Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

6 Hal yang Akan Terjadi Andai Perdunu Bisa Memaksimalkan Dukun di Indonesia

Rahmita Laily Muhtadini oleh Rahmita Laily Muhtadini
7 Februari 2021
A A
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Menebak Alasan Mitos Pesugihan Tumbuh Subur di Tulungagung (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Festival Santet adalah sebuah hiburan di tengah kebosanan yang sudah mendarah daging selama masa-masa sulit pandemi.  Seperti ada angin segar, tiba-tiba saja sekelompok dukun di Banyuwangi berkumpul dan membentuk sebuah organisasi bernama Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara).

Kabar berdirinya Perdunu seperti memanggil ingatan dan khayalan saya ketika membaca seri Supernova karya Dee, di salah satu sekuelnya ada imajinasi tentang STIGAN (Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional). Kini saya menjadi berpikir, karya fiksi dan alam nyata kadang bedanya hanya tipis. Khayalan tentang berdirinya Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry di film Harry Potter bisa saja terwujud di bawah naungan Perdunu.

Perdunu memiliki program kerja untuk menggelar doa bersama, dan salah satu proyek terbesar mereka adalah menggelar sebuah festival santet guna memperkenalkan beragam ilmu-ilmu gaib kepada khalayak umum. Bukan hanya itu mereka berencana mempromosikan wisata mistis di Banyuwangi, yang kita tahu tempat mistis di kota ini sudah tidak diragukan lagi level keangkerannya.

Bergabungnya para dukun Nusantara menunjukkan sinyal bahwa dukun tak lagi malu-malu kucing untuk tampil dan dikenal oleh publik. Dukun juga manusia, yang membutuhkan validasi atas keberadaannya di muka Bumi ini. Ketika dukun mulai menampakkan diri, mereka bisa semakin beken. Nah, berikut ini adalah hal-hal yang mungkin terjadi jika para dukun semakin dikenal masyarakat.

Tak perlu insecure lagi

Dulu mbah dukun itu selalu identik dengan sesuatu yang tabu dan tersembunyi, kini mereka akan mencoba keluar dari sarang persembunyiannya. Para dukun akan berusaha melakukan branding pada profesinya dengan sebaik-baiknya. Mereka bisa mengutip salah satu tagline “menyelesaikan masalah tanpa masalah”, sehingga ketika ada yang butuh jasa penyembuhan, pesugihan, penglaris, pasang susuk, hingga menyantet, calon pengguna jasa mereka akan semakin mudah menemukan alamat dan nomor kontaknya.

Pariwisata mistis

Julukan Banyuwangi yang dulu terkenal sebagai Kota Santet tidak perlu lagi susah payah dihapuskan. Sehingga upaya pemerintahan kabupaten Banyuwangi membuat kota ini jauh dari kata santet, mungkin perlu dikaji kembali.

Angkernya tempat-tempat di Banyuwangi semakin menjadi pilihan para wisatawan untuk berkunjung. Cerita tentang KKN Desa Penari yang diduga berada di Banyuwangi pun, akan semakin terdengar nyaring terdengar.

Upaya nenek moyang untuk membuat branding suatu tempat menjadi sangat angker, bisa menjadi sia-sia. Nenek moyang yang membuat suatu tempat dikenal angker demi melindungi flora dan fauna langka, menjaga sumber mata air, hingga melestarikan keberadaan benda-benda bersejarah tampaknya tak akan lagi mempan. Sebab, tempat angker merupakan suatu pilihan baru destinasi wisata. Jika Perdunu berhasil banyak mengajak orang untuk datang ke lokasi wisata mistis seperti ke Alas Purwo, Antaboga, Rowo Bayu, usaha nenek moyang menjauhkan tempat tersebut dari jamahan manusia, akan sedikit sia-sia.

Baca Juga:

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

Ancaman untuk profesi lain

Jika dukun bisa memberikan segala solusi permasalah di kehidupan, termasuk menyembuhkan penyakit, mencegah gunung meletus, meramal terjadinya bencana, bahkan menyelesaikan urusan putus cinta, profesi tenaga kesehatan bisa semakin tersudut. Selama ini, para dukun lebih dipercaya mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Psikolog dan konselor pun terancam keberadaannya, sebab setiap ada orang yang putus cinta mereka tidak lagi ingin curhat dan menyembuhkan traumanya kepada mereka. Dukun lebih mampu memberikan solusi nyata dan aneka resep cinta, mantra jaran goyang misalnya, adalah bukti bahwa dukun adalah solusi atas segala kisah cinta.

