Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Sisi Positif India: Gudang Ilmuwan dan Tutor Terbaik di Dunia Maya

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
28 Desember 2022
A A
Sisi Positif India: Gudang Ilmuwan dan Tutor Terbaik di Dunia Maya

Sisi Positif India: Gudang Ilmuwan dan Tutor Terbaik di Dunia Maya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat masih duduk di bangku SD, saya mengenal India sebagai negara yang memiliki Taj Mahal yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan aktor Shah Rukh Khan yang sering saya saksikan di televisi. Namun, sejak kenal internet, persepsi dan pengetahuan saya terhadap India berubah.

Konten-konten yang dapat dengan mudah saya temukan di internet dan media sosial terus menunjukkan sisi buruk India. Sisi negatif mereka terus terekspos, sementara sisi positifnya sulit ditemukan. Sekarang India malah identik dengan hal-hal yang buruk, seperti pengolahan makanan yang jorok, overpopulasi, kemacetan, kekerasan dan persekusi, hingga kriminalitas tinggi.

Selain itu, negara-negara tetangga yang sedang berkonflik dengan India, seperti Pakistan dan Bangladesh juga kerap membuat konten yang ikut menjelek-jelekkan India. Warga +62 juga nggak jarang ikut memperkeruh kondisi ini. Warganet Indonesia sering menjuluki warga India sebagai warga Vrindavan dan seakan memusuhi negara tersebut hanya karena nonton konten dari YouTube.

Padahal ya, negara tersebut juga punya sisi positif. Pemerintahnya mengklaim bahwa India adalah negara pilihan pertama investor dari seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi mereka yang dibilang sangat pesat menjadi alasannya. Tapi saya nggak akan bahas itu. Ada empat sisi positif India yang jauh lebih real dan bukan hasil sugar-coating. Berikut ini contohnya.

#1 Banyak ilmuwan dan orang cerdas

India punya banyak anak bangsa yang pandainya kebangetan. Banyak dari mereka yang akhirnya berkarier di perusahaan-perusahaan besar dan terpandang. Sebut saja Satya Nadella, CEO Microsoft, dan Sundar Pichai CEO Google. Keduanya adalah keturunan India yang sekarang bekerja di perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat.

Contoh lain yang mungkin lebih relatable adalah tutor-tutor IT yang ngasih ilmu secara gratis. Coba deh cari tutorial yang berkaitan dengan IT di YouTube atau daftar free class di Udemy, pasti kamu akan ketemu dengan tutor dari India. Dijamin deh kalau kamu nonton tutorialnya dari awal sampai akhir, kamu pasti bakal hafal aksen bahasa Inggris mereka yang begitu khas. Jadi, nggak usah kebanyakan ngejek warga +91 deh. Tanpa mereka kamu nggak akan bisa benerin laptop atau dapet crack-an Corel Draw.

#2 Punya sejarah yang sangat berkaitan dengan dunia

Kalau memperhatikan guru selama di kelas dalam mata pelajaran IPS dan sejarah, kamu pasti paham bahwa peradaban kuno dan sejarah dari India memegang peran krusial. Peran penting ini nggak hanya bagi negaranya sendiri, tapi juga berimbas pada negara lain. Misalnya nih, persebaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia disebut berasal dari India. Budaya-budaya di Nusantara juga sedikit banyak dipengaruhi oleh unsur budaya India, lho.

Selain itu, pemikiran orang-orang India pada masanya juga jauh lebih maju daripada sebagian negara di dunia. Kamu tahu nggak kalau sebenarnya kampus tertua itu ada di India? Bukan Bologna University, Oxford University, maupun Cambridge University. Kampus tertua di dunia adalah Nalanda University dan ini India punya.

Baca Juga:

Suzuki Fronx Versi Indonesia: Jauh Melampaui India, Negara yang Jadi “Anak Emas” Suzuki

Maaf Indonesia, India Juga Mungkin Ogah Disamain Sama Negaramu

#3 Tingkat perceraian rendah

Angka perceraian di India tergolong rendah, karena hanya terjadi pada satu persen dari keseluruhan populasi pasangan yang sudah menikah di sana. Menikah dianggap sangat serius dan tidak diperbolehkan main-main. Menikah adalah momen di mana pasangan berjanji untuk sehidup semati.

Perceraian dianggap mencoreng kesakralan pernikahan. Maka nggak jarang orang yang bercerai lantas mendapat label buruk dari masyarakat. Buat orang zaman now mungkin sanksi sosial ini kejam dan nggak memihak pada individu yang terluka karena sebuah pernikahan. Tapi dengan institusi sosial pernikahan, sangat sedikit orang yang menganggap pernikahan sebagai ajang coba-coba atau main-main. Hasilnya, di India nggak ada selebriti yang kawin-cerai lebih dari dua puluh kali, kan?

#4 Harga buku murah

Bagi bibliophile dan mahasiswa, fakta ini mungkin bikin iri sekaligus pengin. Di India, harga buku terbilang sangat terjangkau. Buku-buku, baik yang ditulis oleh ilmuwan keturunan India maupun buku impor, harganya rata-rata hanya Rp40 ribu. Harga buku yang murah bisa menjadi penyebab banyaknya orang cerdas dari India. Sebab, mereka bisa mendapat banyak ilmu tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Berbeda sekali dengan di Indonesia yang cenderung susah untuk bisa mendapatkan buku, khususnya referensi kuliah, dengan harga murah. Buku metode penelitian berbahasa Inggris yang ori saja harganya bisa jutaan rupiah. Mungkin ini bisa menjadi salah satu penyebab maraknya pembajakan buku, baik dalam bentuk buku fisik maupun e-book, di Indonesia.

Meskipun India sering diidentikkan dengan hal-hal yang buruk dan jorok, pasti tetap ada sisi positifnya. Nggak mungkin lah suatu negara isinya penuh keburukan semua. Kalau begitu mana ada warganya yang kerasan di sana. Bisa-bisa terjadi emigrasi besar-besaran.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Orang India Menjelaskan Alasan Mereka Jago Bikin Tutorial di YouTube

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2022 oleh

Tags: ilmuwanIndiaITnalanda universitytaj mahal
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

yang kupelajari setelah ratusan jam menonton sinetron india di antv mojok.co

Setelah Ratusan Jam Nonton Sinetron India, Ada 5 Hal yang Baru Aku Tahu

5 September 2020
8 Hal Klise yang Sering Muncul di Film Bollywood

8 Hal Klise yang Sering Muncul di Film Bollywood

28 Juni 2023
Ma’ruf Amin Mau Ajarkan India Soal Toleransi, Itu Ahmadiyah Apa Kabarnya Pak?

Ma’ruf Amin Mau Ajarkan India Soal Toleransi, Itu Ahmadiyah Apa Kabarnya Pak?

6 Maret 2020
Meski Dipandang Rendah, Ini 5 Alasan India Menarik untuk Dikunjungi Terminal Mojok

Meski Dipandang Rendah, Ini 5 Alasan India Menarik untuk Dikunjungi

7 Agustus 2022
Tollywood: Kadang, Melawan Nalar Itu Menyenangkan

Tollywood: Kadang, Melawan Nalar Itu Menyenangkan

7 Juni 2023
india nggak jorok mojok

Bersyukur Tidak Lahir di India, padahal Indonesia Sama Saja: Artikel Balasan

10 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.