Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Kuliner Pakistan yang Nggak Cocok di Lidah Orang Indonesia

Ibnu Fikri Ghozali oleh Ibnu Fikri Ghozali
18 Januari 2025
A A
3 Kuliner Pakistan yang Nggak Cocok di Lidah Orang Indonesia Mojok.co

3 Kuliner Pakistan yang Nggak Cocok di Lidah Orang Indonesia (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya senang mencicipi kuliner dari berbagai negara. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah mencicipi kuliner Pakistan selama kurang lebih 5 tahun kuliah di sana. Negara yang masuk dalam kawasan Asia Selatan itu punya kuliner dengan cita rasa rempah-rempah yang kuat. Walau sudah sering mencicipi makanan Indonesia yang juga punya cita rasa rempah-rempah, makanan Pakistan benar-benar berbeda. Kuliner negeri Permata Timur itu lebih tajam dan kuat dari sisi rasa, begitu pula dari segi teksturnya. 

Jujur saja, di antara banyak jenis makanan yang pernah saya cicipi, ada beberapa makanan Pakistan yang tidak kunjung cocok di lidah saya. Ketiga makanan itu adalah haleem, paya, dan golgappa. Saya yakin ada banyak orang Indonesia lain atau pendatang di Pakistan lain yang merasakan pengalaman serupa. 

ADVERTISEMENT

Selalu ada haleem saat Ramadan

Haleem adalah kuliner Pakistan yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan. Makanan ini merupakan campuran gandum, lentil, dan daging yang dimasak lama hingga menghasilkan tekstur kental seperti bubur. Rempah-rempah seperti kapulaga, kunyit, dan jahe memberikan rasa yang dalam dan kompleks. Bagi penduduk Pakistan, ini adalah comfort food yang kaya akan gizi dan cocok untuk berbuka puasa.

Akan tetapi, bagi wisatawan yang tidak terbiasa dengan makanan bertekstur kental dan rempah yang dominan, Haleem bisa terasa agak berat. Teksturnya yang seperti bubur yang terbuat dari campuran daging dan gandum bisa terasa “liat” dan sulit dikunyah. Apalagi dengan rasa rempah yang sangat kuat, Haleem mungkin terasa seperti tantangan bagi mereka yang lebih suka rasa yang lebih ringan dan segar.

Bagi wisatawan yang datang dari negara-negara dengan masakan yang lebih sederhana, seperti makanan Barat atau Asia Tenggara, Haleem bisa sangat asing. Mungkin hidangan ini lebih cocok dinikmati oleh mereka yang sudah terbiasa dengan masakan India atau Timur Tengah, di mana rempah-rempah kuat dan tekstur kental menjadi ciri khas.

Paya, kuliner Pakistan yang terbuat dari kaki kambing atau sapi

Paya adalah hidangan tradisional yang sangat khas di Pakistan. Makanan ini terbuat dari kaki kambing atau sapi yang dimasak dengan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, ketumbar, dan lada hitam. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam untuk menghasilkan kuah kental yang kaya rasa. Hidangan ini sering disajikan saat acara-acara besar, seperti pernikahan atau perayaan tertentu, dan merupakan makanan yang sangat dihargai oleh masyarakat lokal.

Bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan bagian tubuh hewan seperti kaki kambing, kuliner ini bisa terasa sangat aneh. Teksturnya yang kenyal dan berlemak bisa membuat banyak orang merasa tidak nyaman. Ditambah lagi, aroma khas dari kaki kambing yang dimasak dengan rempah sangat kuat, dan bisa terasa tidak sedap bagi mereka yang tidak terbiasa. Rasa dan aroma yang kuat dari daging kaki kambing sering kali menjadi tantangan besar untuk mereka yang baru pertama kali mencoba.

Golgappa dengan cita rasa pedas-asam yang mengejutkan

Golgappa adalah salah satu camilan paling populer di Pakistan. Di India, makanan ini lebih dikenal dengan nama panipuri. Hidangan ini berbentuk bola kecil yang terbuat dari tepung. Golgappa punya tekstur renyah di luar dan berisi kentang rebus, kacang-kacangan, serta air rempah yang sangat pedas dan asam. Di jalanan Pakistan, Golgappa dijajakan oleh pedagang kaki lima, dan ini adalah camilan favorit yang sering disantap oleh banyak orang sebagai penghilang lapar ringan.

Baca Juga:

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Bagi wisatawan atau pendatang yang tidak terbiasa dengan rasa pedas-asam yang kuat, akan kesulitan mencicipi panganan ini. Rasa air rempahnya yang penuh dengan bumbu seperti cabai, mint, dan tamarind bisa sangat mengganggu. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai kebersihan saat membeli di warung pinggir jalan, yang dapat menambah ketidaknyamanan bagi wisatawan yang terbiasa dengan standar kebersihan yang lebih tinggi.

Kuliner Pakistan memang kaya rasa yang khas. Namun, bagi pendatang atau wisatawan yang belum terbiasa kekhasan itu justru jadi tantangan tersendiri, apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa dengan rasa rempah-rempah yang kuat. Itu mengapa wisatawan atau pendatang di Pakistan sebaiknya mempertimbangkan ulang makanan yang ingin dicicipi. Tiga makanan di atas punya cita rasa yang sangat unik, itu mengapa lebih baik dihindari atau setidaknya jangan memasang ekspektasi ketinggian daripada kecewa. 

Penulis: Ibnu Fikri Ghozali
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Culture Shock Kuliah di Pakistan, Mahasiswa Sering Demo dan Kelas Sering Kosong 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2025 oleh

Tags: golgappahaleemKulinerkuliner pakistanmakanan pakistab.pakistanpaya
Ibnu Fikri Ghozali

Ibnu Fikri Ghozali

Mahasiswa S2 di Thailand yang gemar menjelajah tempat-tempat baru.

ArtikelTerkait

Keuntungan Tinggal di Seturan: Nggak Pusing Ngasih Rekomendasi Kuliner Dekat Rumah! (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Keuntungan Tinggal di Seturan: Nggak Pusing Ngasih Rekomendasi Kuliner Dekat Rumah!

10 Oktober 2022
4 Kuliner Jogja yang Lebih Nikmat kalau Disantap Langsung di Warungnya Mojok.co

4 Kuliner Jogja yang Lebih Nikmat kalau Disantap Langsung di Warungnya

21 November 2024
3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

13 Februari 2026
5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026
nasi uduk betawi

Nasi Uduk: Kuliner Identitas Budaya Betawi dan Penyelamat Kelas Pekerja

25 Oktober 2021
5 Kuliner Tulungagung yang Sulit Dijumpai di Daerah Lain, sekalipun Ada Rasanya Beda Mojok.co

5 Kuliner Tulungagung yang Sulit Dijumpai di Daerah Lain, sekalipun Ada Rasanya Beda

9 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.