5 Cara Meringankan Beban Quarter Life Crisis – Terminal Mojok

5 Cara Meringankan Beban Quarter Life Crisis

Artikel

Masa-masa sulit pasti pernah dialami oleh setiap orang, tak jarang juga banyak yang gagal melaluinya dan menyerah di tengah jalan. Terlebih lagi di situasi sekarang ini saat ekonomi sedang morat-marit, di mana kesehatan jadi isu yang jadi headline di setiap berita. Biasanya akan semakin diperparah lagi saat seseorang sedang memasuki fase quarter life crisis dalam hidupnya. Rasanya seperti dunianya sedang terbalik dan bikin pusing.

Fase quarter life crisis akan dialami oleh kebanyakan orang pada masa dewasa awal, umur 20-an lah. Pada fase quarter life crisis, seseorang akan banyak membandingkan diri dengan orang lain, mau itu persoalan karir, keuangan, keluarga atau pun asmara. Tak jarang juga ada banyak yang memilih untuk mengisolasi diri dari lingkungan karena merasa ‘malu’. Merasa gagal dan tidak bisa seperti kebanyakan orang seusianya yang terlihat berhasil dan sukses.

Pada dasarnya memang masalah itu nggak akan pernah ada habisnya, Sob. Kalau nggak mau ada masalah ya namanya bukan hidup, tinggal kuat atau tidaknya aja menghadapi masalah yang datang silih berganti. Kalau hidupmu terasa lancar jaya dan tidak pernah ada tantangan berarti ya kamu patut bersyukur. Karena saya pernah ada di posisi yang benar-benar kacau dalam hidup dan untuk keluar dari belenggu masalah itu tidaklah mudah.

Tetapi ada hal-hal yang kalau dipikir-pikir lagi bisa berpengaruh nyata terhadap proses pendewasaan diri. Termasuk cara yang saya lakukan saat beban hidup semakin terasa berat dan butuh motivasi diri agar bisa tetap stay focus and not getting insane.

Baca Juga:  Pentingnya Alokasi Pos Dana untuk Psikolog, Bukan Berarti Kamu Gila Kok!

Ingat-ingat lagi alasanmu untuk memulai segala sesuatunya dahulu

Setiap perjuangan dan cita-cita berawal dari sebuah keinginan dan mimpi yang ingin diwujudkan. Namun pada prosesnya tidak semudah dan selancar yang dibayangkan dulu. Terkadang kenyataan membuat kita yang sedang berjuang menjadi lemah dan mulai menyerah. Ada banyak kerikil tajam yang membuat jatuh dan terluka sampai babak belur.

Jika ini sedang terjadi, ingatlah kembali apa cita-cita besar yang ingin kamu wujudkan, kebahagiaan seperti apa yang ingin gapai dan sebagainya. Apa alasan terbesarmu memulai segala sesuatu yang sedang kamu lakukan dan siapa orang yang akan kamu bahagiakan serta ingatlah mengapa kamu memulainya dulu. Fokus pada tujuan akhir yang ingin dicapai sekalipun prosesnya berat. Akan ada hasil yang manis dari setiap perjuangan berat yang dilalui.

Rehatlah sejenak, tenangkan diri dan pergilah berlibur

Kamu hanya butuh untuk menenangkan pikiran dan tidak memikirkan hal-hal yang semakin membebani pikiran. Cobalah untuk rehat sejenak, seperti berlibur atau menyendiri dari orang-orang sekitarmu. Nggak perlu jauh-jauh, mana lagi ada pandemik ya kan? Naik motor keliling kota juga udah paling pas. Kamu hanya butuh mengisi ulang semangatmu dan ketika pikiran telah fokus dan sedikit santai, kamu bisa kembali ke rutinitas. Terkadang yang memberi beban terbesar justru dari pikiran kita sendiri. Makanya Sob, jangan terlalu overthinking dan cobalah sedikit cuek. Quarter life crisis nggak sebercanda itu, jangan biarin pikiran sebercanda itu sama hidupmu.

Baca Juga:  Laporan Microsoft DCI Keliru, Netizen Indonesia Itu Cuma Baperan kok

Jangan membuka laman media sosialmu untuk sementara waktu

Ini itu penting banget sekalipun terlihat sepele. Sosial media itu nyatanya jadi alasan penting yang juga dapat membuat seseorang down, gelisah dan merasa hidupnya kacau. Karena apa? Ya karena terlalu sering membandingkan hidupmu dengan orang lain. Harus diingat bahwa apa yang kamu lihat di sosial media adalah yang tak ingin orang ketahui tentang dirinya.

Artinya, hanya postingan yang bahagia, sebuah pencapaian atau pun sesuatu yang membuatnya terlihat sangat hebatlah yang akan mereka posting. Seseorang tidak akan memposting sesuatu saat mereka terlihat menyedihkan, kesusahan atau sedang gagal. Jadi lebih baik tidak usah membuka laman media sosialmu agar kamu tidak merasa lebih terpuruk lagi.

Pergilah berjalan-jalan untuk melihat sekitarmu

Cara paling sederhana untuk bisa membuatmu lebih bersyukur dan kembali memiliki motivasi adalah dengan melihat orang yang berjuang lebih keras dari dirimu. Pandanglah orang-orang di luar sana yang bahkan tak seberuntung dirimu, namun mereka tetap berjuang untuk hidup.

Dalam hidup jangan selamanya memandang ke atas karena kamu akan sedikit merasa bersyukur. Tetapi lihatlah orang-orang yang bernasib lebih menyedihkan dari dirimu dan bahkan memiliki kesempatan yang lebih kecil dari dirimu. Jadilah seperti karang, tak peduli seberapa keras ombak menghantam tetapi ia tetap tegar di tengah lautan.

Baca Juga:  Insecure dan Overthinking di Usia 20an

Rajinlah memberi kepada sesama

Percaya tidak percaya, semakin banyak kita memberi kepada sesama, maka kita akan merasa lebih bahagia. Kebahagiaan yang datang dari hati yang tulus dan ikhlas dalam memberi tak dapat diukur oleh apa pun. Melihat orang lain tersenyum bahagia atas apa yang telah kita lakukan sangatlah berarti. Cobalah untuk mulai memberi, jangan lihat dari seberapa banyak yang diberi tetapi dari seberapa tulus kamu dalam memberi. Setelah itu buktikan sendiri rasa bahagia dan kepuasan yang datang di hatimu.

Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan memberikanmu cobaan yang tak mampu untuk kamu lalui. Bertahanlah sebentar lagi, karena semua perjuangan akan terbalaskan nantinya.

BACA JUGA 5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Teman Sedang Curhat dan tulisan Nur Mar Atushsholihah Siregar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.