Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

7 Alasan Drama Korea Romance Sering Dijadikan Pelarian

Rizal Nurhadiansyah oleh Rizal Nurhadiansyah
27 Mei 2022
A A
7 Alasan Drama Korea Romance Sering Dijadikan Pelarian Terminal Mojok.co

7 Alasan Drama Korea Romance Sering Dijadikan Pelarian (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menonton dan membaca kisah fiksi memang bisa mengalihkan perhatian kita dari kehidupan yang melelahkan. Fiksi bisa menjadi semacam obat rutinan yang kita konsumsi untuk menenangkan diri. Hal itu berlaku untuk drama Korea romance. Banyak drama romance menyajikan cerita yang ringan dan mudah diikuti penontonnya. Drama romance bisa memberi kesan nyaman pada penontonnya yang telah dibuat pusing oleh tagihan listrik yang tinggi dan cicilan motor yang masih banyak.

Tentu, tidak semua romance bisa begitu. Beberapa drama romance justru bisa membuat kita yang sedang pusing tambah pusing karena nangis mulu. Namun, faktanya, drama romance sering dijadikan sarana eskapisme oleh sebagian penontonnya, mungkin termasuk kamu. Kita bisa dengan mudah melihat percakapan di Twitter yang penuh dengan kehaluan. Itu wajar, kok. Tapi, apa sih yang membuat drama romance sering dijadikan pelarian? 

Berikut 7 alasan drama korea romance sering dijadikan pelarian.

#1 Penggambaran karakter yang too good to be true

Sebagian drama Korea romance menggambarkan karakter utama bak malaikat yang turun dari surga atau pangeran tampan yang bisa bikin cewek klepek-klepek dengan sekali kedipan mata. Karakter yang digambarkan too good to be true memang biasanya male lead character. Atay orang-orang sering menyebutnya dengan istilah “boyfriend material”. Entah apakah ada sebuah penelitian banyak penonton perempuan lebih sering menjadikan drama Korea sebagai sarana eskapisme atau bagaimana, yang jelas saya jarang sekali menemukan female lead character yang dibuat sempurna. 

Ngerasa gemeeesss (Shutterstock.com)

Karakter yang too good to be true ini sering dijadikan pacar fiksi oleh para penonton. Fenomena itu juga terjadi di kalangan fans drama Korea Indonesia. Setiap ada drama Korea yang menampilkan karakter sejenis ini, mereka akan membuat postingan-postingan halu, bahkan sampai memberi nama karakter itu dengan nama lokal. Misalnya, Pak Gu di My Liberation Notes dinamai Pak Gunadi oleh fans Indonesia. Katanya sih, biar serasa bisa digapai gitu.

#2 Perlindungan karakter utama laki-laki pada pasangannya

Karakter laki-laki dalam banyak drama Korea romance diperlihatkan sebagai pahlawan yang siap membela perempuan yang disukainya apa pun yang terjadi. Pada proses penyelamatan atau pembelaannya, biasanya sutradara akan menempatkan musik romantis atau slow motion agar lebih dramatis. Bagi penonton drama Korea modern, hal itu mungkin akan terlihat sangat menggelikan. Namun, faktanya, masih ada orang yang menyukai adegan semacam itu.

Di beberapa drama romance yang saya tonton empat tahun belakangan, treatment adegan yang seperti itu sudah dikurangi. Mungkin sutradaranya sadar kalau itu lebay banget. Bahkan beberapa drama mulai menggunakan treatment penyutradaraan film layar lebar untuk adegan itu, tanpa slow motion dan musik yang volumenya dikerasin lagi.

#3 Adegan-adegan manis yang bikin iri dengki

Salah satu yang bikin drama romance sering jadi tempat pelarian adalah banyaknya adegan manis yang bikin para jomlo iri dengki, tapi pada akhirnya tetap ditonton juga. Mungkin adegan-adegan ini memang dibuat untuk para jomlo atau pasangan-pasangan yang tidak bahagia ini agar bisa membayangkan diri mereka di layar. Selain bikin iri dengki, adegan-adegan manis ini juga bisa bikin kita jungkir balik di kamar sambil gigit-gigit bantal saking gemasnya. Kamu juga sering gitu, kan? Ngaku aja!  

