Kota

Sesungguhnya, Culture Shock Terbesar bagi Orang dari Papua Adalah Pertanyaan Absurd Orang Kota

22 Maret 2023
pelaku rasisme papua

Pelaku Rasisme Telah Diproses Hukum, Papua Aman dan Kondusif

2 September 2019
papua

Papua Oh Papua

30 September 2019
Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

9 Desember 2025
Wanita Jawa jatuh cinta dengan laki-laki Maluku Utara. (Unsplash.com)

Wanita Jawa Jatuh Cinta dengan Orang Maluku Utara: Saya Tidak Sedang Mewujudkan Hubungan yang Bhinneka Tunggal Ika

29 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.