Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

4 Hal Jadi Mahasiswa UNY Itu Nggak Enak

Yafi' Alfita oleh Yafi' Alfita
10 Desember 2021
A A
4 Hal Jadi Mahasiswa UNY Itu Nggak Enak terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Tiga tahun sudah saya berstatus sebagai mahasiswa UNY. Sudah banyak suka dan duka yang saya alami di sini. Walaupun selama kuliah saya terlihat seperti mahasiswa nolep yang suka bobok cantik di MASMUJA (Masjid Al Mujahidin UNY), tapi saya berhasil menemukan hal-hal plot twist selama kuliah di sini.

Awal masuk UNY saya membayangkan kuliah di sini bakal mempertemukan saya dengan teman yang fafifu wasweswos. Terlebih saya masuk jurusan Sastra Inggris yang biasa dicap keminggris dan Jaksel abiezt. Namun, ternyata saya salah. Jebul UNY di mata saya bagai sarang mahasiswa nolep dan wibu yang berkumpul menjadi satu. Walau begitu, mereka tetap mahasiwa yang saya cintai dan saya banggakan.

Berbicara tentang kuliah, bagi saya jelas lebih banyak nggak enaknya. Nggak tahu kalau yang ditanya Jerome Polin sama Maudy Ayunda. Tapi, sayangnya mereka berdua nggak kuliah di UNY. Jadi nggak tahu gimana nggak enaknya jadi mahasiswa UNY. Walaupun nggak enaknya kuliah di UNY ini ada banyak, tapi kali ini saya hanya akan menyebutkan empat. Silakan dinikmati.

#1 Sering ketuker sama UMY karena orang-orang tahunya cuma IKIP!

Ha mbok tenan. Sudah nggak terhitung berapa kali orang salah sangka UNY dengan UMY. Saking gemesnya saya kala mereka bilang, “Oh, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta?” Saya jadi kebiasaan menjawab, “Bukan. Yang N! NU!”

Belum lagi saat Lebaran tiba. Kala menyebutkan saya berkuliah di UNY, bude-bude dan simbah-simbah saya banyak yang nggak tahu apa itu UNY. Jika sudah seperti itu saya bakal mengeluarkan jurus, “IKIP, Mbah. IKIP.” Dengan begitu tak perlu waktu lama bagi mereka untuk paham universitas mana yang saya maksud.

#2 Dianggap mahasiswa buangan UGM

Statemen ini sungguh melukai hati saya lantaran memang benar adanya. Ya gimana, ya. Kalau saja dulu saya keterima di UGM, saya juga bakal pilih di sana, sih. Namun meski begitu, saya sangat bersyukur dapat berkuliah di UNY. Lha gimana? Jebul di UNY banyak juga teman seperjuangan yang masuk UNY gara-gara nggak keterima di UGM. Sad~

Tak hanya karena tak lolos di UGM, banyak juga yang masuk UNY lantaran nggak betah di UGM. Ealah, ealah. Dunia memang sangat lucu. Tapi, tepat juga sih pindah ke UNY. Sebab dengan begitu, mereka nggak perlu repot-repot cari kos lagi lantaran jarak antara UGM dan UNY hanya sepelemparan batu saja.

#3 Lulusannya diyakini pasti mau jadi guru

Anggapan ini menyebalkan sekali. Apalagi bagi mahasiswa seperti saya yang nggak mengambil jurusan pendidikan. Kami harus berkali-kali menegaskan bahwa jurusan kami ini murni. Iya, murni. Ya bukan berarti jurusan yang lain jadi oplosan, sih.

Baca Juga:

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Pun, saya yakin yang mengalami ini tak hanya mahasiswa UNY. Mahasiswa UNS, UNNES, dll yang dulunya IKIP pasti bakal relate. Tapi, masih mending sih kalau lulus dari UNY dikira mau jadi guru. Lha, daripada ditanya, “Lulus nanti mau jadi apa?” Ntar malah saya jawab, “Prok Prok Prok” lagi.

#4 Lokasi yang dekat dengan Pertigaan Colombo

Memiliki kampus yang dekat dengan Pertigaan Colombo adalah privilese tersendiri bagi saya. Terlebih pada saat Aksi Gejayan Memanggil yang berlokasi di sana. Saya tinggal bolos kuliah dan jalan kaki sedikit untuk sampai ke Pertigaan Colombo. Saya juga nggak perlu mengkhawatirkan motor karena sudah saya titipkan di parkiran kampus. Enak, bukan?

Namun selain privilese tersebut, memiliki kampus yang dekat dengan Pertigaan Colombo juga ada nggak enaknya. Apalagi kalau bukan keberadaan polisi di Pertigaan Colombo yang jelinya seperti memiliki mata elang. Saya dan teman-teman saya langganan kena tilang di situ. Bersyukurnya, kuliah yang diganti dengan tatap maya ini membuat kami hemat pengeluaran bagian tilang. All hail, Polisi Colombo.

Sumber Gambar: Akun Instagram UNY Yogyakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2021 oleh

Tags: KampusMahasiswapilihan redaksiUNYYogyakarta
Yafi' Alfita

Yafi' Alfita

Generasi muda Indonesia yang suka install-uninstall Tinder, nggak tahu karena apa.

ArtikelTerkait

Gang 41 Ngaliyan Semarang, Gang Sempit yang Jadi Pintu Doraemon Mahasiswa UIN Walisongo

Gang 41 Ngaliyan Semarang, Gang Sempit yang Jadi Pintu Doraemon Mahasiswa UIN Walisongo

2 November 2023
Pengalaman Naik Bus Bukittinggi-Jakarta Buktikan Hanya 3 Kriteria Ini yang Cocok Jadi Penumpangnya terminal mojok

Pengalaman Naik Bus Bukittinggi-Jakarta Buktikan Hanya 3 Kriteria Ini yang Cocok Jadi Penumpangnya

28 Oktober 2021
Bawah Flyover Jombor, Tempat yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan terminal jombor

Bawah Flyover Jombor, Tempat yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

1 April 2023
Budaya di FBSB UNY: Sekadar Tambahan Nama atau Beneran Punya Makna?

Budaya di FBSB UNY: Sekadar Tambahan Nama atau Beneran Punya Makna?

9 April 2025
Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

26 Mei 2025
Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Gelar Aktivis Bukan Buat Gaya-Gayaan

12 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Anggapan Solo Serba Murah Mulai Terasa Seperti Dongeng, Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti

11 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026
Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

7 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku
  • Lulusan S2 Jogja Ogah Menerima Tawaran Jadi Dosen, Mending Ngajar Anak SD di Surabaya: Gambaran Busuk Dunia Pendidikan Indonesia
  • Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi
  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa
  • Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.