Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

5 Dosa Wali Kota Malang yang Tidak Akan Dilupakan Warga

Iqbal AR oleh Iqbal AR
3 Oktober 2024
A A
5 Dosa Wali Kota Malang yang Tidak Akan Dilupakan Warga

5 Dosa Wali Kota Malang yang Tidak Akan Dilupakan Warga (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, Kota Malang itu unik. Kota satu ini menyenangkan, nyaman untuk ditinggali, dan bahkan layak diperjuangkan. Kota Apel memiliki hal-hal yang indah dan baik serta punya potensi besar untuk maju. Sayangnya, dari sekian banyak hal baik yang dimiliki kota ini, ada satu hal yang masih alpa. Ya. Kota Malang tidak—setidaknya belum—punya pemimpin (wali kota) yang keren, hebat, dan cakap.

Setidaknya dalam satu dekade terakhir, Malang selalu punya wali kota yang boleh dibilang probematik. Abah Anton, Wali Kota Malang 2013-2018 misalnya, cukup dicintai warga Kota Apel tapi terjerat kasus korupsi di tahun 2018. Penggantinya, Sutiaji, yang menjabat dari 2018-2023, juga tidak lebih baik. Tidak terlalu jelas dan tidak kelihatan kerjanya. Dua nama lain yang menjadi PJ Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Iwan Kurniawan, juga tidak berhasil membereskan masalah-masalah yang ada di Kota Apel ini.

Nah, berhubung sebentar lagi akan ada Pilkada serentak dan di Kota Apel akan ada pemilihan pemimpin daerah, saya ingin membahas dosa-dosa Wali Kota Malang yang tidak akan bisa dilupakan warga. Dosa-dosa ini akan fokus pada wali kota selama satu dekade terakhir. Tentu tidak ada niat untuk menjelekkan atau mengungkit masa lalu. Ini semua hanya sebagai pengingat agar dosa-dosa yang pernah terjadi ini tidak terulang kembali.

#1 Korupsi suap pembahasan APBD perubahan Pemkot Malang

Korupsi itu extraordinary crime. Kejahatan luar biasa. Dosa besar. Kita semua sepakat akan hal itu. Dan apa yang terjadi kepada Wali Kota Malang periode 2013-2018, Abah Anton, pada tahun 2018 lal2 harusnya akan selalu diingat dan tidak boleh terjadi lagi.

Abah Anton terjerat kasus korupsi dugaan suap pembahasan APBD perubahan Pemkot Malang. Kasus ini benar-benar jadi aib bagi Kota Malang dan warga yang tinggal di sini.

Makanya kasus ini patutnya harus tetap melekat di ingatan warga Malang dan tidak boleh dilupakan. Apalagi Abah Anton akan maju lagi di Pilkada 2024 nanti. Kasusnya memang sudah beres, tapi ingatan tentang kasus itu tidak akan pernah hilang. Selain jadi ingatan, dosa ini jelas tidak boleh terulang lagi. Tidak boleh ada korupsi lagi di sini.

#2 Wali Kota Malang melanggar aturan PPKM level 3 ketika covid

Ini juga bangsat, sih. Saya kadang masih mangkel ketika mengingat lagi kasus ini. Sutiaji, Wali Kota Malang periode 2013-2018 gowes (bersepeda) bersama beberapa pejabat, staf, dan ASN, ke daerah Pantai Kondang Merak, Malang Selatan, pada September 2021 lalu. Gowes ini dilakukan ketika PPKM level 3 sedang diberlakukan.

Bayangkan saja, ketika masyarakatnya dilarang ke mana-mana, kesulitan ngapa-ngapain, eh, wali kotanya malah enak-enakan gowes, melanggar aturan. Hukumannya hanya denda Rp25 juta pula. Sialan emang.

Baca Juga:

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

Nestapa Perantau di Kota Malang, Tiap Hari Cemas karena Banjir yang Kian Ganas

Okelah sekarang Covid sudah mereda, sudah tidak ada pembatasan sosial lagi. Tapi, apa yang terjadi tiga tahun lalu harus tetap jadi pengingat bahwa Malang pernah punya wali kota yang melakukan hal goblok semacam ini. Warga Kota Apel tidak boleh lupa.

#3 Tidak membereskan urusan parkir liar

Entah sudah berapa kali saya, atau bahkan warga lainnya, sambat soal parkir liar yang tidak kunjung ada solusinya. Entah berapa kali pula Wali Kota Malang, baik Wali Kota Malang terakhir, Sutiaji, maupun dua PJ Wali Kota Malang disinggung soal parkir liar di sini. Tapi, tidak kunjung ada solusi, tidak kunjung dibereskan. Mereka seakan tidak peduli dengan masalah parkir liar ini sampai sekarang.

