Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
8 Februari 2026
A A
4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudirman Central Business District atau SCBD adalah kawasan elit perkantoran yang terletak di Jakarta Selatan. Ketika masuk ke kawasan ini, yang terlihat tampak luar adalah peradaban modern yang semuanya serba tertata. Gedung megah pencakar langit, area yang bersih, kafe-kafe bonafid, serta lalu-lalang manusia berpakaian necis. Intinya ketika masuk ke kawasan ini, orang mungkin punya pikiran, “Gilaa, keren kali ya kalau saya kerja di sini.”

Soal SCBD ini, saya pernah menulisnya dari sisi dunia kerjanya yang punya unsur “gelap.” Tapi, rasa-rasanya, saya perlu uraikan lagi, hal lain yang sering digembar-gemborkan soal SCBD, nyatanya itu hanya klaim hiperbolis dan kebanyakan hanya kebohongan semata.

#1 Kerja di SCBD Jakarta itu serba efisien

Karena tampak luarnya yang begitu modern, SCBD Jakarta sering dipromosikan sebagai gambaran dari industri modern yang rapi dan efisien. Gedung tinggi, sistem akses kartu, lobby wangi, semuanya terukur. Padahal, ketika menjalani rutinitas pekerjaan di sana, yang ada adalah soal waktu tunggu dan jeda yang membengkak. Maksudnya adalah di sana banyak sekali kondisi yang membuat seseorang itu antri ketika ingin mendapatkan sebuah akses.

Situasi seperti menunggu di security check, bersabar terhadap lift yang penuh, menanti lift yang berhenti di tiap lantai karena semua orang punya nasib yang sama, menunggu kopi karena barista lagi kebanjiran pesanan, menunggu meeting dimulai karena orangnya masih di bawah, menunggu approval karena yang bisa approve lagi di meeting lain. Kenyataannya, SCBD membuat seseorang merasa sibuk, tapi sibuknya karena sibuk menunggu sehingga waktu jadi nggak efisien.

Pada akhirnya, situasi ini menciptakan semacam budaya manipulasi waktu. menatap HP sambil berdiri di lobby, jari pura-pura mengetik biar kelihatan produktif, atau menatap layar lift seperti lagi mengamati saham yang tidak bergerak.

#2 Paperless, modern, serba digital

Sekali lagi, dari luar, SCBD terlihat sebagai masa depan. Karyawannya menenteng laptop atau tab yang tipis, tanda tangan elektrik, dokumen disimpan di icloud, semuanya terkesan serba teknologi. Tapi, kenyataannya, penggunaan kertas itu masih masif. Masih ada tuh perintah, “Tolong print ya”. Tanda tangan pun masih basah. Fotokopi jadi sesuatu yang biasa.

Ada situasi yang kadang kala terkesan paradoks. Kita diminta mengisi form online, kemudian diminta print hasilnya, lalu diminta scan lagi untuk dikirim melalui e-mail. Lhaa? Maksudnyaa?

Kondisi itu pun terlihat bahwa digitalisasi yang terjadi bukan untuk meminimalisasi kerja tapi memindahkan beban itu ke karyawan yang statusnya lebih di bawah.

Baca Juga:

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

#3 Fleksibel karena bisa hybrid

SCBD adalah kawasan perkantoran yang sukses menjadikan kata hybrid menjadi sesuatu yang gak disukai oleh pekerjanya. Yah setidaknya itu yang saya ketahui dari beberapa keluhan kenalan saya yang bekerja di sana. Menurut mereka, penerapan kerja hybrid justru membuat mereka harus terjebak pada situasi fleksibilitas yang licik, yaitu tubuh boleh di rumah atau di manapun, tapi kepala wajib standby. Notifikasi jadi jam kerja kedua. Chat masuk malam hari dari atasan atau grup WA adalah sebuah panggilan untuk berdedikasi.

