Angkringan sekarang sudah semakin menjamur. Bukan hanya di daerah Jawa Tengah, Jogja, dan sekitarnya. Kini, tempat makan tersebut sudah lebih modern dan banyak perubahannya.
Namun, meskipun begitu, angkringan otentik dengan tenda biru remang-remang itu tetap jadi primadona dan andalan. Memilih juga harus cermat, soalnya kadang rasanya tidak sesuai harapan. Berikut ini 4 ciri yang menunjukkan kalau pilihanmu sudah pasti enak.
BACA JUGA: Tour d’Angkringan: Melihat Realita dan Belajar Ilmu Ikhlas dari Tenda Lusuh Angkringan di Jogja
#1 Wedang jahe kunci utama angkringan
Ciri pertama yang menandakan angkringan tersebut worth it dan enak adalah dengan memesan wedang jahe terlebih dahulu. Kalau wedang jahenya enak, biasanya, minuman lainnya juga enak. Apalagi makanannya.
Soalnya, meracik wedang jahe menjadi hidangan yang pas dan khas itu nggak gampang. Bahkan, menurut saya, sedikit lebih rumit ketimbang bikin olahan teh. Jadi, sejauh pengalaman saya, kalau wedang jahe atau susu jahenya nggak enak udah pasti minuman lain juga terasa kurang.
#2 Masih pakai anglo atau arang yang bisa buat makanan tambah sedap
Ciri kedua jika angkringan tersebut masih pake anglo atau arang pasti sedap masakannya. Bukan berasal dari bumbunya tapi dari aroma alami smokey yang dikeluarkan oleh arangnya bikin makanan enak banget.
Apalagi kalau pas bakar makanannya, tambah wangi dan enak karena terkena arang. Bagi saya, ini sebuah keistimewaan.
#3 Baceman enak, khususnya tahu bacem
Ciri ketiga dari angkringan yang enak bisa kita lihat dari bacem. Mulai dari tahu, tempe, ceker, sampai kepala ayam. Kalau yang punya angkringan bisa memasak bacem sampai taraf enak, rata-rata sayur yang mereka masak biasanya oke.
Memasak bacem itu sulit dan butuh waktu panjang. Selain itu, butuh bumbu yang beragam dan perlu keahlian khusus supaya masakan itu meresap.
BACA JUGA: 5 Menu Angkringan Jogja yang Membahayakan Pembeli, Jangan Lengah meski Murah!
#4 Penjual angkringan yang ramah dan pintar cari topik obrolan
Ciri terakhir bukan soal makanan, tapi siapa penjualnya. Ini memang pendapat pribadi, tapi menurut saya, angkringan itu bukan hanya jualan makanan.
Yang membuat angkringan istimewa adalah cerita yang lahir di tengah dinamika menikmati makanan. Dan di sini, posisi penjual yang ramah dan pintar mencari topik obrolan, jadi lebih istimewa.
Penjualnya yang ramah dan bisa diajak ngobrol apa saja pasti bikin pembeli jadi betah. Kalau saya, sih, bakalan balik ke sana lagi. Kalau penjualnya cuek kadang bikin nggak nyaman.
Angkringan bukan hanya tempat makan tapi juga simbol sosial. Harganya terjangkau dan merakyat banget. Di tengahnya bukan hanya sajian enak, tapi juga obrolan hangat.
Penulis: Wulan Maulina
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA 5 Angkringan Jogja yang Perlu Dihindari biar Nggak Menyesal
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