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

So cuteee (Shutterstock.com)

#4 Diperebutkan dua karakter yang cakep parah

Nah, ini dia. Drama romance sering kali menggunakan cinta segitiga sebagai konflik utama. Kita tahu ini sudah usang dan tak jarang membosankan. Namun, bayangkan kamulah yang sedang diperebutkan oleh dua orang cakep, tajir melintir, dan baik hati. Walaupun halu, setidaknya dalam sepersekian detik kita merasa istimewa, kan? Saat kita menghadapi kenyataan di mana kita sulit mendapatkan pasangan, drama Korea romance bisa membuatmu lupa sejenak akan kenyataan yang menyedihkan itu. 

#5 Kebetulan-kebetulan yang indah

Dalam sebuah drama romance, “kebetulan” bisa jadi kunci dari semua cerita. Kebetulan karakter bertemu di pernikahan mantan masing-masing, kebetulan bertemu karena pekerjaan, kebetulan bertemu dalam kecelakaan, dan lain sebagainya. Kebetulan-kebetulan itu mengantarkan karakter ke kisah yang rumit, tapi indah. Sebagai penonton, kita pun berharap semoga ada kebetulan yang mengantar kita kepada kebahagiaan. Sebagian diri kita sadar bahwa kita sedang berandai-andai, sebagian diri kita yang lain hanyut terbawa arus hubungan di drama Korea sampai susah move on. 

#6 Makanan drama Korea enak-enak

Sebenarnya bukan hanya ada di drama romance, tapi makanan-makanan pas karakter nge-date itu memang suka bikin kita ngiler. Kita berharap bisa memasukkan tangan kita ke layar dan mengambil sepiring steak yang tidak dihabiskan, tapi sayang sekali tak bisa. Kita cuma bisa membayangkan rasa mi instan yang menemani kita nonton sama seperti rasa steak atau galbijjim yang ada di layar.

#7 Happy ending yang terkadang tidak realistis

Drama romance pada umumnya selalu berakhir dengan bahagia. Namun, kenyataan tidak selalu demikian. Namun, kita bisa turut senang melihat semua karakter di dalam drama itu mendapatkan akhir yang adil dan bahagia seolah kita masuk ke dalam kisah mereka. Perasaan semacam itu bisa menyelamatkan kita dari realistas yang suram walau hanya sementara.

Nah, itu dia 7 alasan mengapa drama Korea romance sering dijadikan pelarian. Menurut saya, tidak ada salahnya menjadikan drama Korea sebagai pelarian. Namun, kalau kamu terlalu serius menanggapi drama Korea, kamu bisa terjebak di dunia fiksi yang kamu buat sendiri. Padahal di luar sana, kenyataan sedang memanggil-manggil nomor undianmu. Dibawa santai saja, ya, Teman-teman.

Penulis: Rizal Nurhadiansyah
Editor: Audian Laili

BACA JUGA 15 Hal Klise yang Sering Muncul di Drama Korea

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2022 oleh

Tags: drama koreapelarianRomance
Rizal Nurhadiansyah

Rizal Nurhadiansyah

Pemerhati sinema yang menganggap hidup adalah film dengan naskah yang belum selesai. Aktif menulis cerpen dan puisi. Menggunakan media sosial untuk studi banding karakter manusia.

ArtikelTerkait

Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi Mojok.co

Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi

5 Maret 2025
the world of the married episode 7 mojok

The World of the Married Episode 7: Sinopsis dan Komentar

15 Mei 2020
Rumah Atap, Hunian Populer bagi Tokoh Drakor dan Warga Korea Selatan terminal mojok

Rumah Atap, Hunian Populer bagi Tokoh Drakor dan Warga Korea Selatan

9 Juni 2021
Yeom Bersaudara 'My Liberation Notes' dan Fenomena N-po Generation Terminal Mojok

Yeom Bersaudara ‘My Liberation Notes’ dan Fenomena N-po Generation di Korea Selatan

18 Mei 2022
5 Drama Korea yang Cocok Ditonton oleh Penonton Pemula Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Cocok Ditonton oleh Penonton Pemula

11 Mei 2022
My Name: Drakor Laga yang Tampilkan Image Lain dari Han So Hee terminal mojok.co

My Name: Drakor Laga yang Tampilkan Image Lain dari Han So Hee

24 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Nasi Godog, Makanan Magelang yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang, Tampilan dan Rasanya Absurd Mojok.co

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

28 Februari 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.