#3 Pasar Terban tidak kalah dengan Pasar Ngasem Jogja untuk berburu sarapan hangat
Bagi kalian yang tinggal atau menginap di area Jogja bagian utara, Pasar Terban adalah penyelamat kelaparan di pagi hari. Pasar yang berada di Jalan C. Simanjuntak ini mungkin bentuk fisik bangunannya tidak se-estetik Prawirotaman, tapi urusan rasa kuliner subuhnya boleh diadu.
Di sekitaran Pasar Terban, kamu bisa menemukan gudeg basah yang gurih, soto ayam kampung yang kuahnya bening menyegarkan, hingga bubur ayam yang porsinya bikin kenyang sampai siang. Pasar Terban adalah tipe pasar yang “jujur”. Mereka tidak peduli kamu turis atau bukan; harga yang dipasang adalah harga asli konsumsi masyarakat sekitar. Ke sini pagi-pagi naik motor adalah cara terbaik menikmati Jogja yang tenang sebelum jam kantoran dimulai.
#4 Pasar Kotagede menikmati kuliner legendaris di pasar tertua Jogja
Kalau kalian ingin ke pasar yang sarat dengan nilai sejarah, maka kamu salah alamat kalau belum pernah ke Pasar Kotagede. Ini adalah pasar tertua di Jogja yang sudah ada sejak zaman Mataram Islam. Berada di sini rasanya seperti melempar diri kita kembali ke masa lalu.
Kuliner wajib di sini tentu saja adalah kipo dan kue kembang waru, dua jajanan legendaris khas Kotagede yang manis dan legit. Selain itu, jamu gendong asli dan aneka lauk pauk tradisional di dalam pasar ini dijual dengan harga yang murahnya kadang bikin kita heran sendiri. “Ini penjualnya apa nggak rugi, ya?” ke Kotagede memang butuh sedikit usaha untuk berkendara ke arah timur kota, tapi setidaknya kamu terbebas dari jebakan macet total area Malioboro-Ngasem.
Pariwisata memang mengubah banyak hal, termasuk harga sepiring makanan di tempat yang sudah terlanjur viral. Pasar Ngasem tetaplah tempat yang bagus, tapi Jogja tidak melulu soal Ngasem.
Keempat pasar di atas adalah bukti bahwa denyut nadi kuliner Jogja yang asli, murah, dan ramah warga lokal itu masih hidup dan tersebar merata di sudut-sudut kota.
Jadi, buat kamu yang pengen merasakan soul Jogja yang sebenarnya tanpa harus emosi jiwa karena macet dan harga yang dinaikkan, cobalah melipir ke Kranggan, Prawirotaman, Terban, atau Kotagede. Selamat berburu kuliner!
Penulis: Ajie Prasetya
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Pasar Tradisional dengan Segala Keunikan Transaksi dan Interaksinya.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













