Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

4 Hal Penting yang Kadang Diabaikan oleh Barista

Agus Dhiki Saputra oleh Agus Dhiki Saputra
24 April 2022
A A
4 Hal Penting yang Kadang Diabaikan oleh Barista Terminal Mojok

4 Hal Penting yang Kadang Diabaikan oleh Barista (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Semula barista adalah julukan bagi profesi pembuat minuman kopi. Kini pengertian tersebut meluas. Tidak hanya bagi pembuat kopi, tapi juga berlaku untuk pembuat minuman jenis lainnya. Sebab, banyak kafe, bar, atau kedai yang tidak hanya menyajikan kopi, namun juga menyajikan varian minuman lainnya seperti varian teh, susu, atau bahkan minuman bersoda.

Nah, untuk kalian yang sering mengunjungi tempat-tempat tersebut, coba perhatikan baik-baik baristanya. Mulai dari penampilan, cara membuat minuman, hingga cara menyajikan. Sebab, tidak sedikit barista yang berpenampilan dan bekerja semaunya tanpa memedulikan risikonya terhadap pelanggan.

#1 Penutup kepala

Seorang barista sudah seharusnya menggunakan penutup kepala. Baik itu topi, kerudung bagi perempuan muslimah, atau yang sejenisnya. Fungsi dari penutup kepala ini bertujuan agar rambut tidak jatuh ke minuman yang hendak disajikan untuk pelanggan. Sekalipun rambut yang jatuh itu ketahuan lalu diambil, tetap saja jorok. Belum lagi kalau—maaf—kepalanya berketombe atau mungkin ada kutunya. Aduh!

Barista memakai masker (Shutterstock.com)

#2 Masker atau pelindung wajah

Masker digunakan tidak hanya di masa pandemi, barista harus tetap memakainya saat bekerja sekalipun sudah tidak pandemi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya air liur ke dalam minuman. Karena bisa saja ketika sedang membuat minuman, tiba-tiba baristanya bersin. Mungkin bersinnya tidak mengarah ke minuman, tapi ke samping atau sambil membalikkan badan. Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa virus yang keluar dari mulutnya itu tidak akan terbawa oleh udara dan ndilalah mengarah ke minuman. Hayo!

Apalagi kalau baristanya sedang flu. Sudah, tak perlu dibayangkan, nanti malah jijik sendiri. Kalau baristanya merasa kesulitan bernapas jika mengenakan masker, ya pakai face shield. Seperti bunyi pepatah yang sedikit dimodifikasi: sedia payung sebelum hujan, kalau tidak ada payung, ya pakai jas hujan, dong.

#3 Kebersihan

Kebersihan merupakan bagian penting dari pelayanan. Bukan hanya kebersihan tempat serta meja bar, namun atribut yang digunakan oleh barista pun perlu diperhatikan. Contohnya adalah apron yang kerap dipakai oleh barista.

Kita semua tentu tahu fungsi apron, yaitu untuk melindungi pakaian bagian depan agar tidak terkena cipratan minuman yang sedang dibuat. Tapi tolong, Mas, lindungi juga mata pelanggan dari pandangan-pandangan yang kurang sedap dilihat. Masa—maaf—apron sudah dekil masih dipakai juga? Dicuci, dong, atau ganti yang baru.

Pakai apron yang bersih (Shutterstock.com)

Bukan apa-apa, kalau apronnya lusuh dan kotor, para pelanggan bisa berpikir yang aneh-aneh. “Ih, apronnya kotor, jangan-jangan bikin minumannya juga ngasal, gelasnya kotor juga kayaknya dia nggak peduli deh, asal dituang aja kali tuh minuman.” Nah, lho, pasti kurang nyaman kan kalau dibilang begitu.

Baca Juga:

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

#4 Penggunaan alat yang tidak semestinya

Berikutnya terkait alat-alat yang digunakan oleh barista untuk membuat minuman bagi para pelanggan. Sebut saja satu, yaitu sendok yang digunakan untuk mengaduk minuman. Memang jumlah sendok yang digunakan tidak sebanding dengan jumlah produk minuman yang tersedia. Anggap saja produk minuman yang tersedia berjumlah belasan atau bahkan puluhan. Maka sendok yang digunakan untuk mengaduk minuman tersebut kemungkinan besar hanya berjumlah satuan. Paling banyak lima kalau saya tidak keliru menebak.

Tapi bukan itu persoalannya. Yang jadi masalah adalah satu sendok digunakan untuk mengaduk satu minuman dengan jenis minuman lainnya yang berbeda tanpa dicuci terlebih dahulu. Saya tidak sedang melebih-lebihkan atau bahkan mengada-ada. Ini nyata. Saya pernah menyaksikannya sendiri. Entah karena baristanya malas mencuci, tidak sempat karena situasi kedai terlampau ramai, atau air keran sedang mati, saya tak tahu pasti. Ingin hati ini mengingatkan, tapi kondisi tidak memungkinkan. Yah, mosok saya harus teriak-teriak atau masuk ke dalam untuk mengingatkan?

Sendoknya satu, dipakai untuk mengaduk berbagai minuman (Shutterstock.com)

Barangkali barista tersebut beranggapan bahwa tidak ada yang memperhatikannya. Tapi lidah yang peka mampu merasakan perbedaanya. Semisal, sendok bekas mengaduk kopi langsung dipakai mengaduk lemon tea. Warnanya memang sama-sama gelap, tapi rasanya kontras. Kalau minuman itu dibikin untuk diminum sendiri, ya silakan. Tapi kalau untuk orang lain yang sudah membeli, ya jangan gitu lah.

Demikian empat hal penting yang kerap diabaikan oleh barista. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti itu. Kalaupun ada, mungkin dia khilaf, cukup ingatkan dengan baik-baik. Dan teruntuk mas-mas atau mbak-mbak barista yang membaca tulisan ini, mohon dijaga SOP beserta empat poin penting di atas, ya. Jika masih tetap abai, hati-hati, nanti banyak pelanggan yang lari. Omzet jadi turun, karier pun tak aman. Yuk, bisa, yuk!

Penulis: Agus Dhiki Saputra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mahalnya Kopi di Starbucks Nggak Ada Apa-apanya Dibandingkan % Arabica.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 April 2022 oleh

Tags: baristakafeKedai Kopi
Agus Dhiki Saputra

Agus Dhiki Saputra

Alumnus UIN SGD Bandung. Tukang es yang mengisi waktu senggangnya dengan membaca dan menulis"

ArtikelTerkait

Kafe di Malang Udah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

Kafe di Malang Sudah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

30 Agustus 2023
sophie arwah noni belanda mojok

Sophie, Arwah Noni Belanda yang Setia Menemani Saya Jaga Malam di Kedai Kopi

24 Oktober 2020

Saya Ikut Sedih Saat Kafe Dixie Jogja Akan Tutup, Meski Saya Belum Pernah ke Sana

6 Mei 2021
Para Kreator Konten, Please, Kafe di Dalam Gang Itu Bukan Hidden Gem! hidden gem adalah

Para Kreator Konten, Please, Kafe di Dalam Gang Itu Bukan Hidden Gem!

27 November 2023
Cafe Hidden Gem Jogja Meresahkan Warga Kampung, Jalanan Jadi Padat dan Berisik Mojok.co

Cafe Hidden Gem Jogja Meresahkan Warga Kampung, Jalanan Jadi Padat dan Berisik

20 April 2024
5 Kafe Ramah Anak di Jogja

5 Kafe Ramah Anak di Jogja

24 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.