Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal Konyol yang Bisa Kalian Temukan di Jalanan Kota Surabaya

Tiara Uci oleh Tiara Uci
23 Mei 2022
A A
5 Hal Konyol yang Bisa Kalian Temukan di Jalanan Kota Surabaya Terminal Mojok.co

5 Hal Konyol yang Bisa Kalian Temukan di Jalanan Kota Surabaya (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya boleh berbangga punya banyak taman, jalan yang lebar, dan deretan pohon rindang. Namun, kota ini harus menangisi dirinya sendiri karena banyaknya jalan berlubang dan kemacetan. Tak perlu menunggu ada hajatan besar atau demo untuk membuat jalanan di Kota Surabaya macet. Satu mobil parkir ngawur di bahu jalan sudah cukup membuat puluhan kendaraan di belakangnya susah berjalan.

Sayangnya, masih ada orang yang tidak mau mengakui kalau Kota Surabaya itu memang macet dan pengaturan transportasi publiknya awut-awutan. Masih ingat, kan, bagaimana Dishub Surabaya justru mempertanyakan metode penelitian yang dilakukan oleh Global Traffic ketika menyatakan Surabaya sebagai kota termacet di Indonesia mengalahkan Jakarta?

Kenapa, sih, susah banget menerima kritikan? Kalau fakta lapangannya memang macet, kenapa nggak diterima saja lalu dicarikan solusi bersama? Saya kadang bertanya-tanya, apakah para pejabat di Kota Pahlawan tidak pernah keluar ruma? Sampai-sampai, mereka nggak merasa kalau kota yang ditinggalinya mengalami kepadatan lalu lintas pada level yang mengganggu. Belum lagi, ini berpotensi menyebabkan stres berkepanjangan.

Hal yang membuat situasinya makin menyebalkan, alih-alih memberikan solusi tepat untuk mengurangi kemacetan, mereka malah mempromosikan hal konyol, untuk tidak menyebutnya bodoh. Sekarang coba pikir, pemimpin mana yang dengan entengnya mengajak warganya untuk “caps naik motor” agar terhindar dari kemacetan? Lha Bapak ini sebenarnya pejabat publik atau sales Yamaha? Meskipun nggak sebut nama, tapi warga Surabaya tentu paham siapa yang sedang kita bicarakan.

Hal tersebut hanya sedikit contoh kekonyolan berpikir yang bisa kita temui di Surabaya. Selain itu, masih ada hal-hal konyol lain yang bisa kalian jumpai di jalanan Kota Pahlawan.

#1 Membangun palang pintu rel kereta api setelah banyak warga yang mati

Sedia payung sebelum hujan adalah pepatah yang tidak berlaku di jalanan Surabaya, terutama di perlintasan rel kereta apinya. Ada banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu dan hanya dijaga oleh relawan. Baru-baru ini, di dekat tempat tinggal saya, darah Kebonsari, terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api yang menewaskan tiga orang. Penyebabnya karena area tersebut tidak memiliki palang pintu kereta api dan tidak ada bunyi sirine yang biasanya digunakan sebagai pertanda kalau ada kereta yang akan lewat.

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu (Shutterstock.com)

Kejadian seperti itu tidak hanya terjadi satu dua kali, tapi berulang kali. Sebelumnya, tak jauh dari lokasi tersebut, di perlintasan rel kereta api Pagesangan, dekat Masjid Agung Surabaya, juga terjadi kecelakaan mobil vs kereta yang menewaskan satu keluarga. Penyebabnya kurang lebih sama, tidak ada bunyi sirine yang bisa dijadikan pertanda kalau ada kereta yang akan lewat dan palang pintu di perlintasan keretanya di operasikan manual oleh seorang relawan.

Konyolnya lagi, setiap kali ada kasus kecelakaan di perlintasan kereta api, pihak Dishub Kota Surabaya sering kali saling lempar wewenang dengan PT KAI terkait siapa yang harus menyediakan fasilitas pos maupun palang pintu perlintasan kereta api. Padahal, jika merujuk pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, palang pintu bukan tanggung jawab PT KAI melainkan pemerintah daerah setempat. Hal ini menjadi makin ngelawak lagi, saat salah satu pejabat penting di Kota Surabaya memberikan statment di media jika blio nggak tahu kalau perlintasan kereta api adalah wewenang Pemkot. Sabar, nggak boleh marah, Rek.

Baca Juga:

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

Kabarnya sih, wakil wali Kota Surabaya telah mendata daerah mana saja di Surabaya yang tidak memiliki palang pintu perlintasan kereta api dan akan segera membangun fasilitas yang diperlukan. Meskipun tindakan ini sebenarnya terlambat, tapi kita wajib bersyukur, setidaknya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Hmmm.

#2 Mencoba memperbaiki jalan, hasilnya aspal tembelan yang membahayakan pengendara jalan

Jika membaca PERWALI Surabaya 2020, memang tidak ada program untuk membuat atau membangun jalan raya di Surabaya, adanya hanya maintenance. Masalahnya, banyak jalan raya di Surabaya setelah di maintenance, aspalnya justru tidak rata. Hal ini terjadi karena setiap ada jalan yang rusak atau berlubang, hanya ditambal doang dan hasil tambalannya itu buruk. Ini malah menyebabkan aspal yang bertumpuk, mirip-mirip kue lapis. Padahal, jalan tidak rata itu membahayakan pengendara, lho.

Aspal rusak dan cuma ditembel (Shutterstock.com)

Jika ingin membuktikan jalan tidak rata di Surabaya secara langsung, silakan datang ke Jalan Jemursari, Jalan di Sekitar Tugu Pahlawan, dan Jalan raya di Margomulyo arah Tambak Osowilangun. Tiga jalan tersebut hanya sedikit contoh jalan tidak rata yang ada di Surabaya.