Tidak hanya itu, pemilik klinik dan salon kecantikan pun semakin waswas, sebab dukun punya jurus kecantikan sepanjang masa. Susuk lebih cepat bikin orang tampil menawan dan rupawan dalam waktu yang amat singkat. Selain itu, agensi periklanan pun harus menyiapkan diri untuk bersaing, karena upaya mereka capek-capek bikin strategi marketing dan branding bisa segenap kalah dengan jampi-jampi penglaris usaha. 

Lagu-lagu dengan lirik mistis semakin hits

Kalau festival santet jadi diselenggarakan, maka akan menghidupkan kembali lagu-lagu bertema mistis dalam ruang dengar Anda. Misalnya lagu “Mbah Dukun” yang dinyanyikan oleh Alam dan “Jaran Goyang” yang didendangkan oleh Nella Kharisma, akan semakin naik daun. Desas-desus lagu yang diduga punya makna menyeramkan pun akan semakin disukai banyak orang. Maka lagu aliran indie dan dangdut koplo, bahkan K-pop pun harus siap bersaing ketat dengan lagu-lagu bergenre mistis.

Go international

Kok bisa? Ya semakin pamor dukun dikenal luas, maka bisa jadi akan ada banyak orang yang  membahasnya di media sosial, nah lama-lama bisa jadi viral. Dunia dukun Nusantara bisa bersiap bersaing di kancah internasional, mensejajarkan diri dengan prestasi vodoo dan ilmu-ilmu sihir di berbagai belahan dunia.

Lapangan pekerjaan baru

Biasanya beragam ritual mistis sering sekali membutuhkan hal-hal pendukung, seperti kembang tujuh rupa, dupa, kemenyan, minyak jafaron, hingga ayam cemani. Segenap barang-barang penunjang kehidupan mistis melonjak drastis, dampaknya akan membuka lahan pekerjaan baru bagi insan duniawi. Profesi penjual kebutuhan klenik dan penunjangnya akan semakin laris manis.

Ya terlepas dari kontroversi berdirinya Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara) dan wacana festival santetnya, hingga kini tak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempercayainya. Bahkan hingga di era modern pun, masih banyak orang yang menggeluti dan mempercayai sihir ketimbang hal-hal yang bersifat ilmiah. Masih banyak yang lebih mudah nurut akan dibawa Nyi Roro Kidul ketika berenang dan memakai baju warna hijau di Pantai Selatan. Penjelasan macam arus mematikan atau rip current kurang dipercaya.

BACA JUGA Dukun Itu Nggak Bisa Mencari Barang Hilang, Sudah Nggak Usah Berharap dan tulisan Rahmita Laily Muhtadini lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2021 oleh

Tags: BanyuwangiDukunperdunusantet
Rahmita Laily Muhtadini

Rahmita Laily Muhtadini

Seorang lulusan psikologi yang senang bermain dengan kata-kata. Aktif memberi edukasi di instagram @lembarbertumbuh

ArtikelTerkait

Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

18 April 2020
Wisata Jember Nestapa di Puncak Rembangan Arjasa (Unsplash)

Nestapa Wisata Jember: Puncak Rembangan di Kecamatan Arjasa Butuh Perhatian dan Pengelolaan Maksimal

31 Juli 2023
Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

26 Oktober 2023
5 Tempat di Banyuwangi yang Baiknya Nggak Dikunjungi terminal mojok.co

5 Tempat di Banyuwangi yang Baiknya Nggak Dikunjungi

17 November 2021
Polresta Banyuwangi Launching Hotline Wadul, Bagaimana Nasib para Pelapor? Bisa Dijamin Aman?

Polresta Banyuwangi Launching Hotline Wadul, Bagaimana Nasib para Pelapor? Bisa Dijamin Aman?

29 September 2023
Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu Mojok.co

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu

2 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.