Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

Willyam B. Permana Purba oleh Willyam B. Permana Purba
21 Maret 2026
A A
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira sebagai orang Medan, makanan ekstrem itu bukan hal yang menakutkan bagi saya. Tapi semua berubah sebelum kenal swike

Sebagai mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang berasal dari Medan, saya tumbuh dengan rasa percaya diri yang agak berlebihan soal makanan. Sejak kecil, saya sudah terbiasa mendengar dan melihat langsung bagaimana sebagian orang di kota saya mengonsumsi ular, monyet, bahkan biawak tanpa banyak pertimbangan. Dari situ, saya merasa bahwa standar “ekstrem” dalam urusan makan sudah tidak ada lagi yang bisa mengejutkan saya.

Keyakinan itu saya bawa merantau ke Semarang tanpa banyak revisi. Dalam bayangan saya, makanan di Jawa Tengah cenderung “aman” dan tidak akan memberikan kejutan berarti. Saya pikir, paling mentok hanya beda rasa atau bumbu, bukan jenis hewan yang dikonsumsi.

Ternyata, hidup punya cara sendiri untuk menertawakan kesombongan seperti itu. Saya kenal swike dengan cara paling konyol, dan reaksi saya tidak sepadan dengan kesombongan saya.

Ajakan soto yang terlalu biasa

Semua bermula dari ajakan teman yang terdengar sangat wajar dan tidak mencurigakan sama sekali. “Ayo makan soto,” katanya, dengan nada santai yang tidak menyimpan tanda bahaya. Sebagai anak kos yang sering hidup di antara mi instan dan lauk seadanya, ajakan itu terasa seperti berkah kecil di tengah rutinitas.

Saya langsung mengiyakan tanpa banyak tanya. Tidak ada upaya klarifikasi, tidak ada rasa curiga, apalagi pikiran buruk. Soto bagi saya adalah zona nyaman yang tidak perlu dipertanyakan. Justru di situlah letak kesalahan saya, karena terlalu percaya bahwa semua soto diciptakan setara. Saya juga tidak mendapati tanda-tanda bahwa ini warung swike.

BACA JUGA: 4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

Sesampainya di warung, saya mulai menangkap beberapa hal yang terasa janggal. Mayoritas pembeli di sana adalah orang Tionghoa, yang membuat saya sedikit bertanya-tanya meskipun tidak terlalu saya pikirkan. Selain itu, harga sotonya jauh lebih mahal dibandingkan soto di sekitar kampus, bahkan bisa mencapai empat kali lipat.

Baca Juga:

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

Namun, saya tetap berusaha berpikir positif. Mungkin ini memang soto spesial dengan kualitas premium. Saya sempat membayangkan ayamnya dipelihara dengan standar tinggi atau bumbunya diracik dengan resep turun-temurun. Logika saya masih berusaha menenangkan kecurigaan yang sebenarnya sudah mulai muncul. Pengalaman ngakunya soto aslinya swike ini, bikin hidup saya berubah ke arah yang tidak saya pernah kira.

Mangkuk yang mengubah segalanya

Ketika soto itu datang, saya langsung merasa ada yang tidak beres. Kuahnya memang terlihat seperti soto pada umumnya, tetapi isi di dalamnya membuat saya berhenti sejenak. Dagingnya tampak sangat berotot dan bentuknya tidak seperti ayam yang biasa saya makan.

Yang paling mencurigakan adalah potongannya yang hanya berupa bagian kaki. Tidak ada bagian lain yang biasanya menjadi ciri khas ayam seperti dada atau sayap. Saya mulai menyadari bahwa ini bukan sekadar variasi soto biasa. Ada sesuatu yang sedang disembunyikan di balik kuah itu.

Dengan perasaan yang campur aduk, saya akhirnya memberanikan diri bertanya kepada teman saya. Jawaban yang saya terima sangat singkat, tetapi cukup untuk membuat dunia saya berubah seketika. Soto itu ternyata adalah swike, atau dalam bahasa yang lebih jujur, katak.

Di titik itu, saya langsung membayangkan katak yang selama ini saya kenal sebagai hewan yang hidup di tempat lembap dan sering melompat di sekitar selokan. Rasa mual mulai muncul, disertai keinginan untuk berhenti makan. Namun, situasi tidak berpihak kepada saya karena makanan itu sudah terlanjur disajikan dan bahkan sudah dibayari.

Gengsi, tapi terpaksa menghabiskan swike karena menghargai

Saya berada di posisi yang serba salah. Di satu sisi, saya merasa jijik dan tidak siap menerima kenyataan bahwa saya sedang makan katak. Di sisi lain, saya tidak ingin terlihat lemah, apalagi dengan latar belakang saya sebagai orang Medan yang sering dianggap tidak pilih-pilih soal makanan.

Akhirnya, saya memilih untuk tetap menghabiskan swike tersebut. Setiap suapan terasa seperti kompromi antara gengsi dan kenyataan. Walaupun saya tidak benar-benar menikmati rasanya, saya tetap menyelesaikannya sebagai bentuk menghargai teman yang sudah mentraktir.

Pengalaman itu membuat saya belajar bahwa tidak semua hal bisa dinilai dari penampilan atau namanya saja. Sejak saat itu, saya menjadi lebih berhati-hati setiap kali menerima ajakan makan. Karena saya sadar, terkadang kejutan terbesar dalam hidup datang dari sesuatu yang terlihat paling biasa, seperti semangkuk soto.

Penulis: Willyam B. Permana Purba
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2026 oleh

Tags: katakmakanan khas jawa tengahmakanan khas semarangswike
Willyam B. Permana Purba

Willyam B. Permana Purba

Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Negeri Semarang.

ArtikelTerkait

orang dewasa

Kenapa sih, Orang Dewasa Suka Sekali Menakut-nakuti Anak Kecil?

12 Agustus 2019
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan 

23 Desember 2025
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
Ayam Geprek, Makanan Khas Jogja Sukses Menginvasi Semarang (Unsplash)

Makanan Khas Semarang Kini Menjiplak Warisan Kuliner Khas Jogja: Ayam Geprek

7 Agustus 2023
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.