#3 Lampu merah merangkap fungsinya untuk iklan layanan masyarakat

Di kota kami, jika kalian berhenti di lampu merah, akan ada speaker yang siap menghibur telingamu dengan lantunan indah suara wali Kota Surabaya. Bukan, blio tidak sedang bernyanyi untuk menghibur warganya, tapi memberikan informasi. Sependek ingatan saya, speaker tersebut awalnya dibuat Polrestabes Surabaya untuk program Pesan Suara yang diberi nama Traffic Announcer Point System (TAPS), gunanya untuk memberikan imbauan Kamseltibcar (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran) secara otomatis kepada pengguna jalan pada waktu lampu merah menyala.

Masalahnya, sejak maraknya Covid-19 hingga hari ini, imbauan yang sering terdengar di traffic light bukan lagi tentang lalu lintas. Ada soal pentingnya pakai masker, status covid di Surabaya mulai dari level empat sampai level satu, informasi soal Surabaya bebas stunting, dan masih banyak lagi. Sepertinya, pada 2024 nanti, bisa tuh, KPU Kota Surabaya ikutan isi suara di situ, melaporkan hasil PEMILU di setiap TPS terdekat. Hehehe.

Saya bukannya nggak suka, sebagai rakyat jelata kita mah ikut bagaimana baiknya menurut Pemrintah saja. Tapi, kalau boleh saran, apa nggak sebaiknya yang ngisi iklan layanan masyarakat adalah voice talent dan ditulis oleh copywriter profesional saja. Syukur-syukur jika informasi yang disampaikan jauh dari unsur politik pencitraan.

#4 Melebarkan jalan untuk memanjakan kendaraan pribadi

Sebagai warga, kita semua tentu suka sekali memiliki jalan raya yang lebar dengan banyak lajur. Harapannya jalan Kota Pahlawan bisa terhindar dari kemacetan. Masalahnya, konsep pelebaran jalan untuk mengurangi kemacetan terlihat konyol ketika tidak digunakan untuk membuat jalur khusus bus. Pasalnya, tanpa membuat jalur khusus bus agar masyarakat Surabaya mau berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi publik, maka usaha Pemkot untuk melebarkan jalan akan sia-sia belaka. Sebabnya sederhana, pelebaran jalan raya beriringan dengan pesatnya pembelian motor dan mobil pribadi.

Jika jalan raya terus dilebarkan tanpa solusi transportasi umum yang memadai, kelihatannya pelebaran tersebut justru dibuat agar masyarakat Surabaya tergantung dengan kendaraan pribadi. Surabaya harus menyudahi pembangunan jalan atau pelebaran jalan yang kesannya dibuat untuk bermegah-megahan, doang. Sudah waktunya melebarkan jalan untuk solusi jangka panjang.

#5 Trotoar digunakan untuk pengendara motor

Terakhir, ini soal attitude berkendara di jalan raya Kota Surabaya, sih. Banyak orang di kota ini melakukan akrobat agar bisa lolos dari kemacetan jalan raya dengan cara mengendarai motor di atas trotoar. Saya tahu, kalian ingin cepat sampai rumah, tapi nggak begitu juga konsepnya, Rek. Trotoar kan fungsinya untuk pejalan kaki, bukan pengendara motor. Next time, tolong kurang-kurangin sikap ngawur begitu, ya.

Tak perlu estetik, yang penting trotoarnya berguna seperti selayaknya (Shutterstock.com)

Itulah lima hal konyol yang akan kalian temui di jalanan Kota Surabaya. Selain kelima hal tersebut, tentu saja ada berbagai kekonyolan lain, seperti membuat pedestrian Instagram-able yang justru tak digunakan warga untuk jalan kaki. Trotoar eye catching itu soal kedua, hal pertama yang harusnya dilakukan adalah memperbanyak jumlah trotoar sesuai fungsinya. Setelah itu, silakan saja, bebas kalau mau bangun trotoar dengan hiasan kembang tujuh rupa, atau apa pun itu.

Kalau ada yang protes, “Sambat ae, Surabaya nggak melulu soal transportasi buruk.” Iya, memang ada banyak hal positif yang terjadi di kota yang kita cintai ini, tapi, yang baik-baik kan tak perlu dibicarakan lagi karena sudah diinformasikan di setiap lampu merah. Upz, canda lampu!

Penulis: Tiara Uci
Editor: Audian Laili

BACA JUGA 5 Bukti Nyata kalau Surabaya Adalah Sarangnya Crazy Rich

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: Fasilitas umumjalanKota Surabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

Pengendara Motor yang Sering Membunyikan Klakson Itu Justru Pengendara yang Paling Waspada

9 Mei 2023
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

2 Januari 2026
Jalan Benyamin Sueb Kemayoran, Jalan di Jakarta yang Hanya Macet Setahun Sekali

Jalan Benyamin Sueb Kemayoran, Jalan di Jakarta yang Hanya Macet Setahun Sekali

12 Agustus 2023
Jalan Dr Ir H Soekarno (Jalan MERR), Jalan Terpanjang di Surabaya yang Cocok untuk Merayakan Kesedihan

Jalan Dr Ir H Soekarno (Jalan MERR), Jalan Terpanjang di Surabaya yang Cocok untuk Merayakan Kesedihan

22 Januari 2024
Pengantin Baru Dilarang Lewat 3 Jalan di Jogja Ini karena Bisa Celaka

Pengantin Baru Dilarang Lewat 3 Jalan di Jogja Ini karena Bisa Celaka

4 Februari 2024
Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

7 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.