Batas antara kerja dan santai jadi kabur karena perangkat kerjanya pindah ke genggaman. Sebab laptop memang bisa dimatikan, tapi WhatsApp tidak pernah benar-benar dimatikan, kan? Pada kondisi ini, hybrid bukan lagi menawarkan work-life balance, tapi work-life blending yang ujungnya membuat hidup penuh dengan perasaan waswas, malas, dengan mulut menggerutu karena harus siap dipanggil kapan saja.

#4 Di SCBD Jakarta semua orang open-minded dan progresif

SCBD dipandang sebagai kawasan yang isinya orang-orang progresif. Yah kawasan modern dianggap seperti itu. Intinya concern terhadap well-being, diversity, mental health, sustainability, dan hal-hal yang terdengar maju lainnya. Padahal dalam praktiknya, banyak “KPI” lama yang masih mengakar secara diam-diam. Seleksi lingkungannya tidak secara frontal tapi lewat kalimat “cocok tidak cocok.” Cara bertutur, pilihan diksi, gaya berpakaian, bahkan aksen kadang jadi indikator yang dinilai tanpa pernah disinggung terang-terangan.

Ada orang yang terlihat sangat terbuka di LinkedIn, tapi begitu di kantor, ia punya semacam aturan tidak tertulis soal siapa yang pantas diajak nongkrong atau diskusi penting. Ada yang katanya mengedepankan inklusivitas, tapi tetap menganggap orang tertentu kurang representatif untuk ketemu klien, karena tidak sesuai tampilan profesional versi mereka. Progresifnya ada, tapi hanya soal hal-hal yang sifatnya cangkang luarnya saja. Ketika masuk lebih dalam, seseorang bisa jadi menemukan bahwa open-minded itu kadang cuma gaya bicara, bukan cara memperlakukan orang.

Beberapa hal di atas adalah anggapan yang tanpa sadar menjadi konsensus padahal sebenarnya gak sepenuhnya terjadi di lingkungan SCBD. Sebagaimana batman yang terlihat keren dan gagah di balik topeng, Tapi menyimpan kesedihan, amarah, dan kebengisan di sisi lainnya.

SCBD sama seperti Batman, gagah dan mewah dari jauh, penuh teknologi dari luar, tapi menyimpan sisi gelap yang banyak diabaikan oleh banyak orang. Bahkan oleh orang-orang di dalamnya yang sebetulnya sadar soal hal itu.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA  Di Jakarta, Semua Orang Wajib Jadi Pejuang: Jika Tak Kuat jadi Pejuang Commuter, Mesti Siap Jadi Pejuang Loker.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2026 oleh

Tags: Jakartajakarta selatanSCBD JakartaSudirman Central Business District
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Harga Tiket Konser di Jogja Terlalu Mahal (Pixabay)

Harga Tiket Konser di Jogja Terlalu Mahal, Mencekik Fans yang Cuma Ingin Melihat Pujaannya

13 November 2022
Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana. (Unsplash.com)

Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana

24 Juli 2022
Ngapain sih (Masih) Nekat Berlibur di Puncak Saat Libur Panjang? Udah Jelas-jelas Bakal Macet Nggak Ngotak, Masih Aja ke Sana puncak bogor

Warga Jakarta yang Pas-pasan Liburan Pasti ke Puncak Bogor karena Memang Nggak Ada Alternatif Lain

25 Agustus 2025
Jakarta Itu Menyebalkan dan Toxic, tapi Perantau Sulit Meninggalkannya Mojok.co

Jakarta Itu Menyebalkan dan Toxic, tapi Perantau Sulit Meninggalkannya

23 Mei 2025
Panduan Membedakan Blok M Plaza, Blok M Square, dan M Bloc Space bagi Kalian yang Masih Newbie di Jaksel Mojok.co

Panduan Membedakan Blok M Plaza, Blok M Square, dan M Bloc Space bagi Kalian yang Masih Newbie di Jaksel

27 Juli 2024
Kendaraan Plat F Lebih Beringas daripada Plat B Jabodetabek Mojok.co

Alasan Pengendara Plat F Jauh Lebih Brutal dan Ditakuti daripada Plat B di Jalanan Jabodetabek

2 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

27 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.