Alih-alih membereskan urusan parkir liar, tahu apa yang dilakukan Pemkot Malang? Pemkot malah memberikan traktiran gratis parkir dalam peringatan hari jadi Kota Malang bulan April lalu. Padahal di bulan-bulan itu kegelisahan warga soal parkir liar sedang tinggi-tingginya. Bengkok bener nalarnya Pemkot Malang. Kebanyakan kongkalikong sama ormas preman ya gitu jadinya.

#4 Mengacaukan Kayutangan

Sejak proyek ambisius Sutiaji dalam penataan kawasan Heritage Kayutangan dimulai, sejak itu pula satu per satu masalah muncul. Pertama, soal konsep. Konsep Kayutangan ini tidak jelas. Niatnya meniru Malioboro Jogja. Jalanannya mirip. Lampu hiasnya mirip. Sayang, jadinya malah berantakan bukan main dan tidak jelas sama sekali.

Lalu soal tata ruang dan kerapian, masih banyak kabel-kabel yang berantakan dan mengganggu. Masalah perubahan arus lalu-lintas yang malah bikin macet, bikin repot warga Kota Apel. Ketidakjelasan ini makin diperparah dengan urusan parkir sepanjang jalan Kayutangan yang masih berantakan hingga sekarang.

Sayang banget, proyek yang harusnya bisa menjadikan Kayutangan sebagai ikon Kota Malang malah jadi tidak jelas, aneh, dan tentu saja jadi dosa Wali Kota Malang yang entah gimana cara menebusnya.

#5 Wali Kota Malang tidak mampu menuntaskan masalah banjir dan tata ruang kota

Salah satu PR Pemkot Malang yang belum juga tuntas hingga sekarang adalah mengatasi masalah banjir dan tata ruang kota yang berantakan. Pemkot seakan nggak becus dalam mengatasi dua masalah yang juga saling berkaitan ini.

Baru beberapa hari lalu, kawasan Jembatan Jalan Soekarno-Hatta bajir lagi. Bayangkan, jembatan banjir. Jembatan, yang mana ada sungai di bawahnya, banjir. Tidak masuk akal. Ini sudah berkali-kali terjadi. Dan banjir di kawasan Jembatan Jalan Soekarno-Hatta ini hanya satu dari banyaknya titik-titik rawan banjir di Kota Apel ini.

Malang yang rawan banjir ini salah satu penyebabnya adalah tata ruang kota yang problematik. Terlalu banyak alih fungsi lahan (daerah serapan yang jadi bangunan), hilangnya satu per satu Ruang Terbuka Hijau (RTH), masalah sampah yang belum kunjung teratasi, hingga drainase yang amburadul, jadi beberapa penyebabnya.

Pemkot—dalam hal ini Wali Kota Malang termasuk PJ-nya—gagal dalam menyelesaikan masalah ini. Mereka seakan abai dalam urusan yang sangat krusial ini, menjadikan ini sebagai dosa yang mungkin nggak akan dilupakan oleh warga.

Itulah setidaknya 5 dosa Wali Kota Malang yang mungkin tidak akan dilupakan oleh warga. Saya, sih, berharap nanti ketika Malang sudah punya pemimpin baru, semua masalah di atas bisa diatasi, tanpa terkecuali.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Toilet Mall Berbayar di Malang, Pungutan yang Dinormalisasi Warga Malang tapi Aneh di Mata Orang Luar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2024 oleh

Tags: banjir kota malangkayutangan malangKorupsikota malangparkir liarwali kotawali kota malang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kayutangan Malang Cantik, tapi Bikin Sesak Kayak Sikut-Sikutan (Unsplash)

Kayutangan Malang: Cantik, Romantis, tapi Lampunya Bikin Sesak Kayak Lagi Sikut-Sikutan

4 Agustus 2025
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Vonis Hukuman Jaksa Pinangki yang Dipotong dan Akal Sehat yang Diludahi

15 Juni 2021
Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun? Nggak Kapok Punya Pimpinan Nggak Becus?

Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun? Nggak Kapok Punya Pimpinan Nggak Becus?

19 Januari 2023
kantin

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

29 Juli 2019
Surabaya Nggak Nyaman di Mata Arek Suroboyo Sendiri eri cahyadi

Surabaya Nggak Nyaman di Mata Arek Suroboyo Sendiri

1 November 2024
film pendek tilik film unbaedah korupsi siti fauziah ozie pemeran bu tejo tilik festival film terinal mojok.co

Eksekusi Hukuman untuk Koruptor Versi Film Unbaedah

29 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.